Model Kembar Val dan Vero Berbagi Pelajaran Hidup pada Hari Hutan Internasional

Hobi dan Hiburan

Model Kembar Val dan Vero Berbagi Pelajaran Hidup pada Hari Hutan Internasional

Hari Hutan Internasional jatuh pada hari ini 21 Maret. Untuk memperingatinya dua model kebanggan Indonesia Valerie Krasnadewi dan Veronika Krasnasari berbagi tentang pelajaran hidup yang mereka peroleh dari hutan.

Model kembar ini memiliki kedekatan terhadap alam,tidak hanya senang berada di alam terbuka tetapi juga turut aktif dalam pelestarian lingkungan hidup. Melalui instagram @twnseco, mereka berbagi kebiasaan positif yang berkaitan dengan lingkungan hidup serta mendukung berbagai program donasi untuk pelestarian lingkungan hidup.

Jebolan peserta Asia’s Next Top Model ini mengatakan dalam rilis yang diterima PingPoint.co.id (21/3/2021) bahwa mereka merasa ketika berada di alam, seorang manusia kembali menjadi manusia sesungguhnya.

Salah satu cara melestarikan alam yang seringkali tidak disadari adalah jalan-jalan di alam terbuka. Sebelum pandemi, jalan-jalan ke alam menjadi salah satu kegiatan favorit anak muda uban untuk melepas stres.

Destinasi Wisata Tersembunyi di Jakarta yang Patut Dikunjungi Hutan Kota Srengseng

“Ditambah lagi, anak muda urban sangat akrab dengan media sosial. Dengan membuat konten kreatif, seperti mengunggah cerita atau foto travelling, kita juga membantu mempromosikan tempat wisata alam dan produk lokalnya, sekaligus melestarikan alam,” ungkap Manajer Program Hutan Itu Indonesia, Christian Natalie.

Menyambut Hari Hutan Internasional yang diperingati setiap 21 Maret Valerie, Veronika, dan Christian akan berbagi pelajaran hidup dari alam.

1) Hutan Adalah Sumber Oksigen

Val dan Vero sapaan akrab model kembar ini mengatakan bahwa hal yang paling ia sukai ketika jalan-jalan ke hutan adalah dapat menghirup udara segar yang sulit didapat di perkotaan.

“Karena terlalu banyak urusan atau deadline, orang yang tinggal di kawasan urban mungkin lupa, ketika mereka sedang bekerja, pada saat yang sama mereka juga sedang menghirup oksigen.Mereka pun lupa bahwa oksigen itu bersumber dari hutan. Kalau hutan mulai berkurang, percuma, kan, kita cari uang banyak, tapi nantinya tak bisa dinikmati karena ke mana-mana harus pakai tabung oksigen?” kata Val dan Vero.

Christian yang akrab disapa Tian mengatakan, sebagai sumber oksigen maka udara di hutan terasa lebih segar dan membuat paru-paru lebih ringan. Menurutnya ketika jalan-jalan ke hutan, kita harus bangga karena setengahnya dari daratan Indonesia adalah hutan. Agar semua makhluk hidup dapat bertahan hidup, maka hutan harus dijaga.

[Baca Juga: 5 Manfaat Berjalan-jalan di Area Hutan untuk Kesehatan]

2) Manusia Perlu Turun Tangan Membantu Alam

Val dan Vero kini sedang berkampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait masalah banjir. Menurut mereka banjir harus diselesaikan sampai ke akarnya. Bukan hanya naturalisasi sungai atau membuang sampah pada tempatnya, tetapi lebih dari itu karena solusi tersebut tidak menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

Menurut mahasiswa lulusan Institut Teknologi Bandung yang paling bisa menangkal banjir adalah akar pohon. Untuk itu mereka mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam pelestarian hutan dengan mengadopsi bibit pohon. Tian menambahkan bahwa di masa mendatang apa yang dilakukan Val dan Vero sangat berarti.

3) Traveling ke Hutan Berarti Membantu Komunitas Sekitar

Untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan bisa membantu pelestarian hutan dengan aksi nyata yang menyenangkan, yaitu ekowisata dengan meninggalkan jejak yang baik seperti kesejahteraan masyarakat setempat.

Tian menambahkan,salah satu caranya dengan tinggal di rumah masyarakat setempat dalam program homestay, membeli makanan dan minuman di sana, menggunakan jasa porter dari warga desa, atau membeli kerajinan buatan mereka.

[Baca Juga: Beberapa Pilihan Hutan Pinus yang Cantik Di Jogja]

Menurut Val dan Vero dengan cara ini, selain bisa mengenal alam lebih jauh tetapi juga bisa membantu masyarakat setempat.

4) Hutan Penuh Pesona

Pesona hutan Indonesia tak hanya terletak pada keindahannya. Hutan juga menyimpan ratusan rempah dan bahan pangan serta berbagai bahan alami yang dapat digunakan.

5) Ketika Berada di Alam, Harus Bertanggung Jawab

Val dan Vero khawatir melihat banyak sampah bertebaran di hutan dan gunung hingga membuatnya harus berpikir ulang jika ingin mengajak orang ke sana khawatir jika yang diajak termasuk orang yang tidak bertanggung jawab yang akan mengotori alam. Menurut Tian, meminimalkan sampah merupakan hal paling dasar yang perlu diperhatikan agar tidak mencemari lingkungan.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.