Gaya Pacaran di Tengah Pandemi COVID-19

Kesehatan

Mumpung Malam Minggu, Begini Pacaran di Tengah Pandemi

Jalan berduaan. Aktivitas itu kini rasanya tak mungkin dilakukan pasangan yang sedang berpacaran. Jangankan pacar, mungkin saudara yang berlainan rumah atau tetangga yang ingin bertamu ke rumah saja ragu-ragu untuk diterima.

Teknologi akhirnya jadi alat melepas rindu sepasang kekasih. Pengguna aplikasi kencan saja, mengutip Independent (22/4/2020), semakin giat menghabiskan waktu di aplikasi itu. Awal April lalu, jumlah pengguna aplikasi kencan OkCupid yang saling terhubung satu sama lain meningkat. Sama juga dengan Bumble, jumlah pengguna yang melakukan video call melonjak 21 persen dalam sepekan. Lama rata-rata pengguna melakukan panggilan video adalah 14 menit.

Beth dan Steve, sepasang kekasih Inggris juga bertemu secara online. Mereka dikabarkan belum pernah bertemu secara langsung, tetapi intensif berkomunikasi lewat video call. Sebenarnya, keduanya sempat memutuskan bertemu. Namun Perdana Menteri Inggris Boris Johnson lebih dulu mengumumkan lockdown. Otomatis, pertemuan mereka tertunda.

Gaya Pacaran di Tengah Pandemi COVID-19

Meski demikian, mereka mengatakan sanggup beradaptasi dengan keadaan. “Kami cenderung melakukan panggilan video setiap hari,” kata Beth (49 tahun) kepada Independent.

“Sangat menyenangkan mengenal satu sama lain dan segala sesuatunya [di antara kami] diketahui lebih cepat. Kami berbincang tentang sesuatu yang biasanya tidak kami lakukan sejak awal berpacaran [dari pengalaman terdahulu]. Perasaan [saling suka] pun akhirnya tumbuh,” lanjut Beth.

Beth yang berpacaran dengan Steve (44 tahun) melakukan video call setiap sore. Mereka bercakap-cakap seperti pasangan pada umumnya, tentang hubungan pertemanan, pengalaman liburan yang pernah dialami, juga saling mendukung bila ada anggota keluarga yang sedang sakit.

Kondisi Pacaran Masa Pandemi di Jakarta

Situasi seperti ini juga dialami oleh pasangan di Indonesia. Dibya (23 tahun), yang kini berdomisili di Tebet, Jakarta Selatan, bercerita bila hanya bertemu satu kali dengan pacarnya semenjak pemerintah mengimbau untuk melakukan physical distancing.

“Itu pun satu kali karena dia antar makanan,” ujarnya kepada PingPoint.co.id (22/4/2020)

Aplikasi chat menjadi andalan Dibya di tengah pandemi ini. Malam harinya, jika ada yang ingin diceritakan pada sang kekasih, Dibya bertelepon atau melakukan panggilan video.

Gaya seperti ini sangat mengurangi pengeluarannya. Biasanya, Dibya dan pacarnya jalan berdua sebanyak dua kali sepekan. Ia mengeluarkan banyak uang untuk biaya transportasi dan makan. Saat ini, biaya itu bisa dialokasikannya untuk keperluan sehari-hari.

Gaya Pacaran di Tengah Pandemi COVID-19

“Pas Covid kan kita nggak ada keluar atau ketemu sama sekali. Jadi bener-bener buat jalan berdua bisa buat makan sehari-hari. Dan itu selalu banyak [uang yang dikeluarkan] di transport dan makan, dan kalau kegoda ada barang lucu,” lanjut Dibya.

Begitu juga Wildah (23 tahun), warga Mampang Prapatan yang kini bekerja di salah satu bank di Jakarta. Ia dan pacarnya belum pernah bertemu lagi selama pandemi COVID-19.

“Aku udah nggak terima tamu lagi dari jauh-jauh. Apalagi pacarku kerjanya tiap hari ketemu orang banyak, aku juga gitu. Jadi ya mending nggak usah ketemu dulu,” kata Wildah.

“Jadinya kita chat pas istirahat kerja dan pulang kerja. Malamnya video call atau telepon. Cuma kalau video call dan telepon jarang,” sambungnya.

[Baca Juga: 4 Film Bioskop Valentine Indonesia Paling Romantis]

Untuk menguatkan hubungan Wildah dan pacarnya sesekali saling mengirimkan makanan lewat aplikasi Go-Food. Meski tak bertemu, ia mengaku tidak stres. Berjauhan juga pernah dialaminya saat zaman kuliah sehingga sekarang menjadi terbiasa.

Bila Wildah dan Dibya yang masih berpacaran sanggup berjauhan dengan sang pacar, Elza (23 tahun) yang sudah dilamar pacarnya juga sanggup. Perempuan domisili Bekasi itu selalu menekankan pada calon suaminya untuk tidak keluar rumah bila tidak dibutuhkan.

Elza menjelaskan, dirinya sekarang lebih sering melakukan video call dibandingkan sebelumnya. Panggilan video dan chat Ia lakukan menggunakan aplikasi WhatsApp.

Gaya Komunikasi Baru Masa Pandemi

Ditanya soal dampak buruk mengenai gaya komunikasi selama pandemi ini, Elza mengatakan tidak ada.

Nggak ada sih. Sejauh ini ngerasa biasa aja karena kan buat kebaikan kita juga. Kalau ini [physical distancing] masih berlanjut dua bulan lagi nggak masalah,” jelasnya.

Seorang psikolog di Inggris bernama Daria Kuss menjelaskan gaya berpacaran melalui chat atau telepon seperti ini memiliki dampak positif. Ia memaparkan, menghilangkan pertemuan secara fisik saat kencan memungkinkan pasangan dapat fokus membentuk komunikasi emosional yang lebih dalam.

Rekomendasi Kegiatan Bersama Pasangan di Hari Valentine

“Waktu dan energi yang diinvestasikan dalam perilaku ini [gaya berpacaran lewat aplikasi online], dapat membantu pasangan membentuk ikatan yang kuat dan stabil,” jelas Kuss, dikutip dari Independent.

Psikolog Jo Hemmings juga mengungkapkan, sebuah hubungan yang dekat juga tidak selalu dihasilkan melalui kontak fisik.

“Kencan lewat video call Anda bisa mendapatkan pengalaman yang intim, di mana orang-orang terikat pada minat dan pengalaman bersama, dan secara bertahap menjadi nyaman untuk saling menyampaikan pendapat,” kata Hemmings.

[Baca Juga: 4 Rekomendasi Film Romantis Selama Isolasi Diri]

Meski demikian, pada kasus tertentu, berhubungan lewat online atau daring ini juga punya kelemahan. Sebuah kejadian di Inggris mengisahkan pasangan yang bertemu lewat aplikasi daring. Mereka secara intensif saling telepon, melakukan panggilan video, dan chat selama tiga minggu. Suatu ketika mereka merencanakan makan malam sambil melakukan panggilan video, namun salah satu di antara mereka ingkar dan tak bisa dihubungi lagi.

Bagi yang baru saja menjalin hubungan, pada kasus tertentu, komunikasi online tidak bisa membuat hubungan menjadi awet.

Oleh karena itu, Hemmings berkata situasi seperti ini setidaknya membantu seseorang untuk bertemu teman yang baik. “Bila ada waktu untuk punya teman baru, sekaranglah saatnya,” kata Hemmings


Read More

Artikel Lainnya

Berupaya Dapatkan Pendanaan serta Coaching, 120 Tim Ikut Proses Hackaton IDPB MTPM

Bisnis

Berupaya Dapatkan Pendanaan serta Coaching, 120 Tim Ikut Proses Hackaton IDPB MTPM

05 December 2022, 16:14

Inisiatif East Ventures melalui IDPB MTPM saat ini telah mencapai tahap coaching serta hackaton dengan total ada 120 tim yang mengikutinya.

Tingkatkan Kepedulian Sungai di Jakarta, Festival Dayung Ciliwung 2022 Digelar.jpg

Berita Kawasan

Tingkatkan Kepedulian Sungai di Jakarta, Festival Dayung Ciliwung 2022 Digelar

05 December 2022, 14:15

Festival Dayung Ciliwung 2022 berhasil digelar pada akhir pekan kemarin yang disebut digelar untuk meningkatkan kepedulian publik Ibu Kota untuk menjaga lingkungan sungai.

Dorong Kualitas Industri Kopi, Jakart a Barista League 2022 Sukses Digelar.jpg

Berita Kawasan

Dorong Kualitas Industri Kopi, Jakarta Barista League 2022 Sukses Digelar

05 December 2022, 10:14

Pada akhir pekan kemarin, Pemprov DKI Jakarta sukses menggelar event Jakarta Barista League 2022 yang menjadi wadah kompetisi bagi para barista dari berbagai wilayah Tanah Air.

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022.jpg

Berita Kawasan

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022

02 December 2022, 18:12

Lesbumi-NU mulai hari ini hingga 3 Desember 2022 menjadikan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan sebagai ‘rumah’ rakornas sekaligus Temu Nasional Ses Budaya Muslimin Indonesia 2022.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Sindi 2 years, 7 months lalu
    sindi

    bosan di rumah terus karena wabah ini ❓ ❔ buruan join di ⁣poker165.co ,permainan poker paling seru. dan jangan lewatkan bonus atau event dengan hadiah mencapai milyaran. menjadi ⁣milyarder bukan mimpi lagi untuk pemain poker165.co 👍