SERPONG_KAWASAN_MUSEUM BENTENG HERITAGE SAKSI PERANAKAN TIONGHOA TANGERANG_GALIH_1100 px X 600 px_REVISI 01-03.jpg

Berita Kawasan

Museum Benteng Heritage, Saksi Peranakan Tionghoa Tangerang

Etnis Tionghoa merupakan salah satu etnis di Indonesia yang memiliki populasi yang cukup banyak. Mereka tersebar di seluruh kota di Tanah Air. Tak terkecuali di Kota Tangerang. Di kota yang berjuluk Cina Benteng ini, memang menjadi salah satu daerah di mana banyak etnis Tionghoa tumbuh dan berkembang. Salah satu bukti hadirnya peradaban Tionghoa di Tangerang adalah adanya Meseum Benteng Heritage.

Ya, Museum Benteng Heritage menjadi bukti dan warisan budaya yang dapat mewakili kisah dan bagaimana etnis Tionghoa dapat masuk ke dalam Kota Tangerang. Museum Benteng Heritage adalah sebuah bangunan berarsitektur tradisional yang diperkirakan sudah dibangun sejak pertengahan abad ke-17. Bangunan ini juga salah satu bangunan tertua di Kota Tangerang.

Museum yang terletak di Jalan Cilame, Pasar lama, Tangerang ini merupakan bangunan yang dibeli dan diperbaiki oleh Udaya Halim, putra daerah Tangerang keturunan Tionghoa yang kini tinggal di Australia. Dia langsung melakukan restorasi mengembalikan kondisi bangunan seperti semula. Bahkan Udaya Halim dan tim melakukan riset hingga ke negeri orang untuk melakukan kajian budaya agar restorasi yang dilakukan tidak merusak orisinalitas bangunan tersebut.

SERPONG_KAWASAN_MUSEUM BENTENG HERITAGE SAKSI PERANAKAN TIONGHOA TANGERANG_GALIH_1100 px X 600 px_REVISI 01-02.jpg

Seperti dikutip kompas.com pada Kamis (11/10/2018), Museum Benteng Heritage memiliki dua lantai. Di mana pada lantai 1 museum, dijadikan restoran, tempat gathering, penjualan souvenir dan lainnya. Beranjak ke lantau dua, di sana tersimpan barang antik koleksi museum. Berbagai barang berkaitan dengan sejarah etnis Tionghoa menjadi saksi bisu peranakan etnis Tionghoa di Tangerang.

Salah satu koleksi barang antik yang bisa ditemui di sana adalah timbangan opium. Timbangan opium ini berasal dari Tiongkok, Jepang, Korea, Indonesia, Burma, dan Thailand. Tak hanya timbangan, di museum ini juga menyimpan koleksi botol kecap dan label kecap-kecap benteng yang terkenal sejak dulu di Tangerang.

Di salah satu bagian bangunan terdapat semacam ukiran dari pecahan keramik, yang bercerita tentang seorang tokoh dalam legenda Sam Kok, yaitu Jenderal Kwang Kong. Dia dikenal oleh masyarakat di negeri Tiongkok dengan sifat yang jujur, gagah dan berani.

Dari berbagai koleksi tersebut, bagian yang paling berharga pada museum ini adalah relief di bagian atas ruangan. Konon relief ini merupakan penggalan cerita dari Three Kingdom dan kondisinya masih 95 persen asli.

Penasaran ingin menelusuri jejak peranakan etnis Tionghoa Tangerang di Museum Benteng Heritage? Tenang saja, seperti dilansir dari jejakpiknik.com, Museum Benteng Heritage terbuka untuk umum. Jam operasional museum ini buka mulai dari pukul 13.00-18.00 WIB. Sedangkan harga tiket masuknya Rp10.000, khusus untuk pelajar. Untuk umum, tiket dihargai Rp20.000 (harga per September 2018).

Read More

Artikel Lainnya

Lagu Kembali Ke Awal Ciptaan Glen Fredly Jadi Soundtrack Film Twivortiare

Berita Kawasan

Kembali Ke Awal Karya Glen Fredly Jadi Soundtrack Film Twivortiare

19 July 2019, 21:00  |  10 Views

Setelah merilis lagu Orang Biasa, Glen Fredly kembali merilis single Kembali ke Awal yang juga dijadikan sebagai original soundtrack film Twivortiare dari rumah produksi MD Pictures.

TP PKK Bina Kesehatan Keluarga di Tangerang

Berita Kawasan

Tim Penggerak PKK Bina Kesehatan Keluarga di Tangerang

19 July 2019, 20:00  |  8 Views

PKK memberikan segala macam informasi mulai dari hidup tertib dan teratur, standar gizi dan wawasan kesehatan.

Nilai Transaksi di IFRA 2019 Capai Rp793 Miliar

Bisnis

Nilai Transaksi di IFRA 2019 Capai Rp793 Miliar

19 July 2019, 19:00  |  7 Views

Nilai transaksi yang dicapai membuat panitia IFRA 2019 semakin optimistis dalam membatu memajukan industri franchise Indonesia melalui pameran berkualitas.

Asian Development Tour Siap Digelar di Gunung Geulis Golf

Berita Kawasan

Asian Development Tour Siap Digelar di Gunung Geulis Golf

19 July 2019, 18:00  |  8 Views

Turnamen golf Asian Development Tour akan diikuti 144 pegolf dari hampir 20 negara. Turnamen golf internasional ini berhadiah senilai total 75.000 USD.


Comments


Please Login to leave a comment.