PIK-Kawasan-Museum-Ini-Edukasi-Masyarakat-mengenai-Perbankan-di-Indonesia-3.jpg

Berita Kawasan

Museum Ini Edukasi Masyarakat Mengenai Perbankan di Indonesia

Kota Tua Jakarta memiliki beragam tempat wisata bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Tertarik mengenal lebih jauh sejarah Ibu Kota? Anda bisa mengunjungi Museum Fatahilah. Bila ingin menikmati makanan dengan suasana restoran era keemasan Kota Tua, maka Café Batavia pilihan Anda. Lantas bila ingin mendalami mengenai perbankan apakah ada di sana?

Mungkin perbankan dan wisata Kota Tua Jakarta jarang berada dalam satu kalimat di benak para wisatawan yang datang ke sana. Namun percaya atau tidak, salah satu museum yang ada di sana difungsikan sebagai tempat mencari informasi mengenai perbankan di Indonesia. Nama museum tersebut adalah Museum Bank Indonesia.

Museum Bank Indonesia

Dibandingkan dengan museum lainnya yang ada di area Kota Tua Jakarta, Museum Bank Indonesia terbilang masih baru. Pasalnya, museum ini diresmikan dan dibuka untuk umum oleh mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 21 Juli 2009.

[Baca Juga: Belajar Sejarah di Museum Perjoangan Bogor]

Namun jauh sebelum peresmian museum tersebut, unsur perbankan sebenarnya sudah memiliki berakar di bangunannya. Sebab bangunan yang berada di samping Museum Bank Mandiri itu sebenarnya awalnya difungsikan sebagai markas dari bank sentral Hindia Belanda yakni De Javasche Bank.

Berdirinya Museum Bank Indonesia tidak bisa dilepaskan dari tujuan utamanya yaitu mengedukasi masyarakat terkait perbankan khususnya peran Bank Indonesia. Sebagaimana dilansir dari bi.go.id, dalam misi pendiriannya museum ini dijarapkan dapat menjadi cagar budaya yang memperlihatkan beragam koleksi dari Bank Indonesia serta pengetahuan mengenai perkembangan bank sentral di Nusantara tersebut. Selain itu, museum ini juga diharapkan dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan mengenai ekonomi, moneter serta perbankan untuk para pengunjungnya.

Museum Bank Indonesia

[Baca Juga: Eduwisata Buah Hati di PIK Mangrove]

Di museum yang berada di kawasan Kota Tua Jakarta tersebut juga mengoleksi berbagai mata uang lama. Dari mulai mata uang dari era abad ke-14 di Indonesia sampai mata uang tua dari seluruh dunia dapat dilihat di museum ini.

Selain itu, museum ini juga memberikan penjelasan secara audio dan visual mengenai sistem jual-beli di Indonesia dari mulai era pra-Kolonial Belanda sampai saat ini. Jadi Anda bisa melihat mengenai sejarah penjualan rempah-rempah awal di Indonesia kemudian proses monopoli penjualannya oleh VOC, lalu dimulainya sistem perbankan di Nusantara oleh Hindia Belanda dan transformasi mata uang di era okupasi Jepang di Indonesia. Selain itu, sejarah krisis ekonomi yang menimpa Indonesia pada 1997 juga bisa Anda ketahui lebih lanjut di museum yang berada di area Kota Tua Jakarta tersebut.

Read More

Artikel Lainnya

Wah, Ada Takoyaki Rasa Kari Jepang di Gindaco.jpg

Kuliner

Wah, Ada Takoyaki Rasa Kari Jepang di Gindaco

30 September 2020, 18:14

Brand takoyaki Gindaco baru-baru ini menghadirkan menu baru dengan rasa kari otentik dari Negeri Sakura.

5 Pilihan Warna Monokromatik untuk Bangun Suasana Baru di Rumah

Properti dan Solusi

5 Pilihan Warna Monokromatik untuk Bangun Suasana Baru di Rumah

30 September 2020, 16:07

Memilih palet warna monokromatik berarti berkomitmen pada satu warna, tentu saja, tetapi penggemar warna sejati tidak akan menghindar tantangan itu.

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik Ini 3 Tendensi Penentunya

Kesehatan

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik? Ini 3 Tendensi Penentunya

30 September 2020, 15:03

Mengartikan tingkat narsistik "normal" itu rumit, tetapi tiga tendensi penentu berikut dapat lebih memperjelas apa masalah yang Anda hadapi.

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam .jpg

Bisnis

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam

30 September 2020, 14:02

Pepen baru-baru ini mengumpulkan semua pengusaha kafe hingga hiburan malam demi mencegah keadaan seperti di Kafe Broker Galaxy Bekasi kembali terjadi.


Comments


Please Login to leave a comment.