Musikus Sukses Matt Savage Didiagnosis ASD pada Usia 3 Tahun

Pendidikan

Musikus Sukses Matt Savage Didiagnosis ASD pada Usia 3 Tahun

Bila ditanya siapakah individu dengan autisme yang mandiri secara finansial, pria bernama Matthew Savage atau dikenal dengan Matt Savage bisa jadi salah satu contoh. Savage adalah musisi Amerika Serikat kelahiran 1992 dengan kecerdasan di atas rata-rata anak pada umumnya. Kejeniusannya ditandai saat usianya mencapai delapan belas bulan, anak laki-laki itu sudah bisa membaca.

Savage kecil yang senang mendengarkan musik didiagnosa Autism Spectrum Disorder (ASD) kala diperiksa pada usia tiga tahun. Mengetahui kegemarannya mendengarkan musik, sang ibu secara bertahap memfasilitasi kebutuhan Savage dalam hal itu. Mulai dari mengetahui musik apa yang senang didengar anaknya, memberi mainan piano hingga membelikan piano sungguhan untuknya.

Dalam proses belajar, banyak lika-liku yang dihadapi Savage. Sang ibu sempat memutar otak demi membuatnya handal bermain piano. Mulailah dia mencarikan Savage teman bermain musik, hingga menawarkan tampil di pertunjukan kecil. Dengan banyak proses perjuangan lainnya, pada akhirnya Savage menjadi musisi besar.

Musikus Sukses Matt Savage Didiagnosis ASD pada Usia 3 Tahun

Apa yang terjadi dengan Matt Savage, menurut Psikolog Anak Afada Alhaque, merupakan kisah anak ASD yang memiliki faktor pendukung kesuksesan optimal, mulai dari personal trait, treatment atau terapi yang diberikan, hingga dukungan lingkungan di sekitarnya.

“Secara umum, jika pencapaian ekonomi menjadi satu aspek yang juga ingin diraih, maka perlu kajian mendalam mengenai personal trait anak tersebut, treatment history, dan support dari lingkungan sekitarnya mumpuni atau tidak, ” kata Afada kepada PingPoint.co.id (14/4/2020).

Personal trait atau karakteristik personal mencakup tingkat kecerdasan, kemampuan bahasa dan kemampuan lainnya yang dimiliki, serta tingkat keparahan anak ASD. Aspek-aspek ini diketahui melalui langkah asesmen atau pemeriksaan awal.

Rahasia di Balik Keahlian Cemerlang Anak Autisme

Kemudian, anak ASD juga membutuhkan treatment atau terapi sesuai kebutuhannya dan dukungan dari lingkungan sekitarnya untuk meraih peluang finansial.

“Jadi pertama kita lihat dulu apakah anak ini bisa mencapai lebih dari kemandirian,” jelasnya.

Afada mengatakan, setiap anak ASD perlu melalui aspek kemandirian dasar. Kemandirian dasar ini meliputi mampu melakukan bersih diri seperti mencuci tangan dan mandi, serta menyampaikan kebutuhannya kepada orang lain.

Bila anak ASD berada di tingkat keparahan ringan, dia memiliki peluang yang lebih besar dari sekedar kemandirian dasar. Orangtua dapat melihat lagi kemampuan lainnya yang butuh dikembangkan. Jika kemampuan bahasanya memerlukan terapi, anak diberikan terlebih dahulu terapi bicara.

[Baca Juga: Asesmen, Langkah Awal Mengembangkan Keunikan Anak dengan Autisme]

Setelah itu, anak dapat naik ke tingkat kemandirian selanjutnya seperti interaksi dan komunikasi sosial. Lalu naik ke tahapan berikutnya yaitu mencari minat dan bakatnya, serta pendalaman minat dan bakat.

Selain faktor personal trait dan terapi, anak ASD juga memerlukan dukungan dari lingkungannya. “Lingkungan itu adalah tim support, yaitu orang tuanya, clinician seperti psikolog atau psikiater, dokternya, terapisnya, dan sekolahnya. Pihak-pihak itulah yang memberi dukungan ke si anak sehingga pengembangan minat dan bakatnya jadi maksimal,” jelas Afada.

Matt Savage adalah anak yang sangat cerdas. Ia memiliki tingkat intelektual yang tinggi, mendapat terapi sesuai kebutuhan yang optimal dan dukungan dari orang tuanya juga maksimal. Pada akhirnya, Matt memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar.

[Baca Juga: Rahasia di Balik Keahlian Cemerlang Anak dengan Autisme]

Namun lagi-lagi, bukan berarti anak dengan tingkat keparahan yang sedang dan berat tidak bisa sukses seperti Matt. Kesuksesan anak ASD berbeda-beda. Kesuksesan anak yang satu tak bisa jadi tolak ukur kesuksesan anak ASD lainnya.

“Pada beberapa anak ASD, mungkin mereka sudah bisa dikatakan berhasil saat mereka sudah mandiri di kemampuan dasarnya. Namun saat kemampuan itu sudah lebih tinggi, mandiri saat tidak cukup, dia mau lebih, dan kita (orang tua, clinician, terapis, sekolah) perlu membantu untuk mencapai hal-hal tersebut. Kita perlu membantu mencapai kemampuan optimal agar anak ASD mampu produktif sesuai karaktersistik unik yang dimiliki,” imbuhnya.


Read More

Artikel Lainnya

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.


Comments


Please Login to leave a comment.