Nasib UMKM Sumatera Utara Akibat Pandemi, Omzet Turun 50

Bisnis

Nasib UMKM Sumatera Utara Akibat Pandemi, Omzet Turun 50%

Keterpurukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) antara lain tergambar dari penurunan omzet pedagang kecil di warung atau pasar di Medan. UMKM mengalami tekanan cukup besar akibat pandemi COVID-19. Penurunan omzet terjadi hingga lebih dari 50 persen. Ekonomi daerah pun terpukul karena UMKM berkontribusi terhadap 67 persen perekonomian Sumatera Utara.

"Di awal pandemi, omzet saya anjlok dari biasa Rp 1 juta menjadi sekitar Rp 200.000 per hari. Kini mulai membaik lagi tetapi masih sekitar Rp 500.000," kata Lena Siagian (35), pedagang bahan pokok di Pasar Aksara, Medan seperti diberitakan kompas.id (14/9/2020).

Nasib UMKM Sumatera Utara Akibat Pandemi, Omzet Turun 50

Lena mengatakan, omzetnya berkurang karena banyak pelanggannya terdampak pandemi. Selain pelanggan rumah tangga, pemilik rumah makan juga mengurangi pembelian karena pelanggan mereka juga berkurang. Akibatnya, sering sekali barang-barang mereka tidak laku hingga busuk. "Selama pandemi ini, kami sering sekali merugi," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sumut Ridho Haykal Amal mengatakan, ada 672.000 UMKM di Sumut. Hampir semuanya terdampak pandemi COVID-19. Mereka pun kini fokus pada percepatan penyaluran bantuan produktif usaha mikro dari pemerintah agar UMKM bisa bertahan.

[Baca Juga: GrabMerchant, Layanan Terbaru Dari Grab Bagi Para UMKM di Tengah Pandemi]

Pemerintah juga melakukan sejumlah langkah untuk menyelamatkan UMKM di Sumut antara lain program alih usaha, relaksasi pembayaran pinjaman, serta inovasi dan digitalisasi pemasaran. "Perusahaan-perusahaan besar juga kami ajak untuk menyalurkan dana CSR (tanggungjawab sosial perusahaan) untuk menolong UMKM," katanya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, penyelamatan UMKM sangat penting karena berkontribusi terhadap 67 persen perekonomian Sumut. "UMKM di Sumut kini mengalami penurunan omzet, kesulitan akses pembiayaan, kesulitan bahan baku, terganggunya produksi, dan distribusi," katanya.

Wiwiek mengatakan, penguatan UMKM perlu segera dilakukan dengan alih usaha, memetakan potensi wilayah, serta digitalisasi pemasaran dan penjualan.

Read More

Artikel Lainnya

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.

Di Bawah Rp500 Ribuan, Amazfit Neo Siap Diluncurkan .jpg

Bisnis

Di Bawah Rp500.000-an, Amazfit Neo Siap Diluncurkan

25 September 2020, 18:43

Perusahaan Huami siap meramaikan pasar jam tangan pintar di Indonesia dengan produk Amazfit Neo yang memiliki harga tak sampai Rp500 ribuan.

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

Kecantikan dan Fashion

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

25 September 2020, 16:06

Ternyata algoritma matematika bisa menghasilkan corak batik. Begini cara membuat batik frctal dengan apliksi yang diciptakan anak bangsa.

Aplikasi Si Ondel Permudah Warga DKI Jakarta Bayar Pajak Kendaraan.jpg

Berita Kawasan

Aplikasi Si Ondel Permudah Warga DKI Jakarta Bayar Pajak Kendaraan

25 September 2020, 13:28

Baru-baru ini Polda Metro Jaya dan Bank DKI berkolaborasi dalam memudahkan pembayaran pajak kendaraan melalui aplikasi bernama Si Ondel.


Comments


Please Login to leave a comment.