Nusantics Umumkan Perampungan Purwarupa Test Kit qPCR COVID-19

Kesehatan

Nusantics Umumkan Perampungan Purwarupa Test Kit qPCR COVID-19

Perusahaan Nusantics yang memiliki fokus bisnisnya di bidang genomika dan mikrobioma selama beberapa waktu terakhir tengah berkecimpung dalam kegiatan yang berupaya untuk melawan Virus Corona penyebab penyakit COVID-19. Di mana perusahaan yang pada Maret 2020 mendapatkan kucuran dana dari East Ventures itu terlibat dalam pengembangan test kit qPCR untuk COVID-19. Dengan kabar baiknya baru-baru ini, test kit itu sudah rampung purwarupa dan mampu deteksi virus SARS-CoV-2.

Dengan hadirnya test kit yang bernama NUSANTARA TFRIC-19 itu, maka ini akan menjadi test kit asli buatan anak bangsa yang telah telah melewati desain serta uji laboratorium. Dengan purwarupa tersebut rampung pada 4 April 2020 ini. Pengembangan test kit qPCR ini merupakan bentuk dedikasi dari perusahaan Nusantics yang memang ikut menjadi bagian Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan COVID-19 yang disingkat TFRIC-19).

Nusantics Umumkan Perampungan Purwarupa Test Kit qPCR COVID-19

Sekadar informasi, hadirnya test kit yang dibentuk TFRIC-19 yang berada di bawah naungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu menjadi hasil jerih upaya mereka dalam usaha memudahkan pendeteksian virus SARS-CoV-2 menggunakan qPCR. Bagi Anda yang masih asing dengan istilah ini, pada dasarnya qPCR merupakan singkatan dari quantitative Polymerase Chain Reaction yang kerap digunakan untuk riset biologi molekuler.

Dalam proses pembuatan T NUSANTARA TFRIC-19, CTO Nusantic Revata Utama menjelaskan, perusahaannya dalam tahapan awal menggunakan analisis bioinformatika. Metode ini disebut dimanfaatkan dalam melakukan pencocokan terhadap sekuen genetika dari virus SARS-CoV-2 dalam memilih gen sasaran. Dari analisa inilah, perusahaannya mendesain test kit tersebut untuk menargetkan dua gen dalam Virus Corona tersebut. Di mana gen ini terdiri dari RdRP yang virus gunakan untuk menghasilkan enzim yang dapat memperbanyak dirinya ketika berada di sel manusia dan Gen N yang bekerja sebagai pelindung inti dari virus.

[Baca Juga: Tes COVID-19: PCR VS Antibodi, Apa Bedanya?]

Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian sensitivitas test kit itu yang memanfaatkan isolat RNA. Mengingat belum tersedia isolat RNA di dalam negeri maka, Nusantics memanfaatkan yang berasal dari luar negeri guna mempercepat hadirnya test kit tersebut. Setelah melalui proses uji laboratorium maka titik cerah pun terlihat dengan NUSANTARA TFRIC-19 dapat mendeteksi virus pemicu COVID-19 secara khusus dan tak bereaksi dengan Virus Corona dari genome lainnya.

Walau sudah berhasil dibuat tapi test kit untuk COVID-19 ini masih dalam bentuk purwarupa dengan Nusantics yang akan kembali melakukan penyempurnaan. Salah satunya adalah menunggu sampel virus dari COVID-19 lokal, mengingat selama ini uji akurasi yang mereka gunakan berasal dari strain SARS-CoV-2 dari Asia dan belum spesifik yang di Indonesia.

[Baca Juga: Pro Kontra Rapid Test dan Manfaat Tes Massal dalam Penyebaran COVID-19]

“Namun, kami akan menyempurnakannya dengan menggunakan informasi genomic virus lokal. Ini alasannya, kenapa sample strain lokal sangat penting. Setelah mendapatkan sampel lokal, kami akan melakukan validasi akurasi NUSANTARA TFRIC-19 dengan strain Indonesia. Setelah itu, kita bisa masuk ke tahap produksi massal,” jelas CEO Nusantic Sharlini Eriza Putri, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima PingPoint.co.id (4/4/2020).

Dalam membantu usaha Nusantics, perusahaan East Ventures saat ini tengah melakukan penggalangan dana bertajuk Gerakan Indonesia Pasti Bisa. Dengan target Rp10 milar itu, dana itu akan digunakan untuk pembelian biaya material serta bahan baku dalam pembuatan 100.000 test kit qPCR untuk deteksi Virus Corona penyebab COVID-19.

Read More

Artikel Lainnya

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi Covid-19.jpeg

Pendidikan

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi

02 June 2020, 21:00

Mahasiswa dapat membantu masyarakat mulai mengedukasi, pendataan hingga menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Mulai 12 April, Pengguna Transportasi Umum Jakarta Wajib Pakai Masker

Bisnis

Selain Masalah Protokol Kesehatan, Ini Tantangan Transportasi Umum Di Masa New Normal

02 June 2020, 20:28

Bila nantinya wacana new normal ini benar-benar diterapkan, maka perlu kesiapan dalam pengaktifan transportasi umum di Ibu Kota.

Atasi Gerah di Rumah Tanpa AC_1.jpg

Properti dan Solusi

Atasi ‘Gerah’ di Rumah Tanpa AC dengan Cara Ini

02 June 2020, 20:23

Selain menggunakan AC, cara berikut dapat dipraktikkan agar tidak merasa kepanasan di dalam rumah.

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

Berita Kawasan

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

02 June 2020, 20:00

Selama masa pandemi COVID-19, perusahaan dapat menentukan pekerja yang perlu bekerja di kantor atau bekerja dari rumah.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Hanna56 1 month, 3 weeks lalu
    hanna56

    Jangan lewatkan kesempatan menjadi Milyarder ! Caranya sangat mudah, hanya bergabung di poker165.co dengan TCoin Atau ikuti babak kualifikasi untuk memenangkan tiketnya 😎 Untuk info lebih lanjut kunjungi roadto1billion.com