Omzet Usaha Kuliner Capai Rp4 Juta Per Bulan Berkat Program PKT

Bisnis

Omzet Usaha Kuliner Capai Rp4 Juta Per Bulan Berkat Program PKT

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan upaya untuk meyukseskan Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT). Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP), Program PKT bertujuan memberikan keterampilan dan keahlian bagi para wirausahawan. Dinas KUKMP menargetkan kepesertaan warga untuk mengikuti pelatihan sebanyak 8.000 orang. Sebanyak 70 persen lebih dari peserta diproyeksikan menjadi wirausaha baru.

[Baca Juga: Lewat PKT, Jakarta Pusat Targetkan Cetak 5.600 Wirausahawan Baru]

Pelaksanaan program Pengembang Kewirausahaan Terpadu (PKT) sangat dirasakan manfaatnya oleh warga, baik mereka yang akan memulai maupun sudah menggeluti usaha. Warga RT 05/05, Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat Urip (67) mengatakan, banyak manfaat yang bisa didapat dari mengikuti program PKT, terutama kaitannya dengan upaya mengembang usaha keripik singkong yang sudah dirintisnya sejak tahun 1990.

Omzet Usaha Kuliner Capai Rp4 Juta Per Bulan Berkat Program PKT

"Sekarang saya bisa mendapatkan akses permodalan dengan mudah setelah difasilitasi untuk memiliki Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK). Prosesnya juga mudah, satu hari langsung selesai," ujarnya seperti dikutip dari beritajakarta.id (8/4/2019).

Urip menjelaskan, dengan adanya IUMK tersebut dirinya bisa mengajukan pinjaman modal ke PT Bank DKI sebesar Rp10 juta. "Alhamdulillah, saat ini saya juga sudah bisa membuat laporan keuangan untuk usaha Keripik Cassava yang saya tekuni," terangnya.

[Baca Juga: Tangerang Expo 2019 Sukses Diikuti 310 Pelaku UMKM]

Ia menambahkan, modal tersebut sangat diperlukan untuk mengembangkan usahanya karena akan menambah berbagai varian rasa. Terlebih, sejak mengikuti program PKT permintaan juga semakin meningkatkan karena sering diikutsertakan saat ada pameran produk atau bazar. "Omzet saya per bulan rata-rata bisa mencapai Rp 4 juta," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UP PTSP) Kelurahan Kartini Ricky Sianturi menuturkan, pihaknya memang memprioritaskan penerbitan IUMK bagi pelaku usaha yang sudah eksis atau berjalan.

[Baca Juga: Bisnis IKM Bir Pletok Capai Omzet Jutaan Rupiah]

"Kami ingin ada akselerasi dan percepatan. IUMK ini sangat diperlukan oleh para pelaku usaha karena juga terkait dengan kemudahan mendapatkan akses permodalan," tandasnya.


Read More

Artikel Lainnya

IMG_03122021_102258_(1100_x_600_piksel).jpg

Bisnis

Dari Usaha Rumahan, Sirup Markisa Noerlen Jadi Oleh-oleh Khas Medan

03 December 2021, 22:09

Sirup markisa Noerlen menggunakan bahan baku buah markisa segar dan berkualitas dari Berastagi, Karo, Sumatera Utara, tanpa pengawet dan pewarna dan sangat menyehatkan."

IMG_03122021_105549_(1100_x_600_piksel).jpg

Kecantikan dan Fashion

Tetap Tampil Fashionable Meski Pakai Sepatu Bekas

03 December 2021, 21:09

Seperti yang ada di Pasar Melati Medan. Di sini merupakan pusatnya penjualan sepatu bekas murah namun bermerk di Kota Medan.Pasar ini berada Jalan Flamboyan Medan Tuntungan, Sumatera Utara.

IMG_03122021_184213_(1100_x_600_piksel).jpg

Bisnis

Aplikasi Kuncie dan Fita dari Telkomsel Raih Google Play Awards 2021

03 December 2021, 20:04

Walau belum genap setahun kedua aplikasi tersebut dihadirkan, tapi sambutan khususnya dari pengguna OS Android sudah semakin meningkat.

Catat! Ganjl-Genap di Jalan Margonda Siap Diuji Coba 4 Desember 202 1.jpg

Berita Kawasan

Catat! Ganjl-Genap di Jalan Margonda Siap Diuji Coba 4 Desember 2021

03 December 2021, 19:07

Pemkot Depok siap memulai kebijakan ganjil-genap di kawasan Jalan Margonda Raya mulai besok siang!


Comments


Please Login to leave a comment.