KEBON-JERUK_BISNIS_OMZET-YANG-TAK-PERNAH-LAYU-DI-PASAR-BUNGA-RAWA-BELONG_IVAN_REVISI-01.jpg

Bisnis

Omzet yang tidak Pernah Layu di Pasar Bunga Rawa Belong

Di Jakarta Barat, atau tepatnya di kawasan Kebon Jeruk, ada pasar yang tidak pernah tutup selain saat Hari Raya Idul Fitri. Pasar itu wangi, bahkan cantik dengan perpaduan warna yang beraneka ragam. Itulah Pasar Rawa Belong, pasar yang menjual berbagai jenis bunga dan tanaman hias. Pasar yang juga dikenal dengan Pasar Bunga Rawa Belong ini bahkan jadi yang terbesar se-Asia Tenggara.

Karena jadi yang terbesar di Jakarta, bahkan se-Asia Tenggara, tidak heran jika pasar ini terkenal ke daerah satelit Ibu Kota dan beberapa negara tetangga. Hal inilah yang kemudian membuat omzet para pedagang di pasar tersebut tidak pernah “layu”. Apalagi, kegiatan ekonomi di Pasar Bunga Rawa Belong tidak pernah berhenti, atau berlangsung selama 24 jam dalam sehari.

Seperti yang dialami Fitri, misalnya. Mengutip trubus.id (3/9/2018), salah satu penjual bunga di Pasar Bunga Rawa Belong ini mengaku dalam satu hari, tokonya bisa meraup omzet hingga Rp4 juta. Jumlah ini bisa bertambah hingga dua atau tiga kali lipat saat momen-momen besar seperti valentine dan Imlek. Di saat seperti itu, omzet yang dia raih bisa Rp10 juta per hari. “Hari valentine dan dua hari lagi Imlek, pasti permintaan bunga akan semakin banyak,” ungkapnya.

Selain Fitri, ada juga H. Satiri yang merupakan pemilik Toko Rizka di Pasar Bunga Rawa Belong. Mengutip travel.detik.com, dia mengaku bisa menjual 5-20 karangan bunga setiap harinya. Harga untuk satu karangan bunga berukuran 1,2 x 2 meter ini dipatok antara Rp350 ribu-Rp750 ribu. Harga itu tergantung jenis dan dekorasi bunganya. "Kalau yang Rp350 ribu enggak ada bunga-bunga di sekelilingnya," ucap pria yang telah membuat karangan bunga di Pasar Bunga Rawa Belong sejak tahun 1985 itu.

[Baca Juga :Tempat Pilihan Bagi yang Ingin Belajar Merangkai Bunga]

Fitri dan Satiri hanya dua dari sekitar 400 pedagang bunga yang ada di pasar milik Pemprov DKI Jakarta di bawah Dinas Kelautan dan Pertanian itu. Maka tidak heran, jika digabungkan, perputaran uang dan omzet total yang diraih para pedagang di sana bisa mencapai puluhan miliar. Hal itu dibuktikan dengan data yang dihimpun UPT Pusat Promosi dan Pemasaran Hortikultura Pasar Rawa Belong Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta.

UPT Pusat Promosi dan Pemasaran Hortikultura Pasar Rawa Belong DKPKP DKI Jakarta mencatat, hingga akhir 2017 kemarin, omzet total penjualan bunga di pasar yang berlokasi di Jalan Sulaiman No.56, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini mencapai Rp51 miliar. Jumlah tersebut naik sebanyak Rp5 miliar dibanding tahun sebelumnya. Nilai ini juga belum termasuk perputaran uang dan omzet dari kegiatan penunjang seperti penjualan pot, busa air, dekorasi pesta, rias pengantin, serta sarana penunjang seperti workshop, pameran, dan lain sebagainya. “Omzet sarana penunjang mencapai sekitar Rp7 miliar hingga Rp8 miliar per tahun,” terang Mardalena selaku Kepala UPT tersebut.

Mardalena juga bilang, pada 2019 nanti, pihaknya akan mengusulkan pembangunan gedung baru agar pedagang dan pembeli bunga lebih nyaman. Dengan demikian, omzet para pedagang bunga di Pasar Rawa Belong atau Pasar Bunga Rawa Belong pun bisa semakit bertambah. "Tahun ini, kami akan merampungkan perencanaan sehingga 2019 bisa direalisasikan," tandasnya.

Read More

Artikel Lainnya

Landmark UIN 1.jpg

Pendidikan

Jalur UM-PTKIN, Jalur Alternatif Masuk UIN Jakarta

13 April 2021, 12:18

Jalur UM-PTKIN disediakan UIN Jakarta bagi calon mahasiswa baru untuk pilihan jurusan-jurusan non-umum. Diselenggarakan dalam bentuk ujian tes, pendaftaran jalur ini dibuka sampai akhir bulan ini.

BJM 1.jpg

Berita Kawasan

Batu Jati Mas Tetap Buka untuk Ciblon Ramadhan dan Lebaran di Kota Batu

13 April 2021, 12:07

Ciblon sebagai budaya yang diserap dari penyujian jiwa dan raga agama Hindu ini dimediasi oleh umat Islam Kota Batu dalam penyambutan Ramadhan.

sholat-tarawih.jpg

Berita Kawasan

Salat Tarawih Perdana di Kota Medan Berlangsung Lancar dan Sesuai Prokes

13 April 2021, 11:49

Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menyambut Ramadan dengan protokol kesehatan, seperti menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh area masjid.

Slide3.JPG

Berita Kawasan

Salat Tarawih di Masjid Agung Jami’ Kota Malang Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

13 April 2021, 11:08

Tahun ini, pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid, dengan berbagai aturan yang tetap mengedepankan protokol kesehatan.


Comments


Please Login to leave a comment.