Sejarah Ondel-ondel Pertujukan Sakral Betawi yang Jadi Pengamen Jalanan

Berita Kawasan

Ondel-ondel, Pertujukan Sakral Betawi yang Jadi Pengamen Jalanan

Siapa yang tak kenal ondel-ondel yang sering muncul ketika perayaan hari istimewa di Kota Jakarta. Sosoknya yang unik tidak pernah alpa membuat acara Hari Ulang Tahun Provinsi DKI Jakarta semakin meriah.

Boneka ondel-ondel ini sebenarnya terbuat dari kertas dengan ukuran tingginya sekitar dua setengah meter. Bentuknya berwarna-warni serta selalu tampil berpasangan. Kerangka ondel-ondel ini terbuat dari anyaman bambu sehingga ringan untuk dipikul. Bagian kepalanya dibuat topeng, sedang rambutnya terbuat dari ijuk yang dibalut dengan kertas berwarna warni sehingga mirip dengan rambut.

[Baca Juga: 4 Jenis Arsitektur Tradisional Khas Rumah Betawi]

Awal mula keberadaan ondel-ondel sebagai ikon dari masyarakat Betawi hingga kini belum diketahui sebabnya. Ada sumber yang menyatakan bahwa ondel-ondel dahulu bernama ‘barongan’. Barongan dalam bahasa Betawi kuno artinya berjalan beriringan atau berombongan.

Namun apabila ditelaah lebih dalam, besar kemungkinan istilah Ondel-ondel muncul karena permainan kata semata, dimana muncul pengulangan kata "Ondel" menjadi "Ondel-ondel" dikarenakan ingin menyebut sepasang boneka raksasa itu secara berpasangan, serta fitrahnya juga orang Betawi yang terkenal dengan gaya bicara yang ceplas-ceplos, tetapi tanpa makna yang jelas.

Sejarah Ondel-ondel Pertujukan Sakral Betawi yang Jadi Pengamen Jalanan

Tradisi Nenek Moyang

Keberadaan ondel-ondel diperkirakan muncul di era tahun 40-an. Dipercaya ondel-ondel merupakan mediasi roh nenek moyang yang menjaga keberlangsungan kehidupan keturunannya dan sebagai personafikasi leluhur. Hal ini juga dilatarbelakangi pola pikir masyarakat dulu yang masih mempercayai hal-hal yang berbau mistis

Awalnya, boneka ondel-ondel berbentuk tinggi besar dan berwajah menyeramkan serta mempunyai gigi caling. Ondel-ondel pun sering digunakan untuk menolak bala atau roh jahat. Menurut kepercayaan orang-orang Betawi wabah seperti misalnya cacar akan hilang setelah orang-orang mengarak ondel-ondel keliling kampung.

[Baca Juga: Ada Batik Betawi Kuno Tersimpan di Museum Tekstil]

Berkaitan dengan fungsinya, pembuatan ondel-ondel biasanya melalui proses ritual tertentu. Sebelum proses pembuatan dimulai, pengrajin ondel-ondel akan menyediakan aneka sesaji berupa kemenyan, kembang tujuh rupa dan bubur sumsum. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar pembuatan ondel-ondel berjalan lancar dan roh yang bersemayam di boneka adalah roh baik.

Pembuatan Ondel-ondel dengan menerapkan ritual seperti itu masih berlangsung hingga 1980-an. Namun setelah masa itu, proses ritual tersebut mulai ditinggalkan sejalan dengan bergesernya fungsi ondel-ondel.

Sejarah Ondel-ondel Pertujukan Sakral Betawi yang Jadi Pengamen Jalanan

Berubah Fungsi Sebagai Hiburan

Seiring perkembangan zaman, ondel-ondel digunakan untuk menambah semarak pesta-pesta rakyat, hajatan perkawinan atau khitanan, serta untuk penyambutan tamu kehormatan, semisal pada peresmian gedung yang baru selesai dibangun.

Ketika masa kepemimpinan gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin (1966-1977), Ondel-ondel dijadikan sebagai boneka seni khas Betawi. Ondel-ondel juga menjadi seni pertunjukan rakyat yang menghibur. Ketika melakukan pertunjukan, dengan menggoyang-goyangkan badan dan kepala yang menoleh ke kiri dan ke kanan, ondel-ondel sering kali diiringi musik khas Betawi seperti tanjidor, pencak Betawi, bende, ningnong, rebana, dan ketimpring.

Ketika wajah kota Jakarta berubah menjadi lebih modern sekitar 1960-an hingga kini, wajah boneka raksasa itu tampilannya tidak lagi seram dan berbau mistis. Wajah dan gambaran dari Ondel-ondel masa kini tampak lebih manis dan bersahabat. Hal itu sejalan dengan fungsi Ondel-ondel yang berubah menjadi boneka penghibur bagi semua kalangan, termasuk anak-anak.

[Baca Juga: Asal-usul Kebaya Kerancang Betawi dan Perkembangannya Sekarang]

Sayangnya, meskipun fungsinya sudah beralih sebagai hiburan, sanggar-sanggar Betawi yang memiliki ondel-ondel jarang menerima panggilan untuk mengisi acara-acara perayaan di Jakarta. Sebagian besar kemudian mencari cara untuk bertahan hidup dengan menggunakan ondel-ondel untuk mengamen di jalan-jalan Jakarta.

Padahal, makna ondel-ondel yang seharusnya berfungsi sebagai penolak bala, buka sekadar boneka untuk mencari recehan rupiah. Keberadaan pengamen tersebut membuat nilai ondel-ondel jadi “turun” dan tidak dihargai sebagaimana mestinya.

Dengan mengetahui sejarah ondel-ondel, diharapkan warga Jakarta kembali menghargai kesenian tradisional ini dan menggunakannya untuk hiburan dalam berbagai acara seremonial dan perayaan lain.

Read More


Artikel Lainnya

4 Strategi Utama Kemenpar Capai Target Wisatawan Mancanegara

Berita Kawasan

4 Strategi Utama Kemenpar Capai Target Wisatawan Mancanegara

14 June 2019, 10:00  |  9 Views

Kemenpar bersama pelaku bisnis pariwisata menyiapkan sembilan strategi, namun akan terapkan empat strategi utama untuk capai target kunjungan wisaman pada tahun ini.

6 Akibat Menggunakan Rokok Elektrik untuk Kesehatan

Kesehatan

6 Akibat Menggunakan Rokok Elektrik untuk Kesehatan

14 June 2019, 11:00  |  20 Views

Rokok elektrik digunakan beberapa orang sebagai alternatif rokok tembakau. Namun rokok ini juga memiliki risiko untuk kesehatan.

5 Buah yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

Kesehatan

5 Buah yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

14 June 2019, 09:00  |  26 Views

Penderita diabetes tak bisa sembarangan makan buah, walaupun termasuk makanan sehat. beberapa buah mampu meningkatkan kadar gula.

Ikuti 4 Trik Ini Sebelum Membeli Furnitur Di Internet

Properti dan Solusi

Ikuti 4 Trik Ini Sebelum Membeli Furnitur Di Internet

14 June 2019, 12:00  |  8 Views

Belanja online memang menyenangkan karena lebih mudah dan cepat, namun Anda juga tetap harus waspada.


Comments


Please Login to leave a comment.