Pakan Lele Alternatif dari Enceng Gondok Keong Sawah dari Mahasiswa UNY

Pendidikan

Pakan Lele Alternatif dari Enceng Gondok & Keong Sawah dari Mahasiswa UNY

Budidaya lele merupakan salah satu jenis usaha yang banyak dikembangkan masyarakat. Namun, pada umumnya pembudidaya lele saat ini masih bergantung pada pakan buatan pabrik berupa pelet yang dijual di pasaran. Karena, pakan lele buatan pabrik dinilai lebih banyak mengandung protein yang dibutuhkan ikan agar dapat tumbuh berkembang secara maksimal. Padahal, pakan lele yang sederhana dapat dibuat sendiri menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar warga.

Berangkat dari rasa keprihatinan terhadap mahalnya harga pakan lele di pasaran, menjadikan perhatian sejumlah mahasiswa MIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Mereka adalah Dinda Restu Nabila, Siska Yulianti dan Fariatul Liana. Para mahasiswa ini melakukan penelitian terhadap pakan lele yang terbuat dari campuran enceng gondok dan keong sawah. Kedua unsur tersebut selama ini dianggap sebagai hama petani di sawah.

Pakan Lele Alternatif dari Enceng Gondok Keong Sawah dari Mahasiswa UNY

Menurut Dinda Restu Nabila, eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan keong sawah (Pila ampullacea) memiliki kandungan protein tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan alami. Sebab, eceng gondok mengandung bahan organik yang memiliki kandungan protein sebesar 11,2% sedangkan kandungan protein keong sawah 15%. Oleh karenanya penelitian yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mengetahui seberapa besar daya efektivitas pemberian pakan ikan lele dari kedua bahan tersebut.

“Tentu saja bahan-bahan tersebut tidak berdiri sendiri. Tetapi kami juga menyertakan bahan lain yang digunakan dalam pembuatan pakan lele tersebut. Bahan-bahan yang ditambahkan selain keong sawah dan enceng gondok adalah dedak, tepung jagung, tepung pati, selenium, batu didih, H2SO40,1 N dan NaOH 40%." kata Dinda seperti diberitakan dari uny.ac.id (27/1/2021).

[Baca Juga: Ternak Lele dan Tanaman Hidroponik di RPTRA Kelurahan Meruya]

“Jagung dalam formulasi pakan diperbolehkan dengan kisaran 10-30% dari total seluruh bahan baku. Kandungan utama tepung jagung adalah karbohidrat, protein(8-13,5 %), gula, lemak, vitamin A dan vitamin B1 serta kaya akan serat,“ papar Dinda kepada wartawan.

Ditambahkan Dinda, dalam uji coba pembuatan bahan pakan ini pihaknya juga penggunaan bahan lain yang berfungsi sebagai perekat pakan yang terdiri dari agar-agar, gelatin,tepung kanji dan tepung sagu. Tujuan dari bahan perekat ini agar saat dimasukkan kedalam kolam bahan pakan tersebut lebih dapat bertahan lama di dalam air.

Setelah melalui serangkaian uji coba, penelitian menunjukkan bahwa pemberian pelet enceng gondok dan keong sawah pada lele mengalami hasil yang baik. Pada mulanya benih berumur 1 minggu dengan panjang 0,13 meter dan berat 0,15 kg, setelah 1 bulan pemberian pelet panjang lele bertambah 0,03 meter dan berat bertambah 0,04 kg. Setelah 2 bulan panjangnya menjadi 0,28 meter dan berat 0,39 kg.

Pakan Lele Alternatif dari Enceng Gondok Keong Sawah dari Mahasiswa UNY

Berdasarkan pertumbuhan ikan lele, ikan tumbuh dan berkembang dengan baik setelah beradaptasi dengan lingkungan selama seminggu. Pelet dengan perbandingan enceng gondok : keong sawah 2:1 dapat menggantikan penggunaan pelet pabrik secara optimum dibandingkan dengan perbandingan 1:1 dan 1:2.

Pelet yang mereka buat tidak mengandung bahan kimia pabrik yang dapat mengurangi kadar protein yang terkandung di dalam ikan lele. Selain itu bahan yang digunakan banyak terdapat di lingkungan sekitar sehingga mudah untuk mencarinya.

“Komposisi perbandingan pelet alternatif yang disarankan berdasarkan penelitian ini yaitu perbandingan enceng gondok : keong sawah sebesar 2:1 dengan komposisi bahan enceng gondok 150 gram dan daging keong 75 gram “ tandas Dinda.

Read More

Artikel Lainnya

Sewa Tempat Gratis, MRT Jakarta Bantu UMKM Naik Kelas

Bisnis

Sewa Tempat Gratis, MRT Jakarta Bantu UMKM Naik Kelas

27 February 2021, 14:02

Tidak sekadar menyediakan tempat bagi pelaku UMKM, pihaknya juga menyediakan rangkaian program inkubasi mulai dari aspek pembinaan dan pemberdayaan.

PPKM Mikro Tunjukkan Hasil Positif, DIY Tingkatkan Ketahanan Warga

Berita Kawasan

PPKM Mikro Tunjukkan Hasil Positif, DIY Tingkatkan Ketahanan Warga

27 February 2021, 10:01

PPKM Mikro yang menekankan pada pembatasan di tingkat desa/kelurahan utamanya memanfaatkan posko di desa-desa untuk membantu mengurangi penyebaran COVID-19.

Wali Kota Bekasi Terima Penghargaan 10 Kota Toleransi 2020 dari Setara Institute

Berita Kawasan

Wali Kota Bekasi Terima Penghargaan 10 Kota Toleransi 2020 dari Setara Institute

26 February 2021, 18:08

Dalam penilaiannya, Kota Bekasimendapat skor tertinggi ke. 5.530 di peringkat 10 dalam penghargaan Indeks Kota Toleran 2020 dari penilaian 94 Kota/Kabupaten yang di riset.

Lansia Jadi Sasaran Utama Vaksinasi Tahap Dua di Kota Bandung

Kesehatan

Lansia Jadi Sasaran Utama Vaksinasi Tahap Dua di Kota Bandung

26 February 2021, 17:02

Dari 130.000-an orang sasaran vaksinasi COVID-19 tahap dua di Kota Bandung, 92 persen merupakan warga lansia. Mereka diprioritaskan karena tingkat fatalitas kasus tertinggi.


Comments


Please Login to leave a comment.