Pakar Kesehatan Anak Unpad Ramainya Kasus Campak Dipengaruhi Pandemi.jpg

Kesehatan

Pakar Kesehatan Anak Unpad: Ramainya Kasus Campak Dipengaruhi Pandemi

Pada pekan kemarin, publik Tanah Air dikejutkan dengan kabar semakin meningkatnya temuan kasus campak di Tanah Air. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan para orangtua yang memiliki buah hati apalagi pihak Kementerian Kesehatan memberikan peringatan bahwa bila tidak hati-hati maka anak yang terpapar campak bisa menderita komplikasi yang berujung ke penyakit yang lebih parah. Oleh karena itulah Kemenkes meminta publik memastikan buah hatinya mendapatkan vaksin campak sesuai dengan jadwalnya. Melihat kondisi semakin banyaknya kasus campak, pakar kesehatan anak Universitas Padjadjaran (Unpad) memandang situasi ini sebenarnya berhubungan dengan pandemi COVID-19.

Berdasarkan rilis dari Kemenkes pada pekan lalu, disebutkan bahwa di tahun 2022 (Januari-Desember) ditemukan kasus campak sebanyak 3.341 dan ini terjadi di ratusan kabupaten/kota yang ada di 31 provinsi Tanah Air. Kondisi ini tentu saja mengkhawatirkan, mengingat bila dibandingkan periode yang sama di tahun 2021, peningkatan kasusnya sekitar 32 kali lipat. Melihat kondisi ini, tak heran bila pemerintah mencetuskan penyakit campak ini sebagai Kejadian Luar Biasa atau KLB di sebanyak 12 provinsi. Salah satu contoh wilayah dengan temuan kasus suspek yang terbilang tinggi campaknya adalah Kota Bandung dengan 72 kasus tapi menurut Dinas Kesehatan, hanya ada delapan yang positif terpapar penyakit akibat virus dari keluarga paramyxovirus tersebut.

Pakar Kesehatan Anak Unpad Ramainya Kasus Campak Dipengaruhi P andemi.jpg

Kondisi ini memicu Kepala Staf Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unpad Dr. Djatnika Setiabudi, dr., SpA(K)., MCTM.(Trop.Ped) angkat suara. Menurutnya, situasi ini diakibatkan pandemi COVID-19 yang menyebabkan penurunan kekebalan massal terhadap masyarakat pada penyakit campak akibat menurunnya cakupan imunisasi campak pada anak-anak.

Hal ini ditambah dengan ada sejumlah wilayah yang disinyalir masyarakatnya menolak vaksinasi sehingga menurut dr Djatnika ini perlu diteliti populasinya untuk mengecek apakah banyak yang sudah menerima imunisasi campak atau belum. Aspek ini penting mengingat penyakit ini merupakan sesuatu yang sangat cepat menular, ia menegaskan bagi seseorang yang imunnya sedang dalam keadaan tidak baik maka potensi paparan campaknya bisa mencapai angka 90 persen.

[Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia Terdeteksi di Jakarta]

Melihat kondisi ini maka ia mengingatkan agar orangtua selalu mengingat jadwal imunisasi campak, yaitu di usia sembilan bulan, 18 bulan, dan saat menginjak kelas satu SD. “Tidak ada istilah terlambat kalau untuk imunisasi itu. Bagi yang belum mendapatkan vaksin, segeralah divaksin. Diimunisasi saja, nanti akan diberikan jadwal ulangan,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Unpad.ac.id (20/1/2023).

Djatnika menambahkan, tak boleh memandang remeh campak dan senada dengan Kemenkes, ia mengingatkan bahwa penyakit ini bisa berujung ke komplikasi. Berdasarkan penjelasan Kemenkes, memang gejala campak pada awlanya demam, batuk pilek, mata berair, dan timbul bintik-bintik merah di kulit. Namun bila dikombinasikan dengan kondisi gizi buruk maka komplikasi seperti diare berat, radang paru, radang otak, hingga infeksi di selaput mata bisa terjadi.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.