Pastikan Social Distancing, Pemkot Medan Turun Langsung

Kesehatan

Pakar Sebut Physical Distancing Akibat Covid-12 Perlu Dilanjutkan Sampai 2022

“Kapan pandemi COVID-19 akan berakhir?” Pertanyaan tersebut kini kerap diperbincangkan oleh masyarakat. Beberapa negara telah mengklaim kalau telah berhasil melalui puncak pandemi COVID-19. Sebagai contoh China yang kini katanya telah berangsur pulih setelah penetapan lockdown.

Sementara itu, baru-baru ini sebuah hasil survei yang dilaporkan oleh kantor berita Yonhap (13/4/2020)memprediksi kalau pandemi CCOVID-19 akan berakhir dalam 17 minggu atau sekitar 4 bulan. Survey tersebut melibatkan 6.566 orang dan tersebar di enam negara, yakni Korea Selatan, Amerika Serikat, China, Jerman, Italia dan Inggris.

Akan tetapi, apakah memang pandemi COVID-19 ini hanya akan berlangsung 4 bulan? Sebuah artikel jurnal justru mengungkapkan hal sebaliknya. Dalam artikel yang dipublikasikan pada jurnal Science menyebutkan bahwa physical distancing kemungkinan perlu dilanjutkan sampai tahun 2022.

Seniman Ngesti Pandowo Ditantang Tampil Daring

Dilansir dari theguardian.com (20/4/2020), hal itu dikarenakan penerapan lockdown hanya sekali tidak cukup untuk mengendalikan pandemi. Bahkan puncak pandemi kedua bisa terjadi lebih besar bila tidak melanjutkan physical distancing.

Lebih lanjut, hasil riset tersebut juga memprediksi bahwa puncak pandemi dapat kembali terjadi pada tahun 2025 dengan kondisi tidak ada vaksin atau pengobatan yang efektif. Salah satu tim penulis artikel jurnal tersebut dan sekaligus Profesor Epidemiologi Harvard Marc Lisitch menjelaskan bahwa infeksi menyebar akibat dua hal, yakni orang yang terinfeksi dan orang yang rentan.

Menurutnya, kecuali ada jumlah orang yang memiliki herd immunity lebih besar dari yang diketahui saat ini. Meski demikian, mayoritas penduduk masih rentan. Oleh karenanya, memprediksi pandemi berakhir pada tahun 2020 tidak sejalan dengan yang telah kita ketahui tentang potensi penyebaran infeksi.

Intermittent Distancing

Sebagai contoh, pemerintahan Inggris belum memaparkan rencana di luar pembatasan yang diberlakukan saat ini. Namun, dalam sebuah naskah menyebutkan bila physical distancing kemungkinan perlu dilakukan lebih lama. Hal itu dilakukan untuk menjaga kapasitas tempat perawatan rujukan.

Dalam makalah yang dirilis oleh kelompok ilmuwan penasihat pemerintah untuk keadaan darurat (Sage) tersebut, pada bulan Maret lalu menyarankan agar Inggris melakukan langkah alternatif penerapan physical distancing untuk menekan jumlah kasus yang masuk dalam perawatan kritis.

[Baca Juga: Tak Lagi Social Distancing, Kini WHO Menyebutnya Physical Distancing]

Caranya yakni dengan intermittent distancing atau pembatasan secara bergantian mengetatkan dan melonggarkan kebijakan physical distancing selama satu tahun. Namun, penerapan kebijakan seperti itu juga menimbulkan pertanyaan karena dapat mengancam kesehatan kelompok rentan.

Adapun satu-satunya cara untuk melonggarkan penerapan physical distancing yakni dengan adanya metode perawatan baru, vaksin atau peningkatan jumlah tempat perawatan rujukan. Namun, bila mengacu pada kesimpulan artikel jurnal tersebut bahwa selama tidak adanya hal tersebut, makan pengawasan dan intermittent distancing mungkin perlu dilakukan sampai tahun 2022.

Para tim peneliti tersebut mengatakan, jumlah keseluruhan kasus dalam lima tahun kedepan dan tingkat kebutuhan pelaksanaan pembatasan tergantung pada tingkat infeksi dan tingkat kekebalan yang diperlukan dari orang yang terjangkit pada saat ini. Dan mereka mengingatkan bahwa masalah tersebut adalah hal besar yang tidak diketahui saat ini.


Read More

Artikel Lainnya

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.

Infinix Umumkan Hadir di Indonesia Comic Con 2022, Ada Apa Y.jpg

Bisnis

Infinix Umumkan Hadir di Indonesia Comic Con 2022, Ada Apa Ya?

29 September 2022, 15:44

Infinix disebut akan memperkenalkan laptop teranyarnya di momen Indonesia Comic Con pada akhir pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.