Pakar Unpad Ini Sisi Positif dan Negatif dari Permainan Lato-Lato - Copy.jpg

Pendidikan

Pakar Unpad: Ini Sisi Positif dan Negatif dari Permainan Lato-Lato

Suara “clak..clak..clak” atau “tok..tok…tok” tak bisa dipungkiri kerap menggema di mana saja Anda berada, khususnya di area komplek perumahan. Gema suara ini tentu saja datang dari anak-anak yang biasanya masih di usia sekolah yang gemar bermain lato-lato alias clacker ball yang sudah selama beberapa waktu terakhir viral di media sosial dengan banyak influencer serta anak-anak yang terlihat ikut dalam kompetisi permainan ini. Tentu saja tak sedikit yang pro dan kontra dengan popularitas lato-lato. Sehingga bisa dipastikan bahwa permainan itu sedang benar-benar naik daun dan melihat tren ini pakar Universitas Padjadjaran (Unpad) turut angkat suara dan menunjukan terdapat dua sisi dari lato-lato.

Menurut Ketua Program Studi Sosiologi FISIP Unpad Dr. Hery Wibowo, S.Psi., M,M., terdapat fakta sosiologis di balik kembalinya popularitas lato-lato yang sebenarnya kerap dimainkan oleh anak-anak era 90an. Aspek awal yang bisa dilihat adalah dari sisi positifnya yang di mana ia memandang ini waktu yang tepat untuk anak-anak melepaskan ketergantungannya terhadap smartphone dan terus berupaya agar bisa memainkan lato-lato dengan lancar sehingga baik dari sisi pola pikirnya.

Pakar Unpa Ini Sisi Positif dan Negatif dari Permainan Lato-Lato.jpg

“Ini juga momentum terbaik untuk membangun ‘growth mindset’ dengan penekanan bahwa proses itu pending, tidak ada sukses instan, dan berlatih akan membawa hasil,” ujar Hery, sebagaimana dikutip dari Unpad.ac.id (9/1/2023).

Kemudian ia memaparkan secara detail dampak positif lainnya dari permainan cracker ball ini yang terdiri dari:

  • Mendorong interaksi sosial dengan bermain bersama yang lebih seru dibandingkan jadi generasi ‘rebahan’
  • Dapat menjadi lahan positif untuk membangun konsep diri yang baik ketika menunjukkan kemampuannya dengan lato-lato secara mahir kepada teman-temannya
  • Karena fenomena Fear of Missing Out, sesuatu yang menjadi viral jadi berusaha dikejar oleh generasi Z sehingga mereka berlomba-lomba dan karena ini permainan lato-lato maka membantu bangkitnya permainnan tradisional non-teknologi.
  • Mendorong kreativitas untuk mengembangkan permainannya jadi lebih seru
  • Dapat mendorong hubungan sosial antara orangtua dan anak ketika bermain lato-lato bersama
  • Menjadi potensi panjat sosial atau pansos di media sosial tapi turut mendorong bangkitnya permainan tradisional.
  • Menjadi stress healing bagi anak serta mengalihkan energi mereka ke permainan lato-lato
  • Mendorong ekonomi dengan para penjual lato-lato yang banyak meraih pundi-pundi rupiah dari meningkatnya penjualan.

[Baca Juga: Inilah 4 Bahaya Jika Tidur Dekat Ponsel]

Tentu saja dengan sesuatu yang viral seperti ini dan bersifat berlebihan, lato-lato juga bisa berdampak negatif. Bila menarik benang merahnya, clacker ball sendiri sudah dilarang peredarannya di Amerika Serikat akibat di tahun 1970-80an banyak anak-anak yang terluka akibat memainkannya dan saat ini kondisi tersebut sudah terjadi di Tanah Air. Sebut saja kejadian pada 10 Januari 2023 kemarin di Sukabumi ketika anak usia lima tahun terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat bibir robek terkena lato-lato temannya. Hal ini turut diamini oleh pakar Unpad. “Sehingga diperlukan fokus dan konsentrasi penuh dalam memainkan, agar tidak membahayakan pemain maupun teman-teman disekitarnya,” tambahnya

Selain itu, lato-lato juga dianggap sebagai polusi suara, contohnya salah satu dokter di Indonesia mengunggah kicauan di Twitter pada tanggal 8 Januari 2023. Di mana dokter itu menjelaskan bahwa ada pasien yang membawa anak dan terus bermain lato-lato di rumah sakit yang sangat menganggu pasien serta dokter lainnya. Bahkan dokter itu menyebut, suaranya masuk ke dalam poli tempatnya praktek sehingga sulit menjelaskan diagnosa penyakit kepada pasien akibat terganggu konsentrasinya.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.