Pameran Bertajuk “Wening” Dari Seniman Asal Batang

Hobi dan Hiburan

Pameran Bertajuk “Wening” Dari Seniman Asal Batang

Abdullah Ibnu Thalhah seniman asal Batang menggelar pameran tunggal seni rupa bertajuk “Wening” hingga 9 Januari 2022 mendatang di Kedai Joglomberan di Jalan Dr Sutomo Kabupaten Batang. Abdullah Ibnu Thalhah sebagai dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) UIN Walisongo Semarang memamerkan 50 karya berupa kartun dan ilustrasiyang dapat dinikmati masyarakat umum. Demikian penelusuran tim Redaksi PingPoint.co.id, Rabu (5/1/2022) di laman instagram abdullah.ibnuthalhah.

Pameran bertajuk “Wening” yang berarti bening dikuratori oleh M Rahman Athian yang sekaligus Dosen Seni Rupa Unnes Semarang. Menurut M Rahman Athian dari diskusi sederhana dengan Thalhah akhirnya dipilih kata “Wening” untuk mewakili bening. Maksud M Rahman Athian adalah upaya berdialog dengan publik menggunakan pikiran yang bersih, tidak untuk mencari pembenaran atas dirinya, bukan pula umpatan untuk menghakimi, namun justru untuk menemukan diri sendiri dan menaikkan nilai diri lebih baik.

Pameran Bertajuk “Wening” Dari Seniman Asal Batang

Jadi makna bercermin adalah untuk mengetahui siapa diri kita, bukan serta merta merefleksikan bayangan x-x aksen. Namun lebih jauh, kita dapat melihat diri kita dari masalah sosial, politik, yang ada di sekitar kita. “Pameran Wening ini adalah sebuah perjalanan cinta yang di dalamnya terdapat cermin yang bening. Melalui karya seni kartunal yang lucu, penuh canda, kritis, sampai satir untuk kita bercermin dan memahami siapa kita,” ucap M Rahman Athian.

Di sisi lain, menurut Thalhah biasa disapa menjelaskan tema pameran “Wening” yaitu bening yang mana bila air bening tentu berfaedah sebagai kebutuhan manusia dari minum, masak, wudhu, dan sebagainya. Kemudian air bening juga dapat digunakan sebagai cermin. Dari bercermin dapat menemukan kekurangan bahkan kelebihan. Kita bercermin maka akan menemukan hakikat diri.

Thalhah juga mengakui tema pameran “Wening” mengajak Pointers sebagai penikmat karyanya untuk bercermin melihat kondisi bangsa. Sebab karya- karya yang ditampilkan di pameran Wening memang berisi kritik sosial. Hal itu lumrah lantaran bagian dari hasil kerja seniman dalam mengolah kepekaan sosial baik persoalan ekonomi, lingkungan, dan politik. Seabrek persoalan tadi direspon secara estetik yang dituangkan dalam karya. “Pameran ini bagian dari ajakan ke masyarakat untuk merefleksi dan mencari jati diri melalui karya seni. Karya itu digunakan sebagai alat kritik atau masukan kepada penguasa,” imbuh Thalhah.

Pameran Bertajuk “Wening” Dari Seniman Asal Batang

Salah satu karya lukisanThalhah yang ditampilkan di pameran “Wening” berjudul “Kemanusian.” Lukisan ini sangat menyentil kemanusian kita. Citraan empat bayi manusia menyusu pada puting anjing. Lukisan ini menggambarkan diri anjing bisa lebih manusiawi daripada manusia. Kadang manusia saling menyakiti sesama dengan dalih apa pun, baik dalih ekonomi, politik, bahkan dalih agama. Kadang kita dikejutkan kabar orang tua yang rela membuang anaknya dan sebagainya, sungguh miris. Jadi bisa disimpulkan lukisan berjudul “Kemanusian” ini sangat mengusik rasa kemanusian kita, termasuk membuat kita bertanya benarkah manusia masih memiliki kemanusian yang sesungguhnya.

Pameran Bertajuk “Wening” Dari Seniman Asal Batang

Untuk karya lukisan lain yang berjudul “Democrazy” dengan cerdas Thalhah menggambarkan betapa lucunya polah dan tingkah kita yang sangat mudah terprovokasi emosi sesaat. Di karya ini digambarkan berbagai pemuka agama berada di tengah lautan massa yang chaos. Lucunya wajah dari para pemuka berbagai agama digambarkan bukan ketakutan, tapi justru keheranan. Para pemuka agama sudah mengajarkan agama yang toleran, berbuat baik dengan sesama dan menghormati kebhinekaan.

Namun, umat beragama tetap menganggap agamanya yang paling benar. Pemahaman agama paling benar yang mestinya dipahami secara internal, dipaksakan menjadi kebenaran umum. Sehingga yang lain dianggap salah. Apalagi jika agama dipolitisasi supaya mereka gaduh dan berkelahi satu sama lain. Tindakan tersebut sangat melukai para pemuka agama mereka sendiri.

Pameran Bertajuk “Wening” Dari Seniman Asal Batang

Selain pameran tunggal bertajuk Wening, Thalhah juga mengadakanWorkshop Kartun+ Ilustrasi “Ciptakan Kartunmu, Jadilah Diri Sendiri” pada hari terakhir pameran, Minggu (9/1/2022) pukul 13.00 di lokasi yang sama dengan lokasi pameran. Adapun ketentuan untuk menjadi peserta workshop adalah sebagai berikut:

  1. Membawa alat gambar (bisa cat air, pensil warna, dan drawing pen)
  2. Membayar kontribusi @25.000 (untuk art paper+ coffee break)
  3. Dibatasi untuk satu kelas saja (30 peserta)
  4. Pendaftaran WA, Sigit Purnomo di 0856 4355 1551

Sementara itu, hal menarik lain dari pameran Wening yakni pameran dilakukan di kedai kopi kecil Joglomberan di Kabupaten Batang. Thalhah ingin memberi pesan kepada seniman agar lebih banyak lagi memanfaatkan ruang- ruang serupa untuk menampilkan karya. Seniman Batang dapat berkolaboratif membangun kesenian dan kebudayaan di kota kecil ini. Sebab pameran seni rupa merupakan barang mahal di Kabupaten Batang lantaran jarang dilakukan apalagi di kedai kopi.

Pameran Bertajuk “Wening” Dari Seniman Asal Batang

Hal senada juga disampaikan Sohirin sebagai pemilik Kedai Joglomberan. Sohirin mengatakan sudah lama kagum dengan karya Thalhah dan menginginkan karya Thalhah dipamerkan di kedai yang baru dirintis Sohirin selama setahun. Kedai Joglomberan kental dengan nuansa vintage dan berkonsep outdoor ternyata diberi kesempatan tak terduga yaitu menjadi tempat pameran tunggal seni rupa bertajuk “Wening” karya Thalhah. Kedai Joglomberan buka setiap hari pukul 16.00- 22.00 WIB.

Pelaksanaan pameran seni rupa di kedai kopi, Sohirin menilai bagian dari spirit mendorong karya seni rupa dapat diakses secara mudah bagi semua kalangan. Ternyata tak hanya dinikmati saja bahkan kalau perlu dibicarakan dan didiskusikan. “Biasanya karya seni rupa identik dengan pameran galeri, di sini pameran dapat dilakukan di kedai kopi. Tentu saja secara pribadi merasa surprise, ide pameran ini juga datang dari Mas Thalhah yang secara tulus ingin pameran di Joglomberan,” tandas Sohirin.


Read More

Kedai Joglomberan

Coffee shop

081325692121
None

Artikel Lainnya

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi.jpg

Bisnis

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi

18 January 2022, 16:06

Walau menjelang perayaan Imlek 2022, pengrajin barongsai di Kota Tangerang mengaku kesulitan menjual produknya akibat pandemi COVID-19.

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu .jpg

Pendidikan

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu

18 January 2022, 15:01

SMPN 6 Yogyakarta menghadirkan tugu khusus dengan tujuan menggaungkan budaya literasi di sekolahnya.

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun.jpg

Pendidikan

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun

18 January 2022, 14:02

Dengan tujuan semakin mendorong geliat minat baca di Ibu Kota, program tantangan Baca Jakarta di tahun 2022 ini siap digelar lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad.jpg

Pendidikan

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad

18 January 2022, 13:03

Mendikbudristek Nadiem pada pekan ini berkunjung ke Unpad untuk membahas mengenai penerapan program MBKM di universitas negeri tersebut.


Comments


Please Login to leave a comment.