Pameran Dunia Dalam Berita Tawarkan Sejarah Seni Rupa Indonesia

Berita Kawasan

Pameran Dunia Dalam Berita Tawarkan Sejarah Seni Rupa Indonesia

Sejarah merupakan hal yang penting bagi suatu proses di masa mendatang. Maka, pameran bertajuk Dunia dalam Berita hadir di Museum Macan yang telah berdiri sejak tahun 2017, guna menawarkan pemahaman sejarah perkembangan seni rupa Indonesia dari masa sebelum dan sesudah Reformasi 1998.

Sepuluh perupa legendaris Indonesia turut memamerkan karyanya pada pameran Dunia dalam Berita. Karya-karya perupa yang terdiri dari, Agus Suwage, FX Harsono, Heri Dono, Krisna Murti, S. Teddy D, Tisna Sanjaya, Taring Padi, Mella Jaarsma, I Nyoman Masriadi, dan I GAK Murniasih, juga membahas pergolakan politik menjelang dan setelah reformasi.

[Baca Juga: Museum Sejarah Jakarta Gelar Pameran Foto Sejarah Islam di Australia]

Pemilihan tema pameran Dunia dalam Berita sendiri terinspirasi dari program berita populer TVRI pada masanya yang telah ditayangkan sejak 1973.

Kurasi karya untuk ditampilkan dalam pameran berfokus pada dua peristiwa penting dalam perkembangan seni kontemporer di Indonesia, yakni dampak transisi dari era orde baru ke Reformasi pada sekelompok perupa pada medio 1990-an hingga awal 2000-an serta adanya pengaruh kultur pop di Indonesia, yang lahir berkat demokrasitasi media dan visual.

[Baca Juga: Indonesia Raih 4 Penghargaan di Pameran Bahari Adex 2019 Singapura]

Selain menawarkan sejarah perkembangan seni rupa Indonesia, pameran ini merupakan sebuah bentuk implementasi para perupa dalam melihat dunia lewat pemberitaan dan media massa. Sebab, pada masa sebelum Reformasi, produk media dikontrol secara ketat oleh pemerintah.

Para perupa memilih menuangkan karyanya dengan cara masing-masing. Salah satunya ialah karya Krisna Murti bertajuk Makanan Tidak Mengenal Ras. Karya ini memiliki interior bernuansa pink dengan 12 toilet yang didalamnya terdapat 12 gambar bergerak jenis makanan Indonesia, mulai dari ronde hingga pecel lele.

[Baca Juga: Kunjungi Pameran di Museum Seni Rupa dan Keramik]

Krisna ingin menjelaskan bahwa makanan dalam wacana kuliner ialah hanya perkara menggoyang lidah dan ramsum perut, bukanlah mencari-cari alasan sentimen rasa atau etnik tertentu.

Jika Anda belum sempat mengunjungi Museum Macan, sebaiknya persiapkan waktu luang untuk singgah lantaran karya dari 10 perupa kontemporer kenamaan Indonesia ini bakal dipamerkan sampai 21 Juli mendatang,

Read More

Artikel Lainnya

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

Bisnis

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

29 October 2020, 18:06

Ideafest yang diselenggarakan secara virtual pada 5-15 November 2020 ini dapat memantik ide, kreativitas, dan inovasi pelaku usaha pada masa pandemi.

3 Film Indonesia Meraih Penghargaan Asian Academy Creative Awards 2020

Hobi dan Hiburan

3 Film Indonesia Meraih Penghargaan Asian Academy Creative Awards 2020

29 October 2020, 15:05

Dari ketiga film tersebut, Viu mendapatkan 14 gelar Juara Nasional dari 40 kategori, sehingga berhak mengikuti babak internasional pada bulan Desember .

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

Pendidikan

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

29 October 2020, 10:55

Universitas Multimedia Nusantara mengembangkan prototipe aplikasi koreksi penulisan dalam bahasa Indonesia bernama U-Tapis.

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

Hobi dan Hiburan

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

28 October 2020, 16:31

Melalui pameran itu, tidak hanya ketokohannya karya-karya Affandi yang luar biasa juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak seniman.


Comments


Please Login to leave a comment.