Pandemi COVID-19, Momentum Orangtua Memahami Tantangan KBM

Pendidikan

Pandemi COVID-19, Momentum Orangtua Memahami Tantangan KBM

Virus SARS-CoV-2 kian merebak di tanah air. Pemerintah terus melaporkan perkembangan pandemi COVID-19 setiap harinya melalui situs covid19.go.id. HIngga Rabu (27/5/2020) kemarin, tercatat sebanyak 23.851 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Ada pun pasien penyintas berjumlah 6.057 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak 1.473 jiwa.

Selain sektor kesehatan dan ekonomi, sektor pendidikan pun kena imbas pandemi. Nyaris tiga bulan belakangan ini kegiatan belajar mengajar di sekolah ditiadakan, beraling ke format daring (dalam jaringan). Terlepas dari segala dampak negatif yang disebabkan, nyatanya ada berkah tersembunyi dibalik pandemi.

Pasalnya, fenomena ini bisa dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran para orangtua murid tentang beragam tantangan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilalui para guru agar sang anak dapat memahami pelajaran dengan baik.

Pandemi COVID-19, Momentum Orangtua Memahami Tantangan KBM

Dalam keterangan resmi yang diterima PingPoint.co.id, Sampoerna Academy menekankan tentang pentingnya sinergi antara guru, anak dan peranan orangtua dalam menemukan gaya belajar anak untuk mengoptimalkan keberhasilannya dalam pelajaran. Untuk mendukung itu, sekolah pelopor metode STEAM (science, technology, engineering dan mathematic) ini berkolaborasi dengan penyanyi kenamaan Gisella Anastasia dan buah hatinya Gempi.

Kolaborasi ini direalisasikan dalam bentuk konten digital. Maksudnya, Sampoerna Academy dan Gisel, menggelar virtual gathering sebagai sarana mengajak lebih banyak lagi para orangtua murid untuk mau berperan aktif dalam proses KBM daring, khususnya untuk meningkatkan kesadaran soal gaya belajar anak agar kegiatan KBM dapat lebih efektif.

[Baca Juga: Ini Cara Temani Anak Belajar di Rumah dengan Nyaman]

Selaras itu, Direktur Sampoerna Academy, Mustafa Guvercin turut menyampaikan capaian keberhasilan KBM virtual. Dia mengklaim telah mencapai angka 90 persen mengenai rasio partisipasi siswa selama diadakannya KBM daring.

“Kami percaya setiap anak adalah unik dan membutuhkan pendekatan yang berbeda satu dengan lainnya. Kami selalu berkomitmen agar masing-masing anak mendapatkan pengajaran yang optimal. Untuk itu, kami ingin mengajak lebih banyak orangtua untuk dapat memahami pentingnya sinergi ini agar mereka dapat berpartisipasi aktif, terutama dalam masa virtual schooling,” tuturnya.

Pandemi COVID-19, Momentum Orangtua Memahami Tantangan KBM

Lebih lanjut dia merinci, selama lebih dari dua bulan diselenggarakannya virtual schooling, tingkat kehadiran siswa terjaga dengan efektif yang ditunjukan dengan persentase tingkat kehadiran sebesar 88,87 persen. Selain itu para siswa pun terus terlibat secara aktif melalui berbagai tugas yang diberikan dengan tingkat penyelesaian tugas sebesar 99,3 persen. Keseluruhan kegiatan belajar mengajar ini pun dinilai efektif oleh para orangtua; 97 persen orangtua merasa puas dengan kegiatan belajar mengajar anaknya. Tingkat persetujuan belajar dari para orangtua pun mencapai angka 81 persen.

“Kami berharap sinergi antara orangtua, guru dan anak akan terus menjadi The New Normal untuk dapat terus menghadirkan kegiatan belajar mengajar yang semakin efektif, sehingga menghasilkan anak-anak yang berhasil, baik secara akademis maupun secara karakter,” tandas dia.

Pengalaman Berharga

Sementara itu, Gisella yang juga selaku orangtua murid mengaku dapat pengalaman berharga selama menemani anaknya, Gempi, saat menjalani proses KBM daring dari rumah. Keikutsertaannya dalam KBM, disebut Gisell, membuat dirinya lebih mengapresiasi tenaga pengajar dalam mengemban tugasnya. Selain itu, peran aktif tersebut juga semakin membuat dirinya mengenal Gempi lebih dalam, utamanya dalam hal belajar.

“Dan dengan mengetahui gaya belajar Gempi yang lebih menyukai kegiatan belajar yang berhubungan dengan seni dan sensorial saya dapat mendukung kegiatan belajar mengajar yang saat ini dilakukan melalui virtual schooling. Kegiatan belajar jadi lebih menyenangkan bagi anak dan tetap efektif dengan adanya peranan aktif saya sebagai orangtua untuk bisa berkolaborasi dengan para guru,” ucap Gisell.

[Baca Juga: Belajar Mengubah Pola Pikiran Destruktif di Rumah]

Menekankan pentingnya memahami gaya belajar anak, Psikolog Jovita Maria Ferliana menuturkan, dengan memahami gaya belajar spesifik dari sang anak, akan memudahkan kita untuk mendukung mereka menerima dan menangkap pelajaran. Dia menambahkan, sering menghabiskan waktu bersama anak secara tidak langsung dapat memahami gaya belajar sang anak.

Selain itu, sambung dia, perlu juga bagi orangtua untuk menanyakan kesulitan yang dihadapi dan juga melakukan komunikasi dengan guru, selaku tenaga pendidik yang sehari-hari mengajarkan anak secara langsung. “Ada banyak gaya belajar anak, mulai dari gaya belajar auditori, visual, hingga kinestetik. Anak yang punya gaya belajar kinestetik akan lebih menyukai aktivitas pembelajaran yang aktif, bergerak, lewat sebuah permainan, berbeda dengan gaya belajar anak auditori yang lebih menyukai ketenangan,” jelasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.

Program PHINLA Sukses Bantu Pemprov DKI Jakarta Kelola Sampah .jpg

Berita Kawasan

Program PHINLA Sukses Bantu Pemprov DKI Jakarta Kelola Sampah

02 February 2023, 11:33

Baru-baru ini WVI serta DCA menggelar seminar yang didukung pemerintah terkait bagaimana program PHINLA sukses membantu pengelolaan sampah di Ibu Kota.

Karang Taruna Ratujaya Depok Adakan Festival BBM untuk Pembangunan Masjid

Berita Kawasan

Karang Taruna Ratujaya Depok Adakan Festival untuk Pembangunan Masjid

01 February 2023, 16:19

Festival BBM tersebut telah digelar oleh Katar RW 04 Ratujaya pada Sabtu, 28 Januari 2023 lalu.


Comments


Please Login to leave a comment.