padi organikOK2.jpg

Properti dan Solusi

Panen Padi, Muhammadiyah Jateng Ajak Beralih ke Pola Tanam Organik.

Kesadaran akan gaya hidup sehat semakin meningkat seiring dengan situasi pandemi yang masih melanda dunia saat ini. Situasi ini menuntut kita untuk lebih memperhatikan kesehatan khususnya dalam hal meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi makanan organik yang merupakan superfood bernutrisi tinggi serta berkualitas yang dipercaya bisa meningkatkan imunitas tubuh.

Salah satu makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah nasi. Nasi yang berasal dari tanaman padi ini biasanya menggunakan pupuk kimia dalam proses tanamnya sehingga berbahaya bagi tubuh. Namun saat ini ada sebagian masyarakat yang sadar akan bahaya pupuk kimia, sehingga lebih memilih untuk menanam jenis beras organik yang tidak mengandung zat kimia berbahaya. Keunggulan beras organik ini adalah memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang tinggi dengan kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinnya yang mudah terurai, sehingga aman dan sangat baik dikonsumsi penderita diabetes.

padi organikOK3.jpg

Baru-baru ini Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr KH Tafsir melakukan panen pertama padi organiknya yang berlokasi di Wonolopo Integrated Farm, Mijen Semarang. Lahan seluas 3,3 hektare yang digunakan untuk menanam padi organik tersebut adalah milik PWM Jawa Tengah di Wonolopo, Mijen. Lahan tersebut dikelola oleh Majelis Wakaf dan Kehartabendaan (MWK) dan Wonolopo Waqf Integrated Farm (WQIF). Tak hanya digunakan sebagai agro wisata saja, lahan ini juga digunakan untuk café, budidaya rumput, kolam ikan, persawahan dan peternakan.

[Baca Juga: Urban Farming di BKB Petamburan Panen 25kg Kacang Panjang]

"Alhamdulillah selain dimanfaatkan untuk Agro Wisata, Wonolopo Waqf Integrated Farm (WQIF), memberdayakan arena ini sebagai area kafe, budidaya rumput odot, kolam ikan dan peternakan, serta persawahan seluas sekitar 10.000 meter persegi yang ditanami padi organik," ujar Tafsir dalam keterangan tertulis yang diterima Pingpoint.co.id (2/8/2021).

Tafsir mengungkapkan jika padi organik di lahan ini bisa dipanen setiap empat bulan sekali. Dalam satu kali panen, padi organik yang dihasilkan bisa mencapai 8 ton padi basah atau setara dengan 4.8 ton beras. Untuk menghasilkan padi organik yang berkualitas, pupuk yang digunakan juga harus berkualitas. Padi ini hanya diberi pupuk organik yang terbuat dari kotoran ternak dan biomik serta pupuk pestisida yang terbuat dari susu, micin, herbal dan bimomic. Tak ketinggalan penambahan herbal seperti kenikir dan rondooleh bisa menghasilkan beras yang berkualitas dan bergizi tinggi.

Tafsir berujar jika padi organik yang ditanam ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat di masa pandemi. ”Padi yang kami tanam ini diolah secara organik, sehingga Insya Allah padi yang kita panen hari ini menghasilkan padi yang sehat dan berkualitas. Pengolahan padi secara organik ini merupakan bagian dari pemberdayaan Muhammadiyah untuk masyarakat petani”, tambah pria asal Banjarnegara ini.

padi organikOK.jpg

Herdiyanto selaku Ketua MWK PWM Jateng berharap agar masyarakat dapat mengubah pola konsumsi beras biasa menjadi beras organik karena memiliki kualitas yang lebih baik daripada beras biasa. ”Mari kita ikuti pola tanam ini, dengan menggunakan pupuk organik. Karena selain biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dan menghasilkan beras yang berkualitas, juga bisa memaksimalkan manfaat dari kotoran hewan ternak,” terang Herdiyanto.

[Baca Juga: Teknologi IoT Mudahkan Kontrol Tanaman di Balkot Farm]

Lahan yang digunakan untuk menanam padi organik ini adalah lahan milik Muhammadiyah Jawa Tengah yang memang direncanakan untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. Menurut Pengelola Wonolopo Waqf Integrated Farm (WQIF) Judi Artho Kusumo, Pertanian dan Peternakan Terpadu Wonolopo Mijen Semarang telah melakukan panen padi organik yang berkualitas dengan keunggulan lebih sehat dan biaya produksi yang murah. Dari pengalaman tersebut, Judi menyimpulkan jika pemakaian pupuk organik dapat sekaligus menjawab permasalahan para petani tentang mahalnya harga pupuk di pasaran.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.