Pantauan Vaksinasi Tenaga Medis di Tangerang Selatan

Kesehatan

Pantauan Vaksinasi Tenaga Medis di Tangerang Selatan

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie memantau vaksinasi COVID-19 periode pertama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas Setu Tangsel pekan lalu. untuk vaksinasi tahap pertama, Pemkot memprioritaskan tenaga medis. "Pemberian vaksin COVID-19 tahap pertama yang ditujukan untuk tenaga kesehatan. Tadi, saya melihat di Puskesmas Setu, sekarang di RSUD," terangnya seperti diberitakan tangerangselatankota.go.id (18/1/2021).

Ia menjelaskan, Pemkot menerima 8.920 vaksin yang akan digunakan untuk vaksinasi petugas medis se-Tangsel. Proses pendaftaran vaksinasi ada empat alur. Meja pertama, calon penerima vaksin yang mendapatkan short message service atau SMS yang sudah mendaftar melalui aplikasi, melakukan registrasi dan pencatatan.

Pantauan Vaksinasi Tenaga Medis di Tangerang Selatan

Setelah selesai, sambungnya, masuk ke meja dua untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan kepada calon penerima vaksin. Apakah ada penyakit yang diderita seperti diabetes atau darah tinggi. Setelah dicek kesehatannya normal dilanjutkan ke meja ketiga untuk dilakukan penyuntikkan vaksin. "Tahapan di meja ketiga, tetap diperiksa kembali tensi darah dan kadar oksigen di darah. Setelah semuanya dinyatakan aman, penyuntikkan vaksin dilakukan," terangnya.

Ia melanjutkan setelah penyuntikkan vaksin, tahap terakhir di meja keempat. Calon penerima vaksin menunggu selama 30 menit. Apakah ada reaksi spontan setelah vaksinasi seperti mual, pusing atau alergi. Apabila penerima vaksin muncul reaksi tersebut, akan dilakukan penanganan lebih lanjut. "Bila kondisi penerima vaksin stabil, diperbolehkan pulang," katanya.

[Baca Juga: Kepala Daerah se-Banten Terima Vaksin COVID-19 Duluan]

Benyamin menyatakan vaksinasi tahap pertama ini, mudah-mudahan bisa berjalan lancar. Seluruh tenaga medis se-Tangsel sepenuhnya tervaksinasi. "Petugas vaksinasi ada 33 orang yang sudah dilatih, mudah-mudahan vaksinasi berjalan lancar. Setelah tenaga medis tervaksinasi, tahap selanjutnya vaksinasi ke masyarakat," tandasnya

Sebelumnya, tenaga kesehatan yang ditugaskan sebagai vaksinator mengikuti pelatihan dari Kementerian Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Deden Deni menjelaskan, "Jadwalnya tanggal 14 Januari 2021, kami (Tangsel) sudah mulai vaksinasi. Makanya ini pelatihannya dipercepat, dua hari pelatihannya lewat Zoom dari Kemenkes."

Pantauan Vaksinasi Tenaga Medis di Tangerang Selatan

Adapun vaksinasi COVID-19 tahap pertama akan menyasar tenaga kesehatan. Sudah ada sekitar 9.760 peserta vaksinasi yang terdaftar dari 12.000 tenaga medis di Tangerang Selatan. Deden menyebutkan bahwa jumlah tenaga kesehatan di wilayah Tangerang Selatan yang menjadi peserta vaksinasi COVID-19 itu masih akan bertambah. "Total data tenaga kesehatan yang ada di kami itu yang terdaftar itu ada 12.000-an, tetapi yang mendaftar untuk vaksinasi baru 9.760 sekian," kata Deden.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramuji menjelaskan, pada tahap pertama, vaksin COVID-19 diperuntukan bagi tenaga kesehatan di Banten yang jumlahnya kurang lebih 43.000 orang. Menurut Ati, proses vaksinasi untuk seluruh tenaga medis tersebut akan berlangsung hingga April 2021.

[Baca Juga: Pemberian Vaksin Pertama di Tangerang Selatan 14 Januari 2021]

Ati menyebutkan, tidak ada wilayah khusus yang diprioritaskan dalam proses vaksinasi, meski ada kabupaten/kota yang masuk kategori zona merah COVID-19. Dia menegaskan bahwa seluruh tenaga medis di Banten yang sudah terdata sebelumnya dipastikan akan menjalani vaksinasi. "Semua tenaga kesehatan di Banten prioritas mendapatkan vaksin. Target seluruh tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan kesehatan dilakukan vaksinasi," ujar Ati.

Adapun vaksinasi tahap kedua di wilayah Banten akan dilakukan terhadap 250.000 petugas pelayanan publik, sedangkan tahap ketiga diperuntukkan bagi peserta BPJS dan JKN yang ada di Banten. Namun, tidak seluruh peserta BPJS dan JKN akan terdaftar sebagai peserta vaksinasi. Terdapat kelompok peserta yang dikecualikan, seperti wanita hamil, warga dengan komorbid, dan lansia. "Yang divaksinasi sekitar 1,5 juta. Karena tidak semua (penduduk) divaksin. Anak-anak dan di atas 60 tahun tidak," pungkasnya.

Read More

Artikel Lainnya

Berhasil Kendalikan Covid-19, Kabupaten Bogor Ditetapkan Sebagai Zona Orange.jpg

Berita Kawasan

Berhasil Kendalikan COVID-19, Kabupaten Bogor Masuk Zona Oranye

04 March 2021, 19:03

Pemprov Jawa Barat menetapkan Kabupaten Bogor ke dalam 17 Kabupaten/Kota yang masuk ke dalam Zona Resiko Sedang atau oranye.

Aksi Tanggap Bencana, Toyota Serahkan Donasi Rp1,25 Miliar Untuk PMI

Bisnis

Aksi Tanggap Bencana, Toyota Serahkan Donasi Rp1,25 Miliar Untuk PMI

04 March 2021, 18:51

Dana yang diberikan kepada PMI akan dikelola untuk kebutuhan masyarakat yang menjadi korban bencana alam.

RS Lapangan Beroperasi Harapan Kota Bogor yang Kritis

Kesehatan

Bagor Baru Terima 69.570 Dosis Vaksin COVID-19

04 March 2021, 18:02

Kegiatan vaksinasi massal tahap kedua di Kota Bogor yang menyasar pelayanan publik sedang berlangsung. Dari target 86.143 orang, Pemkot baru menerima 69.570 dosis vaksin COVID-19.

Mutasi Virus SARS-CoV-2 yang Lebih Menular Ditemukan di Indonesia

Kesehatan

Singgung Mutasi Baru COVID-19, Ganjar Minta Warga Jateng Tetap Tenang

04 March 2021, 17:31

Meskipun sudah mendapatkan vaksin, warga diminta untuk tetap menaati protokol kesehatan karena itu sangat penting untuk mengantisipasi virus ini.


Comments


Please Login to leave a comment.