ads
1.jpg

Berita Kawasan

Pasar Senen, Pasar Tertua di Jakarta

Bagi warga Jakarta, Pasar Senen bukanlah tempat yang asing. Namanya sudah melegenda ratusan tahun di telinga warga Jakarta. Selain sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli di Jakarta Pusat, Pasar Senen merupakan salah satu pasar bersejarah yang ada di Kota Jakarta. Bila ingin mengetahui sejarah Pasar Senen, maka Anda perlu mengulasnya dari mulai abad ke-18. Berdasarkan banyak catatan, pembangunan pasar ini disebut bersamaan dengan waktu didirikannya Pasar Tanah Abang yaitu pada 30 Agustus 1733 .

Saat itu, wilayah Jakarta Pusat yang masih bernama Batavia berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Pasar Senen dibangun di lahan milik seorang anggota Dewan Hindia, Corrnelis Chastelein yang menunjuk arsitek bernama Yustinus Vinck untuk memimpin pengembangan pusat jual-beli tersebut.

Vinck pun memulai proyek pembangunan pasar tersebut pada 30 Agustus 1735, saat itu namanya Pasar Senen masih belum terbentuk dan menggunakan nama Vinck Passer yang sesuai dengan nama sang arsitek. Namun, seiring perkembangan pasar tersebut, lambat laun kata “Snees” pun muncul karena aktivitas perdagangan di pasar tersebut hanya berlangsung pada hari Senin saja serta didominasi oleh warga dari etnis Tionghoa.

Mulai dari itu, akhirnya ketika semakin berkembang, nama Senen mengganti nama pasar tersebut. Namun, pada 1766, Pasar Senen kembali terjadi perubahan. Pasar yang awalnya ramai dengan aktivitas jual beli pada hari Senen, mulai ramai dikunjungi di hari lainnya.

Selain sebagai salah satu pasar tertua di Jakarta, Pasar Senen juga menyimpan banyak catatan sejarah daam kebangkitan kemerdekaan Indonesia. Pada era 1930-an, kawasan area Pasar Senen disebut sebagai lokasi yang menjadi titik temu para intelek muda dan juga para pejuang bawah tanah yang berasal dari STOVIA (School tot Opleiding van Inlandshce Artsen/Sekolah Pendidikan Dokter Hindia).

Para tokoh kemerdekaan itu kerap bertukar pikiran dan mulai membicarakan mengenai cita-cita membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Tokoh-tokoh inilah yang kemudian menjadi cikal bakal pergerakan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Sebut saja tokoh seperti Chairul Saleh, Soekarno, Adam Malik dan Mohammad Hatta. Mereka sedikit dari banyak tokoh yang menjadikan kawasan Pasar Senen sebagai lokasi pertemuan pergerakan. Nama Pasar Senen tetap ada meski saat itu perang dunia kedua pecah.

Selain kaum intelek, kawasan Pasar Senen juga menjadi saksi munculnya penyair era pujangga baru. Pada era penjajahan Jepang di Tanah Air hingga pasca-kemerdekaan Indonesia, Pasar Senen juga dipilih oleh para seniman di Jakarta untuk berkumpul hingga julukan “Seniman Senen” pun muncul.

Memasuki era tahun 1970-an hingga 1990-an, wajah Pasar Senen pun terus mengalami perubahan. Pasar Senen tumbuh menjadi pusat perdagangan dan ekonomi serta hiburan. Salah satu buktinya ketika berdirinya gedung bioskop Rex dan Grand.

Perkembangan Pasar Senen juga tidak bisa dilepas dengan peran Gubernur Ali Sadikin. Ketika masih menjadi orang nomor satu di Jakarta, Ali mencetuskan Proyek Senen yang memicu munculnya gedung parkir melingkar ikonik yang ada di Pasar Senen. Gedung parkir ini diklaim sebagai gedung parkir pertama yang saat itu ada di Jakarta.

Namun akibat kerusuhan 98 dan semakin terkenalnya Plaza Atrium, nama Pasar Senen mulai tenggelam oleh zaman. Usaha untuk mengubah wajah Pasar Senen dimulai pada 2011 dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Pasar Senen bagian utara dengan Plaza Atrium.

Insiden besar menimpa Pasar Senen pada 25 April 2014. Saat itu si jago merah melahap Blok III Proyek Pasar Senen dan menghanguskan sebagian besar kios-kios yang ada di sana. Beberapa tahun kemudian kebakaran pun kembali menimpa Pasar Senen pada 19 Januari 2017.

Pasar Senen Blok III pun akhirnya melalui proses renovasi dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada 29 Desember 2018. Walau pernah mengalami musibah hingga beberapa kali perubahan, nama Pasar Senen hingga saat ini tetap dekat di hati masyarakat Jakarta dari sisi sejarahnya.

Read More

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

5 Manfaat Markisa untuk Kesehatan tubuh

Kesehatan

5 Manfaat Markisa untuk Kesehatan Tubuh

21 April 2019, 12:00  |  9 Views

Walaupun wujudnya unik tak seperti buah lainnya, markisa mengandung banyak manfaat lho. Berikut manfaat markisa untuk kesehatan.

Wakil Wali Kota Bekasi Motivasi Masyarakat Peduli Terhadap Sampah

Berita Kawasan

Wakil Wali Kota Bekasi Motivasi Warga Peduli Terhadap Sampah

21 April 2019, 14:00  |  4 Views

Dalam Diskusi Kota Bekasi Bersih, Wakil Wali Kota Bekasi berikan motivasi warga untuk peduli mengelola sampah.

Museum Sejarah Jakarta Gelar Pameran Foto Sejarah Islam di Australia

Berita Kawasan

Museum Sejarah Jakarta Gelar Pameran Foto Sejarah Islam di Australia

21 April 2019, 10:00  |  6 Views

Pameran foto kisah panjang Islam di Australia digelar di Museum Sejarah Jakarta hingga 30 April 2019.

Agar Larangan Kantong Plastik Tidak Jadi Bumerang

Berita Kawasan

Agar Larangan Kantong Plastik Tidak Jadi Bumerang

21 April 2019, 16:00  |  6 Views

Beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta mulai mendengungkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Apakah cara ini efektif mengurangi konsumsi plastik?


Comments


Please Login to leave a comment.

ads