Pastikan Tak Ada Cabai dengan Pewarna, Pemkot Jakarta Pusat Sidak Pasar .jpg

Bisnis

Pastikan Tak Ada Cabai dengan Pewarna, Pemkot Jakarta Pusat Sidak Pasar

Salah satu kabar yang viral dalam beberapa waktu terakhir di Tanah Air adalah penemuan polisi di Banyumas terkait cabai yang diwarnai dengan cat semprot agar cabai tersebut terlihat segar berwarna merah. Bahkan terdapat video yang viral di media sosial yang memperlihatkan bagaimana pelaku melakukan modusnya tersebut. Tentu saja kabar ini pun langsung menjadi buah bibir dan memicu kekhawatiran dari publik. Demi memastikan cabai yang beredar di wilayahnya aman, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat pun menggelar inspeksi mendadak atau sidak ke pasar.

Sidak ini digelar Pemkot Jakarta Pusat melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP). Di mana petugas Sudin KPKP Jakarta Pusat dikerahkan ke 12 pasar yang ada di wilayahnya untuk menguji cabai-cabai yang dijual di sana. Salah satu pasar yang disambangi petugas adalah Pasar Gondangdia dan setelah dicek cabai-cabainya di sini dinyatakan aman.

Pastikan Tak Ada Cabai dengan Pewarna, Pemkot Jakarta Pusat Sidak Pasar.jpg

“Kita merespons isu yang ada di media terkait adanya oknum yang memberikan pewarna pada cabai. Tadi saat kita monitor di pasar ini, kami tidak menemukan hal tersebut,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Sudin KPKP Jakarta Pusat Mujiati, sebagaimana dikutip dari pusat.jakarta.go.id (5/1/2021).

Untuk pengujiannya sendiri, petugas Sudin KPKP melakukan pengecekan organoleptik alias dengan pengujian menggunakan indera manusia tanpa uji laboratorium. Karena berdasarkan keterangan kepolisian yang menangani kasus cabai yang dicat ini, walau memiliki warna yang sama dengan cabai asli tapi bila digosok cabai yang diberikan cat semprot itu akan mengelupas warna merahnya.

[Baca Juga: Ini 6 Cara Mengatasi Sakit Perut Setelah Konsumsi Makanan Pedas]

Menurut Mujiati, bila memang ada yang dicurigai maka barulah sampel cabai tersebut dibawa ke laboratorium. Seperti yang dijelaskan, sidak ini tak hanya digelar di Pasar Gondangia saja tapi juga di 12 pasar lainnya. “Seperti di Pasar Benhil, Pasar Petojo Ilir, Pasar Johar Baru, Pasar Serdang, Pasar Rawasari,” imbuhnya.

Selain dari Sudik KPKP Jakarta Pusat, pada pekan ini Dinas KPKP DKI Jakarta juga sudah bergerak untuk mengecek sampel cabai-cabai yang tersebar di wilayah Ibu Kota. Di mana sampel itu diambil dari Pasar Tomang Barat, Ganefo, Pasar Laris, Pos Pengumben, Kalideres, Klender, Cempaka Putih, Johar Baru, dan Pasar Minggu. Pihak Dinas KPKP DKI Jakarta menguji cabai-cabai yang diambil tersebut dengan menyiram dan menyelupkannya ke cairan thinner dengan hasil sampel yang tak luntur.

“Kita ingin memastikan kalau cabai rawit merah yang beredar di Jakarta aman. Ada sembilan pasar tradisional yang kita ambil sampel cabai rawit merah,” tambah Plt Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati, sebagaimana dikutip dari republika.co.id (5/1/2021).

Read More

Artikel Lainnya

Sistem Kekebalan Penyintas COVID-19 Dapat Terus Meningkat dan Bertahan Lama

Kesehatan

Sistem Kekebalan Penyintas COVID-19 Dapat Terus Meningkat dan Bertahan Lama

23 January 2021, 20:08

Penemuan yang dipublikasikan di Nature ini, memberikan bukti terkuat bahwa sistem kekebalan tubuh dapat "mengingat" virus dan secara luar biasa terus meningkatkan kualitas antibodi.

Kenali Tipe Belajar Agar Anak Lebih Mudah Belajar di Rumah

Pendidikan

Kenali Tipe Belajar Agar Anak Lebih Mudah Belajar di Rumah

23 January 2021, 18:07

Gaya belajar pada dasarnya adalah kunci pengembangan dan kinerja diri. Gaya belajar membantu anak untuk dapat belajar secara efektif dan dapat memaksimalkan belajar.

Kelenteng Tertua di Bekasi Hok Lay Kiong Mulai Bersolek Sambut Imlek

Berita Kawasan

Kelenteng Tertua di Bekasi Hok Lay Kiong Mulai Bersolek Sambut Imlek

23 January 2021, 15:51

Sejumlah pedagang kebutuhan peribadatan penganut Konghucu pun sudah menggelar aneka hiasan dan kebutuhan untuk perayaan Imlek.

Bupati Malang Instruksikan Swab Massal untuk ASN

Kesehatan

Bupati Malang Instruksikan Swab Massal untuk ASN

22 January 2021, 18:09

Usai menjalani penetapan Bupati dan Wakil Bupati Malang terpilih, Sanusi menuturkan jika kebijakan swab massal ASN semata-mata untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.