omset-hewan-kurban.jpg

Bisnis

Pedagang di Medan Keluhkan Omzet Penjualan Hewan Kurban Menurun

Seminggu jelang Iduladha, pedagang hewan kurban mengeluhkan penjualan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Salah seorang penjual hewan kurban, Sofian Hadi (50) yang berjualan di Jalan Sempurna, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan mengaku mengalami penurunan omzet mencapai 50 persen.

Penurunan omzet diakibatkan oleh pandemi COVID-19 yang mengganggu perekonomian masyarakat sehingga membuat daya beli menjadi menurun.

Sebelum COVID-19 melanda, sebulan sebelum Idul Adha dirinya mampu menjual hingga 30 ekor kambing, namun hingga saat ini baru sekitar 10 kambing yang terjual.

"Omzetnya turun drastis. Padahal setiap tahun selalu ramai. Sebulan sebelum hari raya bisa separuh lebih dari stok terjual. Namun, ini turun, penurunan sudah terjadi sejak 2020 lalu," sebutnya kepada PingPoint.co.id, (13/7/2021).

Dia mengatakan, untuk ketersediaan hewan kurban sendiri masih mencukupi, baik saat dia membeli dari luar kota Medan maupun dari kota Medan sendiri. Sehingga tidak berpengaruh ke harga jual yang masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hewan KurbanOK.jpg

Untuk jenis kambing yang dia jual dengan harga yang bervariasi. Mulai dari harga Rp1,6 juta sampai Rp4,5 juta.

"Harga kambing yang kita jual bervariasi, kalau jenis Etawa yang paling murah itu Rp1.700.000 dan yang paling mahal Rp4.500.000, kalau untuk kambing jenis biri-biri yang paling murah itu Rp1.600.000 dan yang paling mahal Rp2.000.000," kata Sopian.

Dia mengaku tidak menaikkan harga dari tahun lalu. Lantaran dia tidak ingin mengambil untung yang besar, tetapi lebih baik penjualannya dapat habis. “Kalau sekarang mau untung besar tidak bisa, tahun ini sepi sekali lah,” tuturnya.

Sopian mengatakan, besar kemungkinan penjualan yang loyo diakibatkan ekonomi masyarakat sedang turun. Sebab itu mempengaruhi daya beli masyarakat yang ikut menjadi rendah.

Biasanya, tiap tahun, stok hewan kurbannya selalu habis, bahkan tidak sedikit masyarakat yang menanyakan apakah masih ada stok tersedia.

Dia berharap, agar pemerintah dapat segera menangani penyebaran COVID-19 khususnya di Kabupaten Berau, karena COVID-19 bukan hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi dirinya turut merasakan dampak terganggunya ekonomi akibat COVID-19.

“Saya sebagai asli warga Medan merasakan dampaknya bukan hanya pada saat menjelang Hari Raya Iduladha. Sehari-hari saya juga berjualan di Pasar Simpang Limun, Medan, juga merasakan sepinya pembeli,” pungkasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022.jpg

Berita Kawasan

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022

02 December 2022, 18:12

Lesbumi-NU mulai hari ini hingga 3 Desember 2022 menjadikan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan sebagai ‘rumah’ rakornas sekaligus Temu Nasional Ses Budaya Muslimin Indonesia 2022.

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop.jpg

Bisnis

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop

02 December 2022, 16:10

Acer baru-baru ini menggelar kegiatan CSR-nya dengan menargetkan kelompok difabel yang ingin mendalami sekaligus berkarya di bidang coding.

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo.jpg

Kuliner

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo

02 December 2022, 14:07

Dalam merayakan penghujung tahun 2022, KFC meluncurkan menu Golden Combo serta menggelar campaign Golden Moment yang berhadia voucher hingga iPhone Pro 14.

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan.jpg

Bisnis

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan

02 December 2022, 12:03

Setelah merilis Infinix Note 12 sekitar enam bulan lalu, Infinix kembali akan memperkenalkan versi terbaru dari ponsel pintarnya ini yang disinyalir lebih siap menjajal penggunaan multitasking.


Comments


Please Login to leave a comment.