SERPONG_PENDIDIKAN_PELATIHAN PANGAN NUSANTARA DI KABUPATEN TANGERANG_OCI_REVISI 01-01.jpg

Pendidikan

Pelatihan Pangan Nusantara di Kabupaten Tangerang

Alam Indonesia memiliki kekayaan alam yang tak terhingga. Indonesia memiliki tanah yang subur, sehingga apa yang ditanam bisa tumbuh dan menghasilkan pangan. Pelatihan Pangan Nusantara di Kabupaten Tangerang berusahan menggali kekayaan budaya kuliner yang masih belum dikembangkan.

Keanekaragaman tumbuhan umbi-umbian di Indonesia sudah terlupakan dan banyak yang belum dikembangkan untuk keragaman pangan. Banyak yang hanya mengenal ubi jalar dan ubi kayu saja. Sementara gembili, ganyong, uwi, suweg, gadung, bentoel dan lain-lain terdengar asing di telinga. Anak-anak sekarang pun tidak lagi mengenal jajanan pasar seperti combro, cenil, klepon yang semakin lama semakin tenggelam dengan banyaknya makanan kemasan.

Merasa terpanggil untuk memulai pola hidup sehat di rumahnya, Almarhum Ambarwati Esti, yang merupakan lulusan Sarjana Hukum ini mulai membuat olahan panganan dari bahan alami asli dari Indonesia.

Kreativitasnya membawa CV Arum Sari berkembang bersama komunitas sekitar dan memberikan Pelatihan Pangan Nusantara serta Pelatihan Management dan Kewirausahaan. Usaha tersebut masih dilanjutkan oleh suaminya Hernawan Eddy Purnomo. Mereka membawa pangan lokal tidak hanya berwujud singkong atau ubi rebus tetapi justru tampil menjadi panganan modern. Rainbow cake, cake gulung, risoles, atau bakpao menggunakan tepung gandum, maka makanan buatan CV Arum Ayu justru menggunakan tepung dari sumber pangan lokal, seperti singkong, ganyong, garut, sukun atau yang lain.

Berawal dari Komunitas

Ambarwati mulai menekuni masalah pengolahan umbi-umbian pada 2007, diawali dengan mengundang masyarakat sekitar dan mengajarkan bagaimana mengolah umbi-umbian menjadi makanan yang lezat, sehat serta digemari anak-anak dan keluarga. Lalu dibentuklah komunitas yang anggotanya tidak terbatas pada ibu-ibu yang suka memasak saja.

Namun, dari berbagai hobi dan ketrampilan lain yang dimiliki serta dapat menjadi tambahan penghasilan keluarga (wirausaha). Kini BEC memiliki anggota lebih dari 650 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. BEC melibatkan para ibu dalam pengembangan pangan nusantara, karena Ibu mempunyai peran yang sangat penting sebagai jendela informasi. Ibu yang cerdas dan kreatif pasti menciptakan keluarga yang sehat dan harmonis.

Dari situ, ibu-ibu lain yang memiliki keterampilan tertentu lalu ikut serta membagi ilmunya kepada ibu-ibu yang lain. Keterampilan yang ditularkan, mulai dari pelatihan memasak, berbusana, padu padan jilbab, sampai make up. Tak jarang juga diadakan talkshow dan pelatihan kewirausahaan bekerja sama dengan sebuah bank atau narasumber, seperti psikologi anak dan keluarga. Yang unik dan paling menonjol dari sekian banyak kegiatan yang dilakukan BEC adalah, secara konsisten menyosialisasikan kepada anggota dan masyarakat umum tentang pangan lokal sehat yang berasal dari lingkungan rumah. Misalnya saja tepung umbi-umbian yang bisa menjadi pengganti terigu.

Berkat usaha sosialisasi rutin yang dilakukan BEC itu, tak heran jika Ambarwati dan komunitas ini menerima banyak penghargaan. Antara lain, Juara I Nasional untuk Olahan Pangan Nusantara dari Kementerian Perdagangan, Juara I Olahan Masakan Ikan Provinsi DIY 2007, penghargaan Women Entrepreneur Season City pada 2010, penghargaan Pemberdayaan Perempuan dari Walikota Tangerang Selatan, Anugerah Adhikarya Ketahanan Pangan dari Gubernur Provinsi Banten pada 2011, Juara I UMKM Terbaik dan Berprestasi se-Provinsi Banten 2011, serta sederet prestasi lainnya di tingkat nasional. Hingga kini, CV Arum Sari masih menjadi tempat tujuan bagi yang ingin belajar tentang pangan nusantara di Kabupaten Tangerang.

Read More

Artikel Lainnya

Shell Eco-marathon Memacu Generasi Muda Siap Mencapai Mobilitas Berkelanjutan

Bisnis

Shell Eco-marathon Memacu Generasi Muda Siap Mencapai Mobilitas Berkelanjutan

05 December 2020, 09:05

Dalam perjalanan 10 tahun partisipasi Indonesia di SEM, ada peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat yaitu sebanyak lebih dari 200 persen.

Sebelum Vaksinasi Nasional Dilakukan, Wali Kota Bogor Tekankan Tiga Hal Ini

Kesehatan

Sebelum Vaksinasi Nasional Dilakukan, Wali Kota Bogor Tekankan Tiga Hal Ini

04 December 2020, 15:33

Bima Arya membagi tiga kategori warga yang enggan diberi vaksin, yakni ada warga yang tidak ingin diberi vaksin karena tidak percaya bahwa COVID-19 itu ada dan nyata, ada juga karena alasan keagamaan dan ada juga karena takut.

Lantik Pengurus PCI 2020-2024, Koni Kabupaten Bogor Optimistis Majukan Cricket

Berita Kawasan

Lantik Pengurus PCI 2020-2024, Koni Kabupaten Bogor Optimistis Majukan Cricket

04 December 2020, 14:37

Ketua Koni Kabupaten Bogor Junadi Syamsudin mengatakan, di kukuhkannya kepengurusan PCI periode 2020-2024. Dapat menjalankan berbagai program kegiatan dengan inovatif sehingga Cabor Cricket bisa lebih maju.

14 Hari Kedepan, Sejumlah Ruas Jalan di Bandung Ditutup

Berita Kawasan

14 Hari Ke Depan, Sejumlah Ruas Jalan di Bandung Ditutup

04 December 2020, 13:49

Hal ini sebagai tindak lanjut atas kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional yang diambil sebagai langkah penanganan pandemi di Kota Bandung.


Comments


Please Login to leave a comment.