Pelepasan Perdana! UGM Gelar Peresmian Pengiriman Ribuan GeNose C19t.jpg

Pendidikan

Pelepasan Perdana! UGM Gelar Peresmian Pengiriman Ribuan GeNose C19

Setelah meraih izin edar dari Kementerian Kesehatan pada akhir Desember 2020 melalui KEMENKES RI AKD 20401022883, Universitas Gajah Mada (UGM) sudah dapat memulai proses produksi massal dan pendistribusian alat deteksi COVID-19 andalannya, yaitu GeNose C19. Setelah digunakan di berbagai fasilitas kesehatan dan stasiun, UGM pada hari ini (3/1/2021) menggelar acara pelepasan perdana truk-truk yang mengangkut ribuan GeNose C19 untuk dikirimkan ke distributor.

Selama dua bulan terakhir, GeNose 19 sudah mulai digunakan di berbagai stasiun agar calon penumpang dapat mengecek kondisi dirinya apakah aman naik kereta atau terindikasi terkena paparan COVID-19. Contohnya adalah Stasiun Tugu Yogyakarta dan Stasiun Pasar Senen Jakarta. Selain itu beberapa rumah sakit di Kota Gudeg juga telah mengoperasikan GeNose C19. Namun untuk penggunaan di korporasi atau perusahaan, pabrik, institusi pendidikan atau fasilitas kesehatan lainnya hingga kini masih belum karena perusahaan distributor masih belum mendapat pasokan alat skrining COVID-19 ini dari UGM. Namun hal itu berubah pada 1 Maret 2021.

Pelepasan Perdana! UGM Gelar Peresmian Pengiriman Ribuan GeNose C19 t.jpg

Truk-truk yang mengangkut sebanyak 2.021 unit GeNose C19 telah resmi dilepaskan untuk mengantar alat skrining COVID-19 itu ke lima perusahaan distributor yang terdiri dari PT Graha Rekayasa Utama, PT Global Systech Medika, PT Sigma Andalan Nusa, PT Dunia Kecantikan Indonesia, dan PT Indofarma Global Medika. Namun distributor tak akan menjual GeNose C19 ke semua orang. Pasalnya, kelima perusahaan tersebut hanya boleh mendistribusikannya ke klinik, laboratorium, rumah sakit, perusahaan, universitas, yayasan, kementerian, pemerintah daerah, dan BUMN.

[Baca Juga: Stasiun Pasar Turi Buka Layanan Pemeriksaan Skrining GeNose C19]

“Kami berharap seluruh pihak terus mendukung terlaksananya akselerasi penghiliran produk inovasi GeNose C19 ini sehingga dapat segera membantu mengatasi permasalahan bangsa dalam pelaksanaan mitigasi dan percepatan proses penanganan pasien COVID-19 di Indonesia,” ujar Rektor UGM Prof. Panut Mulyono saat pelepasan pengiriman perdana GeNose C19 di UGM Science Techno Park, Purwomartani, Kalasan, Sleman (1/3/2021).

Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM Dr. Hargo Utomo menyebut, mayoritas dari ribuan GeNose C19 yang dikirim pada hari ini akan didistribusikan ke berbagai fasilitas kesehatan yang terkonsentrasi di Jawa dengan sebagian ada yang dikirim ke Kalimantan serta Sulawesi. Pihak UGM sendiri sudah memiliki rencana untuk kembali memproduksi alat skrining COVID-19 ini yang nantinya akan didistribusikan secara bertahap.

[Baca Juga: GeNose Sudah Beredar di Pasaran, Ini Pesan UGM untuk Publik]

Tingkat akurasi yang tinggi dari GeNose C19 tak bisa dipungkiri memicu banyak pihak yang ingin membeli produk inovatif dari UGM ini. Pasalnya, berdasarkan penjelasan UGM, tingkat akurasinya berada di kisaran 93-95 persen untuk pasien yang memiliki gejala. Sedangkan untuk pasien tanpa gejala atau OTG, akurasinya mencapai 93 persen. Walau tingginya permintaan dari publik, UGM menegaskan tak sembarangan menjual GeNose C19.

“Kami tidak melayani pembelian perorangan atau rumah tangga, tapi institusi yang berkaitan dengan kesehatan, pelayanan publik, pemerintahan, serta edukasi,” tambah Hargo. Bagi pihak yang ingin memesannya, contohnya perusahaan yang ingin memiliki GeNose C19 demi memastikan kesehatan para pegawainya maka UGM telah memiliki laman untuk Anda mengajukan pemesanan. Pihak perusahaan dapat mengisi formulir pemesanan yang sudah tercantum di laman http://ugm.id/pemesananGeNoseC19 .

Read More

Artikel Lainnya

Gempa 3.jpg

Berita Kawasan

“Bangun Ayo Bangun Cah” Senandung Ibu-Ibu Dusun Kajar Ketika Gempa Malang Terjadi

11 April 2021, 11:09

Tradisi pun dimunculkan sebagai cara menanggulangi akibat emosional calon bayi setelah gempa terjadi.

Gempa 1.jpg

Berita Kawasan

Gempa 6,7 Skala Richter di Malang Sambung Rentetan Musibah di Indonesia

11 April 2021, 10:02

Gempa Malang menjadi rentetan bencana di Indonesia yang perlu diwaspadai kelanjutannya.

Ilustrasi Gempa Bumi

Pendidikan

Negeri Seribu Gempa, Ini Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang Perlu Diketahui Masyarakat

11 April 2021, 09:07

Gempa bumi di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi konsekuensi bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia. Alih-alih mengindari dan lari dari bencana, pada akhirnya kita harus hidup berdampingan dengan bencana alam.

macet.jpg

Berita Kawasan

Jelang Ramadhan, Beberapa Ruas Jalan di Ciputat Alami Kemacetan

11 April 2021, 08:07

ramadhan tahun ini masyarakat harus bersabar karena kondisi yang tidak memungkinkan karena pandemi.


Comments


Please Login to leave a comment.