Peliharaan Tertular COVID-19, Bisakah Hewan Kembali Menulari Manusia

Kesehatan

Peliharaan Tertular COVID-19, Bisakah Hewan Kembali Menulari Manusia?

Pandemi COVID-19 masih mewabah dan terus meluas di kalangan masyarakat. Pada Senin (13/4/2020) diketahui secara total dalam skala nasional terdapat 4.557 kasus di Indonesia. Ironisnya, hingga saat ini masih banyak sifat dari pandemi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini yang belum diketahui.

Awal mulanya virus ini diduga hanya bisa ditularkan dari hewan liar ke manusia, namun kemudian penelitian berkembang dan mendapati bahwa penularannya hanya antar manusia. Berjalannya waktu seiring meluasnya wabah COVID-19 ditemui fakta bahwa virus SARS-CoV-2 bisa berpindah dari manusia ke hewan.

Peliharaan Tertular COVID-19, Bisakah Hewan Kembali Menulari Manusia

Dilansir republika.co.id, seekor Harimau di kebun binatang Bronx, New York, Amerika Serikat terinfeksi COVID-19 setelah melakukan kontak dengan penjaga hewan yang juga terinfeksi COVID-19 terlebih dulu. Berkenaan hal ini, pakar patologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Agus Setiyono berpendapat bahwa memang ada potensi penularan dari manusia ke hewan. Penularan itu bisa terjadi, sambungnya, karena ada kecocokan reseptor dan kemampuan virus untuk bermutasi.

Kendati belum ada bukti mengenai adanya penularan kembali dari hewan kepada manusia namun persoalan ini sudah menimbulkan ke-khawatiran di kalangan masyarakat. Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga Surabaya, Chaerul Anwar Nidom, mengungkapkan adanya indikasi sifat zoonosis pada virus SARS-CoV-2.

[Baca Juga: COVID-19 Tetap dapat Menular di Wilayah Cuaca Panas dan Lembap]

Karenanya dia menilai penting untuk melakukan upaya mitigasi mengenai hal ini kepada hewan liar dan hewan peliharaan, mengingat adanya temuan para satwa memiliki kemampuan untuk menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi virus tersebut.

“Kedekatan hubungan antara manusia dengan hewan peliharaan dalam sebuah ekosistem menjadi kunci dari mata rantai penularan, pemutusan mata rantai, sampai muncul kembali. Perlu lebih waspada, surveilans aktif terhadap kucing dan anjing peliharaan atau jalanan dan hewan lainnya, ”jelasnya seperti diberitakan tempo.co, Minggu (12/4/2020).

[Baca Juga: Perlindungan Hewan Jadi Solusi Cegah Pandemi di Masa Mendatang]

Tidak hanya kalangan masyarakat awam, kalangan dokter hewan juga merasa khawatir sekaligus menaruh perhatian lebih terhadap potensi penularan kembali COVID-19 dari hewan ke manusia, salah satunya Muhammad Jami Ramadhan. Melalui akun Instagram resmi milikinya, @djamtjoek, dia menyampaikan ada beberapa hal yang bisa dilakukan para pemilik hewan peliharaan dalam rangka mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2. Diantaranya:

  • Tetap di rumah bersama hewan peliharaan
  • Selalu menjaga kebersihan
  • Membatasi kontak dengan hewan peliharaan
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang hewan peliharaan
  • Menghindari interaksi terlalu dekat dan menggunakan masker saat mengajak hewan keluar rumah
  • Kurangi jalan-jalan dengan hewan peliharaan agar meminimalkan kontak dengan hewan liar

“Jadi sebenarnya, COVID-19 ini berpotensi berbahaya, tapi belum tentu berbahaya. Sekarang saatnya untuk kita waspada saja dengan melaksanakan tindakan preventif agar mengurangi risiko penularan yang ada,” jelasnya.

Sekadar informasi, sebelum tersiar kabar mengenai harimau terinfeksi COVID-19 di Amerika Serikat, seekor anjing di Hongkong juga pernah dinyatakan terinfeksi setelah tertular dari pemiliknya yang juga terpapar virus SARS-CoV-2, meski begitu anjing berjenis Pomeranian tersebut tidak menunjukan gejala. Selain itu, seekor kucing di Belgia pun dinyatakan positif COVID-19, sepekan setelah pemiliknya dinyatakan terinfeksi virus SARS-CoV-2.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.