Percaya Mitos Kunjungi Kebun Raya Bogor

Hobi dan Hiburan

Pemerhati Lingkungan: Kebun Raya Bogor Cocok Jadi Wisata Konservasi

Kebun Raya Bogor (KRB) merupakan salah satu objek wisata favorit yang berada di tengah Kota Bogor ini memang tidak ada habisnya untuk dibahas. Baru-baru ini seorang pemerhati lingkungan sekaligus Menteri Kehutanan periode 2004-2009, MS. Kaban belum lama ini meninjau langsung Kebun Raya Bogor, Selasa (5/10/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Kaban menyebutkan Kebun Raya Bogor sangat cocok untuk dijadikan objek wisata konservasi secara beriringan dan seimbang. Menurut Kaban, Saat ini Kebun Raya Bogor harus bisa bertransformasi untuk mengikuti perkembangan zaman, terlebih Kebun Raya Bogor sendiri sudah berusia dua abad ini dikenal dunia.

Pemerhati Lingkungan, Kebun Raya Bogor Cocok Jadi Kawasan Wisata Konservasi.jpg

“Kebun Raya dikenal dunia, mau tidak mau dia akan dikunjungi sehingga peluang untuk menjadi kawasan wisata sangat terbuka. Atau menjadi kawasan wisata konservasi,” kata Kaban dikutip antaranews.com (7/10/2021).

Kaban berpendapat Kebun Raya Bogor harus tetap mempertahankan citra kawasan konservasi, hal ini lantaran di sana terdapat perkembangan ilmu pengetahuan yang harus tetap terjaga dan terpelihara. Di samping itu, Kaban juga berpendapat terminologi wisata di KRB harus dikelola, sehingga pengelolaan bisnis di sana juga harus tetap ada.

Percaya Mitos Kunjungi Kebun Raya Bogor

Kaban menuturkan, banyak ahli dan pakar yang bisa memberikan masukan dan kajian mengenai fungsi Kebun Raya Bogor sebagai tempat konservasi yang dapat diimbangi menjadi tempat wisata yang adaptif. Fakta bahwa Kebun Raya Bogor telah menjadi tujuan wisata bagi banyak wisatawan Indonesia dan Dunia, membuat Kaban kembali berpendapat, perlu adanya pengelola yang sifatnya menata bisnis agar mampu menghasilkan serta mampu menjaga keseimbangan lingkungan atau ekosistem di dalamnya.

“Jadi kalau saya lihatnya ini tidak dipertentangkan, tapi dia harus dicari titik keseimbangan, karena konservasi dan wisata itu menjaga keseimbangan,” ujarnya.

Sebagai pemerhati lingkungan, Kaban menilai pengelola Kebun Raya Bogor saat ini sudah cukup teratur dan tertata baik dengan mempertahankan nilai konservasi yang masih terjaga dengan maksimal.

“Sebagai contoh, dulu saya melihat sarang lebah dan kelelawar, dan itu menandakan alam konservasi Kebun Raya Bogor berjalan baik,” ujarnya.

Kebun Raya Bogor sendiri saat ini telah berusia 204 tahun. Berdasarkan situs resmi krbogor.lipi.go.id, Kebun Botani yang memiliki luas 87 hektar ini memiliki koleksi tumbuhan sekitar 222 suku (famili), 1.257 Marga, 3.423 jumlah spesies, dan 13.684 spesimen.


Read More

Kebun Raya Bogor

Wisata Konservasi

+622518311362
None

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.