MATRAMAN_KESEHATAN_PEMERIKSAAN-FETOMATERNAL-UNTUK-MENENANG-CALON-IBU_OCI_1000-X-600-px_REVISI.jpg

Kesehatan

Pemeriksaan Fetomaternal untuk Menenangkan Calon Ibu

Pemeriksaan kehamilan yang rutin membuat orangtua bisa memantau perkembangan janin dan bersiap menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. Pada laman herminahospitalgroup.com, situs resmi Rumah Sakit Hermina Jatinegara yang diakses pada 16 Agustus 2018, salah satu fasilitas yang bisa didapatkan di sana adalah pengecekan fetomaternal. Melalui pengecekan fetomaternal, Anda dapat mendiagnosis gangguan kehamilan dan gangguan janin sehingga proses persalinan dapat berjalan dengan lancar.

Pemeriksaan ini penting untuk kehamilan dengan risiko tinggi. Kehamilan semacam ini bisa menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar terhadap ibu maupun janin yang selama kehamilan, persalinan ataupun masa nifas bila dibandingkan dengan kehamilan, persalinan dan nifas normal. Dalam artikel di Kompas.com yang diakses pada tanggal yang sama, ditulis bahwa yang termasuk kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang dijalani oleh perempuan dengan penyakit jantung, diabetes, keguguran berulang, asthma, gangguan paru, atau thalasemia.

Bagi calon ibu dengan kondisi-kondisi kesehatan yang disebutkan, sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter sub-spesialis fetomaternal. Sub-spesialisasi fetomaternal adalah salah satu cabang kedokteran kandungan dan kebidanan (obstetri dan ginekologi). Dengan ilmunya, dokter fetomartenal dapat mendiagnosa atau mendeteksi kelainan pada janin atau ibu dengan lebih akurat dan spesifik.

[Baca Juga : Inisiasi Menyusui Dini Penting Untuk Ibu dan Bayi]

Berdasarkan pemahaman ini, pemeriksaan oleh dokter fetomartenal dimaksudkan untuk mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi pada ibu dan bayi dalam kandungan secara dini. Setelah itu, dokter bisa memberi saran pengobatan atau tindakan yang tepat untuk mengatasinya.

"Contohnya, dengan menggunakan alat USG tiga atau empat dimensi, saya pernah mendeteksi adanya kelainan janin tanpa tengkorak pada salah satu pasien. Dokter jadi tahu risiko adanya proses persalinan yang akan lebih lama dari dari persalinan pada umumnya, jika sang Ibu ingin tetap memertahankan bayinya,” kata Spesialis kebidanan dan kandungan, Konsultan Fetomaternal dr. Azen Salim, Sp.OG-KFM, seperti dikutip dari kompas.com, Kamis (16/8/2018).

Dokter Azen menambahkan proses persalinan menjadi lebih lama karena daya dorong bayi tanpa tengkorak tidak sekuat bayi dengan tengkorak normal. Dari situ, kami jadi tahu harus memersiapkan apa saja untuk menghadapi proses persalinan tersebut.

Pemeriksaan oleh dokter fetomaternal bisa mendeteksi dini kelainan genetik, gangguan pembentukan organ tubuh, kemungkinan keguguran, kelahiran prematur, deteksi kelainan kromosom dan lain sebagainya. Dalam pemeriksaan yang dijalankan, biasanya dokter sub-spesialis fetomaternal menggunakan alat ultrasonografi atau USG.

Dengan semakin majunya teknologi medis sekarang ini, dokter bisa mendapat hasil pemeriksaan yang lebih akurat dan cepat. Sementara untuk mengetahui apakah janin memiliki kelainan darah, atau kromosom, diperlukan tes lanjutan di laboratorium dengan rekomendasi dokter sub-spesialis fetomaternal. Beberapa kelaianan atau kondisi medis abnormal pada janin, ada yang bisa diterapi, seperti misal infeksi kuman, tetapi ada juga yang tidak.

Dalam kasus terakhir, dokter akan memberi informasi kepada pasien kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Sehingga calon ayah dan ibu bisa memersiapkan mentalnya dengan lebih baik, ketimbang jika mereka tahu dengan tiba-tiba saat persalinan, bahwa bayi yang dinanti ternyata tidak sehat.

Orangtua Lebih Tenang

Dr. Azen Salim dalam artikel mommiesdaily.com menerangkan pemeriksaan fetomaternal ini sebenarnya ibaratkan seperti obat yang menenangkan bagi orangtua. Tujuannya tidak lain untuk menghilangkan rasa khawatir dan membuat mereka lebih tenang menjalani kondisi kehamilan.

Dokter kandungan yang ahli fetomaternal ini juga menegaskan bahwa dengan adanya perkembangan teknologi di bidang kesehatan dan kedokteran, banyak membantu dan membuat pasien lebih tenang, termasuk ketika seorang perempuan sedang menjalani kehamilan. Meskipun tidak wajib, tapi Dr. Azen mengakui banyak pasein yang meminta dirinya melakukan pemeriksaan fetomaternal dan melakukan USG 4 dimensi. Biasanya permintaan datang dari pasein yang memang baru memiliki anak pertama.

[Baca Juga : Benarkah Senam Hamil Dapat Lancarkan Persalinan?]

“Pemeriksaan fetomaternal ini sebenarnya ibarat ‘obat’ yang menenangkan bagi orangtua, untuk menghilangkan rasa khawatir dan membuat mereka lebih tenang menjalani kondisi kehamilan,” kata Dr. Azen. Wajar jika calon orangtua merasa perlu menenangkan diri dengan pemeriksaan fetomaternal. Jika Anda tinggal di wilayah sekitar Matraman, bisa memeriksakan kehamilan ke Rumah Sakit Hermina Jatinegara.

Read More


Artikel Lainnya

Home Credit Gandeng Mitra Bisnis Kecil dan Menengah

Bisnis

Home Credit Gandeng Mitra Bisnis Kecil dan Menengah

26 May 2019, 13:00  |  9 Views

Sebagai perusahaan pembiayaan berbasis teknologi, Home Credit berkomitmen menjadi mitra pembiayaan yang dapat diandalkan bagi mitra bisnis atau konsumen.

Atlet Cheerleaders Indonesia Raih Prestasi di Asian Junior Cheerleding

Berita Kawasan

Atlet Cheerleaders Indonesia Raih Prestasi di Asian Junior Cheerleding

26 May 2019, 14:00  |  6 Views

Prestasi atlet pemandu sorak di ajang Asian Junior Cheerleading Championship menjadi modal menuju Cheerleading Wold Championship.

Cerita Wali Kota Bogor Setelah Menonton Film Ambu

Berita Kawasan

Cerita Wali Kota Bogor Setelah Menonton Film Ambu

26 May 2019, 12:00  |  8 Views

Usai menonton film Ambu garapan Skytree Pictures, Wali Kota Bogor mengaku sempat meneteskan air. Dia pun mengajak ibu dan anak di kawasan Bogor menonton film Ambu.

Ini Cara Jitu Pria Jaga Stamina di Bulan Ramadan Ala Zap Clinic

Kesehatan

Ini Cara Jitu Pria Jaga Stamina di Bulan Ramadan Ala Zap Clinic

26 May 2019, 15:00  |  13 Views

Menjaga stamina saat Ramadan perlu dilakukan agar segala aktivitas bisa dilakukan tanpa mengurangi intensitas. Khusus untuk pria, ini cara jitu jaga stamina di bulan Ramadan.


Comments


Please Login to leave a comment.