Biaya Pasien Corona Tidak Ditanggung BPJS, tapi Anggaran Kemenkes

Kesehatan

Pemkab Bekasi Laporkan COVID-19 Lewat Video Conference Call

Pemerintah Kabupaten Bekasi melaporkan perkembangan penyebaran Virus Corona di Kabupaten Bekasi kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bukan melaporkannya secara langsung maupun lewat laporan tertulis. Pada praktiknya, sejumlah pejabat Kabupaten Bekasi berkumpul di Command Center, Gedung Diskominfosantik, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat dan melakukan panggilan video dengan Ridwan Kamil.

Melansir bekasikab.go.id (10/3/2020), tidak hanya Kabupaten Bekasi, sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat juga mengikuti video conference tersebut. Masing-masing pemerintah daerah melaporkan kabar terkini terkait Virus Corona di wilayahnya kepada gubernur.

Pemkab Bekasi Laporkan COVID-19 Lewat Video Conference Call

Dua nama Pemkab Bekasi yang hadir di Gedung Diskominfosantik di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Uju dan Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 (PIKOKABSI) dr. Alamsyah.

“Saat ini di Kabupaten Bekasi ada satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta empat belas Orang Dalam Pemantauan (ODP),” ujar Alamsyah dalam laporannya di video conference tersebut.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) memiliki arti yang berbeda. ODP adalah Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Indonesia dari negara yang terkonfirmasi di wilayahnya terdapat penularan COVID-19. Apabila ODP mengalami gejala yang sesuai COVID-19, maka statusnya menjadi PDP.

[Baca Juga: Dear Warga Jakarta Barat, Ini Pesan Sudin Kesehatan Terkait Virus Corona]

“Semua orang yang datang ke Indonesia, apapun kewarganegaraannya manakala berasal dari negara yang kita pastikan penularan dari orang ke orang positif kuat yaitu Cina, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, Italia dan Iran, kita masukkan orang ini sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP)," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemkes sekaligus juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), dikutip tempo.co (10/3/2020).

Jika ODP mengalami gejala COVID-19 seperti sesak napas, batuk, demam, maka statusnya naik menjadi PDP.

[Baca Juga: Cegah Corona, Sudin Kesehatan Jakarta Barat Rutin Sosialisasi]

Alamsyah juga mengimbau masyarakat yang merasa terindikasi COVID-19 untuk menghubungi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi. Nomor yang dapat dihubungi sebagai berikut:

  • Call Center: 112
  • Call Center PSC: 119
  • HP: 08111139927/ 085283980119
  • Pesawat telepon: 021-89910039

Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi senantiasa mengimbau warga Kabupaten Bekasi untuk melakukan pola hidup sehat. Warga yang merasa mengalami gejala COVID-19 diminta untuk segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit.


Read More

Artikel Lainnya

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!.jpg

Berita Kawasan

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!

04 October 2022, 17:54

Pekan ini warga Kota Gudeg akan dihibur dengan acara Wayang Jogja Night Carnival 2022 sebagai acara puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266.

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kanto r.jpg

Properti dan Solusi

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kantor

04 October 2022, 15:58

Perusahaan startup product-as-a-service Bioma baru-baru ini disebut meraih suntikan pendanaan pre-seed yang dipimpon oleh East Ventures serta Init-6.

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.


Comments


Please Login to leave a comment.