Pemkab Bekasi Minta Jangan Ragu Tangani COVID-19 dengan Dana Desa

Berita Kawasan

Pemkab Bekasi Minta Jangan Ragu Tangani COVID-19 dengan Dana Desa

Wabah COVID-19 terus menyebar bikin masyarakat resah, tak terkecuali Kabupaten Bekasi. Di wilayah yang merupakan perbatasan DKI Jakarta ini, tercatat ada sejumlah kasus COVID-19. Dikutip dari situs pikokabsi.bekasikab.go.id, Sabtu (4/4/2020) jumlah kasus terkonfirmasi atau positif sejauh ini sebanyak 24 orang.

Jika dirincikan, 15 diantaranya masih dalam perawatan di rumah sakit, lima orang telah dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia. Sementara untuk data orang dalam pemantauan (ODP), total terdapat 893 orang, 562 diantaranya masih dalam masa pemantauan dan 331 lainnya sudah rampung masa pemantauannya. Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Bekasi sejauh ini tercatat sebanyak 224 orang, 124 diantaranya masih dirawat di rumah sakit dan 100 pasien sudah dinyatakan sehat.

Pemkab Bekasi Minta Jangan Ragu Tangani COVID-19 dengan Dana Desa

Sejalan dengan kondisi ini, adanya imbauan dari pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan physical distancing dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19, sangat berdampak pada terpuruknya ekonomi kerakyatan.

Terkait dengan penanganan virus SARS-CoV-2 ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Ida Farida menegaskan, para Kepala Desa (Kades) tidak perlu ragu untuk menggunakan dana desa. Asalkan pengalokasiannya untuk kegiatan yang berkaitan dengan penanganan COVID-19 di Kabupaten Bekasi.

[Baca Juga: Hasil Rapid Test Kategori B di Kabupaten Bekasi, 77 Orang Negatif COVID-19]

"Kepala desa gak usah takut menggunakan Dana Desa untuk penanganan Corona, karena payung hukumnya sudah jelas, Surat Edaran Presiden yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Bupati," tegas Ida, dikutip dari bekasikab.go.id, Sabtu (4/4/2020).

Kendati begitu dia tetap mengingatkan bahwa sekiranya pengalokasian dana desa tersebut menghasilkan sebuah pembangunan fisik lewat padat karya, harus lah tetap mengacu pada panduan penanganan COVID-19. "Padat karya menjadi salah satu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Jadi mereka yang terlibat di dalamnya harus benar-benar warga desa setempat," serunya.

[Baca Juga: Ini 10 Daftar Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Kabupaten Bekasi]

Lebih lanjut dia menuturkan, salah satu pengalokasian yang dirasanya penting dan prioritas pada kondisi seperti ini, adalah membuat Lumbung Pangan Desa untuk mengantisipasi sulitnya masyarakat atas kebutuhan pangan akibat dampak virus Corona di mana banyak warga yang menghentikan aktifitas sehari-harinya.

Dengan adanya lumbung pangan desa, warga desa bisa mendapatkan kebutuhan makan sehari-hari. Selain itu, juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan pangan dan kebutuhan lainnya, baik berupa bantuan dari masyarakat, swasta, pemerintah daerah mau pun dari pihak desa sendiri. "Jadi selama Corona masih berdampak, kepala desa diminta untuk memprioritaskan ketersediaan lumbung pangan nasional," pungkasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Hindari Obat, Ini Tips Tidur dari Pakar Unair Bagi Penderita Insomnia.jpg

Kesehatan

Hindari Obat, Ini Tips Tidur dari Pakar Unair Bagi Penderita Insomnia

29 June 2022, 16:22

Menurut pakar Unair, demi mendapatkan tidur yang berkualitas, penderita insomnia seharusnya berupaya menghindari penggunaan obat tidur.

wuling_bakti_pendidikan_3.jpg

Pendidikan

Wuling Bakti Pendidikan Jalin Kerja Sama Bersama SMK Negeri 1 Singosari

29 June 2022, 15:00

Wuling terus membuktikan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah kejuruan.

Ini Organisasi Non-profit di Kota Malang dengan Fokus Pemberdayaan Difabel.jpg

Pendidikan

Ini Organisasi Non-profit di Kota Malang dengan Fokus Pemberdayaan Difabel

29 June 2022, 14:20

Sejak awal berdirinya, Percacita bergerak untuk menghilangkan stigma dari kaum difabel dan menunjukkan kepada publik bahwa mereka juga mampu berkarya.

Ford Foundation Jakarta Impact Investing Kunci Atasi Ketimpangan.jpg

Bisnis

Ford Foundation Jakarta: Impact Investing Kunci Atasi Ketimpangan

29 June 2022, 10:18

Organisasi filantropi mendorong lebih banyak investor di Tanah Air memilih ranah impact investing yang tak hanya menargetkan profit semata tapi juga turut mendukung mengatasi ketimpangan di Indonesia


Comments


Please Login to leave a comment.