Masuk Fase New Normal, Mobilitas Dunia Kerja akan Aktif Kembali

Berita Kawasan

Pemkab Boyolali Belum Siap Terapkan New Normal

Belakangan ini, wacana penerapan tatanan baru atau new normal tengah ramai dibicarakan. Berbagai aturan pun tengah dirancang oleh pemerintah untuk penerapan new normal di masyarakat.

Kendati demikian, belum semua daerah siap untuk menerapkan fase tatanan kehidupan baru ini. Di Kabupaten Boyolali, Kota Solo, Jawa Tengah, pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat belum melakukan persiapan untuk penerapan new normal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali Masruri mengatakan bahwa penerapan new normal memang perlu perhitungan dan persiapan yang matang. Oleh karenanya, waktu penerapan di wilayan Boyolali belum dapat ditentukan. Apalagi sampai saat ini berdasarkan kasus kumulatif COVID-19 di Boyolali yang menjalani perawatan medis masih ada 10 orang.

Marsuri mengatakan kalau status Boyolali masih tanggap darurat seperti bulan sebelumnya. Menurutnya, penerapan new normal baru disiapkan bila sudah pasti. Pihaknya justru akan memperpanjang masa status tanggap darurat Covid-19 di Boyolali yang akan berakhir pada 31 Mei mendatang.

"Kami rencana perpanjangan lagi status tanggap darurat COVID-19 selama satu bulan ke depan. Bulan berikutnya baru dilakukan evaluasi sebelum situasi Boyolali dinormalkan," katanya, dilansir dari antaranews.com (28/5/2020).

Menurutnya, kesehatan masyarakat sangat penting. Oleh karena itu, pembatasan aktivitas masyarakat masih dilakukan. Sebab, bila kasus COVID-19 di Boyolali masih ada maka masyarakat rentan terinfeksi.

Pembatasan aktivitas masyarakat ini meliputi bidang pendidikan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Boyolali. Sebagian ASN di lingkungan Pemkab Boyolali masih melakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Menurutnya, kondisi kesehatan para pegawai kemungkinan lebih terjamin bila tidak melakukan kontak langsung dengan rekan kerjanya. Penerapan WFH di lingkungan ASN Pemkab Boyolali pun tak berpengaruh terhadap capaian kinerja mereka. Hanya terjadi penurunan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi sekitar 20 hingga 30 persen atau sekitar Rp50 miliar dari total PAD Rp370 miliar.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.