Pemkab Kepulauan Seribu Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak di Sekolah

Pendidikan

Pemkab Kepulauan Seribu Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak

Tahun ajaran baru 2020-2021 akan segera dimulai. Selain mempersiapkan kedatangan murid baru, sekolah juga perlu meningkatkan usaha dalam pencegahan kekerasan anak. Untuk mendukung usaha tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) melakukan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah melalui aplikasi zoom meeting.

Kegiatan yang dipimpin Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad ini diikuti Kepala Suku Dinas PPAPP Kepulauan Seribu Rizky Hamid, para kepala sekolah, para guru, pembimbing, kader dasawisma, PKK, pengelola RPTRA, dan menghadirkan narasumber Maria Grace Manurung dari Dinas PPAPP DKI Jakarta serta Wiwik Handayani, Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) DKI Jakarta.

Pemkab Kepulauan Seribu Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak di Sekolah

“Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk melindungi anak-anak di Kepulauan Seribu agar terhindar dari kekerasan. Di mana, keterlibatan keluarga, sekolah, guru serta institusi masyarakat seperti PKK bersama Dasawisma sangat diperlukan peran aktifnya, sehingga dimanapun ada potensi kekerasan dapat dihindari,” kata Rizky Hamid seperti dilansir dari pulauseribu.jakarta.go.id (26/06/2020).

[Baca Juga: Cinta Laura Jadi Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak]

Rizky pun berharap, seluruh elemen masyarakat mampu untuk melindungi perempuan dan anak-anak Pulau Seribu dari tindak kekerasan. “Kanal-kanal aduan juga sangat perlu di sosialisasikan kepada khalayak umum, karena minimnya pengaduan kasus kekerasan di Kepulauan Seribu bisa jadi bukan karena tidak ada kejadiannya, melainkan keberanian untuk melapor serta keterbatasan informasi kanal aduan yang telah tersedia ke 112, dan hotline P2TP2A untuk mendapatkan pelayanan prima dari Pemprov DKI Jakarta,” tambahnya.

Menurut data Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), pada 2019 ditemukan sebanyak 350 perkara kekerasan seksual pada anak. Tak kunjung membaik di awal 2020, sejumlah kasus kekerasan seksual pada anak masih mencuat. Di antaranya, kasus pelecehan seksual pada 12 siswi SD di Kecamatan Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) oleh guru (48). Kasus tersebut diungkap polisi pada Januari 2020, namun sudah terjadi sejak Agustus 2019.

{#R]

Sebelumnya, dilansir Suara.com, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memaparkan pada Januari hingga Oktober 2019, angka kasus kekerasan seksual pada anak di sekolah meningkat. KPAI mencatat, terdapat 17 kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dengan korban 89 anak, terdiri dari 55 perempuan dan 34 laki-laki.

Dari 17 kasus tercatat tersebut, 88 persennya dilakukan guru dan 22 persen dilakukan kepala sekolah. 64,7 persen atau setara 11 kasus terjadi di SD, 23,53 persen atau 4 kasus di SMP, dan 11,77 persen atau 2 kasus di SMA. Kasus-kasus tersebut terjadi disebabkan anak-anak belum mengerti aktivitas seksual sehingga tidak menyadari bahwa dirinya menjadi korban kekerasan seksual.

[Baca Juga: Jakarta Selatan Gelar Sosialisasi Cegah Kekerasan Perempuan & Anak]

Read More

Artikel Lainnya

Ada Banyak Cara untuk Melancarkan Bahasa Inggris

Pendidikan

Ada Banyak Cara untuk Melancarkan Bahasa Inggris

24 January 2021, 19:04

Pernahkah Anda merasa tidak lancar berbahasa Inggris meskipun sudah belajar bertahun-tahun? Lalu bagiamana, sih, supaya fasih?

Krim Mata Terbaik Menurut Dermatolog

Kecantikan dan Fashion

Pilihan Krim Mata Terbaik Menurut Dermatolog

24 January 2021, 15:07

Cek apakah krim mata yang Anda pakai mengandung bahan-bahan yang direkomendasikan dermatolog berikut. Jika iya, krim itu mampu meminimalkan garis halus dan kerutan.

Kelenteng Tay Kak Sie Semarang Menyambut Imlek di Tengah Pandemi

Berita Kawasan

Kelenteng Tay Kak Sie Semarang Menyambut Imlek di Tengah Pandemi

24 January 2021, 10:08

Saat masuk, warga akan langsung disambut deretan kursi yang telah diatur secara berjarak saat pembagian angpau di kelenteng Tay Kak Sie.

Sistem Kekebalan Penyintas COVID-19 Dapat Terus Meningkat dan Bertahan Lama

Kesehatan

Sistem Kekebalan Penyintas COVID-19 Dapat Terus Meningkat dan Bertahan Lama

23 January 2021, 20:08

Penemuan yang dipublikasikan di Nature ini, memberikan bukti terkuat bahwa sistem kekebalan tubuh dapat "mengingat" virus dan secara luar biasa terus meningkatkan kualitas antibodi.


Comments


Please Login to leave a comment.