Pemkot Bogor Terapkan Karantina Wilayah Parsial

Berita Kawasan

Pemkot Bogor Terapkan Karantina Wilayah Parsial

Lockdown merupakan salah satu kata yang sering kali digaungkan beberapa minggu terakhir di Indonesia, berkaca dari kejadian di Wuhan, Cina, sistem karantina wilayah atau lockdown ini dinilai merupakan salah satu upaya untuk menurunkan tingkat penyebaran pandemi COVID-19. Beberapa pihak menekankan pemerintah untuk memberlakukan lockdown. Namun, pemerintah pusat maupun daerah menegaskan, Indonesia tidak akan memberlakukan sistem karantina nasional atau wilayah untuk tingkat provinsi, kota, atau kabupaten.

Begitu pula dengan Kota Bogor, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyatakan, tidak akan melakukan lockdown atau isolasi total. Namun, pemkot Bogor akan menerapkan Karantina Wilayah Parsial (KWP) dan membentuk Rukun Warga (RW) Siaga COVID-19.

Pemkot Bogor Terapkan Karantina Wilayah Parsial

Menurut Dedie, pemerintah daerah di tingkat kota atau kabupaten hanya diperbolehkan untuk menerapkan Karantina Wilayah Parsial misalnya untuk tingkat komplek perumahan, kelurahan atau kecamatan yang memiliki risiko tinggi penyebaran virusnya. Ia melanjutkan, kunci untuk menyelesaikan masalah penyebaran COVID-19 adalah physical distancing, maka dari itu jika masih ada pergerakan masyarakat atau mobilisasi massa yang terlalu besar, dapat mengakibatkan risiko penularan yang tinggi.

[Baca Juga: Cegah COVID-19, Sejumlah Kelurahan Jakarta Timur Terapkan Karantina Wilayah]

"Oleh Karena itu kami diminta untuk menyiapkan langkah-langkah pembatasan yang diarahkan lebih kepada area tertentu yang lebih tinggi penyebaran COVID-19 atau disebut Karantina Wilayah Parsial," ujar Dedie seperti dikutip dari bogorkota.go.id (3/4/2020).

Pemkot Bogor membentuk Gugus Tugas COVID-19 untuk menyusun langkah-langkah teknis. Pihaknya akan segera mengumpulkan para Camat dan mengkoordinasikan bersama Lurah untuk persiapan di tiap daerah. Lalu, ke depannya akan dipersiapkan pula kampung siaga di tingkat RW.

Dorong Laboratorium IPB

Bukan hanya itu, Dedie juga meminta kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mendorong Laboratorium IPB sebagai laboratorium penanganan COVID-19 agar lebih cepat dan efektif.

"Masalah di Bogor adalah terkait dengan kecepatan penanganan laboratorium baik di Litbangkes Kemenkes maupun Labkesda Jabar. Jadi kita sudah menyampaikan permohonan dari Dinkes Jabar kepada menteri untuk mengizinkan laboratorium IPB dipakai sebagai laboratorium penanganan COVID-19," kata Dedie.

Dedie berharap, kondisi seperti ini segera berakhir agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian bisa berjalan normal kembali. Untuk itu dibutuhkan kerjasama semua pihak, bukan hanya pemerintah tapi juga masyarakat.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesi a.jpg

Hobi dan Hiburan

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesia

20 May 2022, 18:40

Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan produk entry-level mereka yang terbaru dengan kehadiran Redmi 10A.

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill.jpg

Bisnis

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill

20 May 2022, 16:37

Startup yang berfokus meningkatkan skill para pencari kerja di Tanah Air, My Skill, disebut meraih pendanaan awal dari East Ventures.

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Adakan Diskon Hingga 90 %.jpg

Bisnis

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Diskon Hingga 90%

20 May 2022, 14:36

Bagi Anda yang berniat membelikan mainan untuk buah hati maka bisa memanfaatkan momen Crazy Sale di Toys Kingdom Mall Gandaria City.

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kot a.jpg

Berita Kawasan

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kota

20 May 2022, 11:34

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan akan melakukan uji coba penerapan CFD alias Hari Bebas Kendaraan Bermotor di wilayahnya pada akhir pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.