Pemkot Jakarta Utara Bangun Tanggul Pengendali Banjir dengan Ban Bekas

Berita Kawasan

Pemkot Jakarta Utara Gunakan Ban untuk Tanggul Pengendali Banjir

Wilayah Jakarta Utara merupakan salah satu kawasan di Ibu Kota yang rawan terkena dampak banjir. Sehingga tidak mengherankan bila Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara kerap kali melakukan sejumlah langkah antisipasi demi mencegah hal tersebut. Hal ini bisa dilihat dari salah satu inovasi yang baru-baru ini dilakukan, yakni dengan memanfaatkan ban bekas untuk membangun tanggul pengendali bajir yang berlokasi di Kali Karang Bolong.

Inovasi ini direalisasikan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara dalam bentuk program naturalisasi Kali Karang Bolong yang berada di kawasan Kecamatan Pademangan. Berkonsep re-used retaining wall, Sudin SDA memanfaatkan barang bekas untuk membuat tanggul pengendali banjir dan untuk program ini yang digunakan adalah ban bekas.

Pemkot Jakarta Utara Bangun Tanggul Pengendali Banjir dengan Ban Bekas

“Di kali itu kami mencoba inovasi baru menggunakan aset bahan-bahan bekas Dinas SDA yang jika selama ini ban bekas itu selalu dibuang atau hanya menjadi limbah. Nah daripada tidak bermanfaat, maka kami manfaatkan itu semua,” ujar Kepala Sudin SDA Jakarta Utara Adrian Mata Maulana, sebagaimana dikutip dari utara.jakarta.go.id (4/9/2019).

Tanggul pengendali banjir ini dibangun di bantaran Kali Karang Bolong yang membentang sepanjang 400 meter. Materialnya yang dibutuhkan pun tidak sedikit dalam proyek ini dengan setidaknya jumlahnya ada 2.300 ban bekas dump truck yang ditumpuk menjadi lima susun.

[Baca Juga: 3 Furnitur Ini Bisa Dibuat dari Sampah]

Adrian menyebut, proyek pembangunan tanggul pengendali banjir dari ban bekas ini ditargetkan akan selesai pada Oktober 2019. Dalam prosesnya, Sudin SDA Jakarta Utara tidak bekerja sendiri untuk membangunnya, karena Sudin Kehutanan Jakarta Utara juga turut membantu. Pasalnya, ban bekas yang disusun sebagai re-used retaining wall itu juga akan dimanfaatkan menjadi pot untuk ditanami berbagai tanaman.

Pemanfaatan ban bekas yang dijadikan tanggul pengendali banjir sekaligus pot ini juga sejalan dengan konsep ramah lingkungan. Oleh karena itulah pada dinding turap yang berada di dekat tanggul itu juga akan ditanami tanaman rambat lee kwan yew atau janda merana. Tanaman yang juga dikenal dengan nama climbing vernonia, curtain creeper, vernonia creeper, atauVernonia elliptica ini memang populer digunakan untuk taman vertikal di wilayah perkotaan.

[Baca Juga: Dari Lubang Biopori dan Eskavator, Jakarta Bersiap Sambut Musim Hujan]

Bila sudah rampung maka proyek naturalisasi Kali Karang Bolong itu juga membantu proses penghijauan kawasan tersebut dan dapat turut berkontribusi dalam mengendalikan polusi udara yang membayangi Ibu Kota. “Jadi konsep inovasi itu kami menghadirkan vertikal garden di sepanjang kali itu,” pungkas Adrian.


Read More

Artikel Lainnya

Mencicipi Kelezatan Iga Bakar si Jangkung di Bandung 2.jpg

Kuliner

Mencicipi Kelezatan Iga Bakar si Jangkung di Bandung

07 December 2021, 18:02

Iga Bakar si Jangkung bisa dijadikan pilihan kuliner saat akan berkunjung ke Kota Bandung. Rasa yang ditawarkan begitu gurih dan lezat, apalagi sangat cocok disantap saat panas.

Banjir Rob Bayangin Warganya, Ini yang Dilakukan Pemkot Jakarta Utara.jpg

Berita Kawasan

Banjir Rob Bayangin Warganya, Ini yang Dilakukan Pemkot Jakarta Utara

07 December 2021, 17:35

Dari mulai pompa hingga mengerahkan petugas untuk membersihkan sampah yang diakibatkan banjir rob menjadi bagian upaya Pemkot Jakarta Utara untuk tangani situasi ini.

Sabun Nature DK Sabun Mandi Pas Untuk Kulit Dengan Bahan Alami

Bisnis

Sabun Nature DK Sabun Mandi Pas Untuk Kulit Dengan Bahan Alami

07 December 2021, 17:05

Sabun Nature DK bisa dipakai untuk wajah dan tubuh. Fungsinya menutrisi dan membersihkan kulit kita jadi lebih mulus sehat dan wangi.

padepokan talangOK4.jpg

Pendidikan

Lama Mangkrak, Padepokan Silat Gunung Talang akan Dibangun Kembali

07 December 2021, 16:34

“Harapannya tahun depan terealisasi, dan lahan aset Pemkot Semarang ini bisa dimanfaatkan untuk sarana latihan para atlet, khususnya olahraga silat untuk mengasah kemampuan, sehingga berprestasi di ajang event olahraga.”


Comments


Please Login to leave a comment.