Pemkot Jakut Optimistis Rebut Kembali Gelar Juara Umum Gebyar RPTRA 2019

Berita Kawasan

Pemkot Jakut Optimistis Juara Umum Gebyar RPTRA 2019

Gebyar RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) di tingkat Kota Jakarta Utara pada 25 Juni 2019 memasuki puncak acara. Nantinya, acara ini memasuki penilaian dari tingkat Provinsi DKI Jakarta untuk menentukan Juara Umum Gebyar RPTRA 2019, tepatnya pada awal Juli mendatang. Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara Joko Santoso.

Acara Gebyar RPTRA Jakarta Utara dipadukan dengan acara puncak Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XVI yang mengangkat bidang sosial, budaya, dan agama. Menurut Sekretaris Kota Jakarta Utara Desi Putra, budaya gotong royong tak hanya sekadar dalam arti yang sempit.

[Baca Juga: Musim Liburan, RPTRA Bahari Ramai Pengunjung]

“Kita jangan mempersepsikan gotong royong hanya dalam arti sempit saja. Tapi dalam arti luas, ini banyak dilakukan termasuk program pemerintah pada bidang ekonomi dalam bentuk pengembangan program PKT (Pengembangan Kewirausahaan Terpadu),” tuturnya sebagaimana dilansir dari utara.jakarta.go.id (25/6/2019).

Penilaian Gebyar RPTRA untuk menentukan juara umum di tingkat provinsi meliputi pengguna, pengelola, dan pengurus RPTRA sebagaimana diutarakan Joko Santoso. Selain itu, ada 10 jenis penilaian, di antaranya dua kelompok umur susun lego, dua kelompok umur mewarnai, tari anak dan lansia, dua kelompok umur futsal, cerdas cermat pengelola, dan penilaian kinerja lurah sebagai pengurus RPTRA secara keseluruhan.

Gelar juara umum Gebyar RPTRA tingkat provinsi di tahun 2019 ingin direbut kembali Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut). Pasalnya, Jakarta Utara sudah pernah meraih gelar juara umum dalam ajang Gebyar RPTRA di tahun 2016 dan 2017. Sementara, gelar juara umum pada tahun 2018 di dapatkan Pemerintah Kota Jakarta Pusat. Sehingga, Pemkot Jakut optimistis akan merebut kembali gelar juara umum di ajang tersebut.

[Baca Juga: Kini RPTRA Rustanti Memiliki Lahan Pertanian Hidroponik]

Menurut Desi Putra, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama agar bisa kembali menjadi juara umum. Dia juga mengatakan, seluruh pihak terlibat telah berkomitmen untuk kembali merebut gelar juara umum Gebyar RPTRA tingkat provinsi tahun 2019. Salah satu yang upaya yang dilakukan adalah dengan menunjukkan semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat.

“Upaya yang dilakukan yaitu dengan gotong-royong. Bagaimana kita bisa selaras dalam rangka merebut gelar juara umum. Intinya adalah kekompakan,” ungkapnya saat berada di RPTRA Rasela, Koja, Jakarta Utara, Selasa (25/6/2019). Para pelaku usaha juga turut dilibatkan dalam menciptakan kolaborasi gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Sehingga, diharapkan Jakarta Utara bisa meraih nilai tertinggi dalam ajang Gebyar RPTRA 2019.

Read More

Artikel Lainnya

8 Camat Jakarta Barat Ikut Pamong Innovation Award Tahun 2019

Berita Kawasan

8 Camat Jakarta Barat Ikut Pamong Innovation Award Tahun 2019

11 December 2019, 15:00

Pamong Innovation Award Tahun 2019 pada 9 Desember 2019 digelar dalam rangka peningkatan kinerja para camat menyelesaikan permasalahan di wilayah masing-masing.

Suzuki Gelar Servis Gratis Untuk Angkot di Jakarta

Bisnis

Suzuki Gelar Servis Gratis untuk Angkot di Jakarta

11 December 2019, 14:00

Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya memfasilitasi 500 angkot, tahun ini ada sebanyak 700 angkot yang akan mendapatkan servis gratis

Anggaran Pembangunan Boarding School SMKN 74 Dikaji Kembali

Pendidikan

Anggaran Pembangunan Boarding School SMKN 74 Dikaji Kembali

11 December 2019, 13:00

Pengajuan anggaran pembangunan Boarding School SMKN 74, Jakarta Utara perlu dikaji kembali. DPRD meminta Disdik menundanya.

Hj Delima Tatung Rayakan Ulang Tahun ke-90 Dengan Suka Cita

Berita Kawasan

Hj. Delima Tatung Rayakan Ulang Tahun ke-90 dengan Suka Cita

11 December 2019, 12:00

Usia 90 tahun dan masih menjalani hidup dengan gembira, tentu menjadi anugerah yang patut disyukuri. Itulah yang dialami Hj. Delima Tatung dalam perayaan ulang tahunnya di Jakarta.


Comments


Please Login to leave a comment.