Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tak henti-hentinya berusaha mengendalikan penyebaran COVID-19 di wilayah. Di mana hingga 28 September 2020, kasus positifnya sudah mencapai angka 7.964 dengan 524 pasien yang masih tengah menjalani perawatan. Angka inilah yang berusaha ditekan oleh Pemkot Semarang melalui penegakkan protokol kesehatan serta sanki tegas kepada para pelanggarnya mengingat Kota Atlas menargetkan menjadi zona hijau COVID-19 pada Desember nanti.

Target dari ini dikonfirmasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang Fajar Purwoto. Ia menyebut, saat ini wilayahnya masih berstatus zona orange dan dalam kurun waktu dua bulan pihaknya berusaha mengubah status ini. sekadar informasi, zona orange sendiri bermakna bahwa Kota Semarang memiliki risiko sedang penyebaran COVID-19.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember .jpg

“Iya, sekarang kan Kota Semarang zona oranye, maka akan kami maksimalkan untuk Desember ditargetkan sudah zona hijau.” ungkap Fajar, sebagaimana dikutip dari jatengprov.go.id (28/9/2020). Disinyalir salah satu langkah yang dimaksimalkan pihak Pemkot Semarang, khususnya dari sisi Satpol PP-nya adalah merutinkan operasi yustisi di jalanan demi memastikan warga Kota Atlas memang mematuhi protokol kesehatan.

Sanksi yang lebih keras dipandang membantu warga untuk enggan “membandel”. Hal ini memang sebenarnya sudah diajukan Fajar di depan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika dirinya menghadiri evaluasi operasi penegakkan protokol kesehatan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara virtual pda 14 September 2020. Di mana Fajar mengajukan agar hukuman yang dijatuhkan kepada para pelanggar memang dapat menimbulkan efek jera.

[Baca Juga: Kemudahan Layanan Rapid Test COVID-19 Lion Air Group Jangkau Semarang dan Kendal]

Setelah sebelumnya hanya menyapu atau push-up saja, Satpol PP Kota Semarang melakukan pengembangan terhadap hukuman yang diberikan kepada pelanggar. “Kami bekerja keras, untuk kali ini para pelanggar disanksi menyapu makam biar jera. Ke depan sanksi lebih ke fisik. Kalau tidak menyapu makam, ya membersihkan sungai. Ini sudah mengalami penurunan angka pelanggaran,” jelas Fajar.

Sanksi yang keras pun tidak berhenti sekadar bersih-bersih saja, karena warga yang melanggar juga wajib menjalani rapid test. Bila memang ada yang reaktif, pihak Pemkot Semarang sudah memiliki lokasi isolasi dan pada operasi pada 28 September 2020 kemarin ada dua orang yang memang reaktif dari 50 tes yang dilakukan.

Read More

Artikel Lainnya

Sedang Diproduksi, Petualangan Sherina 2 Dijadwalkan Tayang 2021

Hobi dan Hiburan

Sedang Diproduksi, Petualangan Sherina 2 Dijadwalkan Tayang 2021

31 October 2020, 18:01

Setelah berbagai rumor, Miles Films akhirnya mengonfirmasi bahwa film Petualangan Sherina 2 sedang diproduksi dan dijadwalkan tayang pada 2021 mendatang.

Asosiasi Promotor Musik Indonesia Siapkan Inovasi Pertunjukan Berstandar Internasional

Bisnis

Asosiasi Promotor Musik Indonesia Siapkan Pertunjukan dengan Acuan 4 Pilar

31 October 2020, 15:07

APMI, asosiasi formal promotor musik satu-satunya di Indonesia baru saja berdiri. Mereka akan siapkan pertunjukan musik dengan mengacu pada empat pilar.

Elite Race Borobudur Marathon Periksa Kesehatan Pelari, Kru, dan Tamu Undangan

Berita Kawasan

Elite Race Borobudur Marathon Periksa Kesehatan Pelari, Kru, dan Tamu Undangan

31 October 2020, 12:32

Tidak sebatas terhadap atlet pelari, pemeriksaan kesehatan juga akan dilakukan kepada semua kru dan tamu undangan ”Elite Race” Borobudur Marathon.

Waspada Dampak La Nina, Pemkot Bndung Ajak Warga Bersihkah Saluran Air

Berita Kawasan

Waspada Dampak La Nina, Pemkot Bandung Ajak Warga Bersihkah Saluran Air

30 October 2020, 17:22

Saat ini Kota Bandung harus waspada terhadap dampak dari fenomena La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.