BNPB Targetkan 10 Ribu Tes SWAB per Hari

Kesehatan

Pemkot Semarang Lebih Pilih Tes Swab untuk Tes Massal

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menyatakan lebih memilih melakukan tes swab dalam pelaksanaan tes massal COVID-19. Menurutnya, tes swab menunjukkan hasil yang lebih akurat walau memakan waktu 2-3 hari.

Pemkot Semarang Lebih Pilih Tes Swab untuk Tes Massal.jpg

“Kita sekarang terus fokus ke tes swab saja. Hasilnya lebih akurat dan waktunya juga tidak lama, hanya 2-3 hari. Pasar dan mal terus jadi sasaran kita untuk tes swab,” kata Abdul pada Selasa (2/6/2020), mengutip CNNIndonesia.com (3/6/2020).

Berdasarkan keterangan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Pemkot Semarang menemukan banyak pasar yang menjadi cluster baru COVID-19. Pada 21 Mei 2020 lalu, ditemukan sebanyak 21 pedagang dan pengunjung Pasar Kobong yang positif COVID-19 melalui tes swab. Oleh karenaya, tes massal kini difokuskan di pasar-pasar.

Setelah Pasar Kobong, Wali Kota yang akrab disapa Hendi tersebut pun menyebut nama pasar lainnya yang saat ini menjadi cluster baru COVID-19.

“Tidak hanya Pasar Kobong, kita menemukan cluster baru di Pasar Prembaen, Pasar Jati-Banyumanik, dan Pasar Karimata atau Pasar Burung sudah terdapat pedangangnya yang positif. Sedang kita tracing keluarganya dan pedagang lainnya,” kata Hendi pada Selasa (2/6/2020), dikutip dari kompas.com (3/6/2020).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi

Hendi pun hingga kini belum dapat memastikan apakah Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) akan berakhir pada 7 Juni 2020 mendatang atau tidak. Pasalnya, jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Semarang masih tinggi. Meski begitu, ia merasa Kota Semarang belum memerlukan kebijakan PSBB sebagai solusi lonjakan kasus.

“Tapi saya melihat hari ini kita belum perlu seperti PSBB, kita masifkan lagi patroli dan tes massal secara acak. Kita pastikan akan lebih banyak swab test-nya daripada rapid-nya,” lanjut Hendi.

Selain pasar dan mal, tes swab juga dilakukan di kantor pemerintahan. Melalui hasil tes swab di dinas kesehatan Kota Semarang, Hendi pun mendapati tiga orang pegawai Pemkot Semarang yang postif COVID-19. Ia memaparkan tiga pegawai tersebut adalah kepala dinas, camat, dan sekretaris camat. Mereka termasuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Hari ini teman kami ada tiga yang kedapatan positif. Satu kepala dinas, satu camat dan satu sekcam yang hasilnya kita dapatkan dari tes swab. Ini masih kita lakukan tracking mata rantainya dari mana dan kemana saja," kata Hendi usai memimpin Rapat Kordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Balai Kota Semarang, Selasa (2/6/2020).

Hingga Rabu, 3 Juni 2020, terdapat 129 orang yang masih dinyatakan positif COVID-19 di Kota Semarang. Jumlah Pasien Dalam Perawatan (PDP) yang tengah menunggu hasil tes swab sebanyak 127 orang, sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau sebanyak 241 orang.

[Baca Juga: Wali Kota Semarang Sebut Menerapkan New Normal Tugas Berat]

[Baca Juga: Penerapan New Normal di Semarang Berpotensi Ditunda]

Read More

Artikel Lainnya

Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi

Pendidikan

Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi

09 July 2020, 11:45

Anak berkebutuhan khusus akan sangat membutuhkan bimbingan di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang. Bimbingan ini juga berbeda dengan yang biasa dilakukan sebelum virus corona menyebar.

Nike Air Force 1s, Sepatu Favorit Para Supermodel

Kecantikan dan Fashion

Nike Air Force 1s, Sepatu Favorit Para Supermodel

09 July 2020, 10:00

Muncul pada tahun 1982, sneaker ini bergaya klasik dan dapat diandalkan sehingga terkenal sebagai salah satu sepatu terlaris di Amerika Serikat hingga hari ini.

nasi cumi waspada_3.jpg

Kuliner

Nasi Cumi Waspada Siap Goda Selera Anda Selama 24 Jam

08 July 2020, 20:32

Sensasi menyantap nasi cumi yang dijajakan di pinggir jalan memang tidak ada duanya, terlebih lagi selalu tersedia selama 24 jam.

transformasi digital adira insurance_1.jpg

Bisnis

Adira Insurance Sukses Rebut Perhatian Generasi Milenial Berkat Transformasi Digital

08 July 2020, 18:00

Adira Insurance melihat era new normal sebagai tantangan dan peluang untuk terus maju menjadi yang terdepan di industri Asuransi Umum.


Comments


Please Login to leave a comment.