Sebelum Pulang, Pemkot Surabaya Lakukan Dua Kali Swab Pasien Sembuh COVID-19

Kesehatan

Pemkot Surabaya 1 Kali Swab untuk Tentukan Pasien Sembuh COVID-19

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan dua kali tes swab untuk memastikan pasien COVID-19 benar-benar sembuh. Setelah dua kali tes swab dengan hasil negatif pasien tersebut baru bisa dipulangkan dari isolasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak risiko yang ditimbulkan jika pasien hanya menerima satu kali pemeriksaan swab.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sebetulnya kalau Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya melakukan satu kali swab pada pasien yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 dengan hasil negatif, saat ini sudah banyak sekali yang sembuh. Namun, ia khawatir jika pasien yang sudah terkonfirmasi dari sekali swab dengan hasil negatif itu kemudian bisa saja kembali positif.

Sebelum Pulang, Pemkot Surabaya Lakukan Dua Kali Swab Pasien Sembuh COVID-19

“Menurut saya itu risiko sekali, karena kita punya pengalaman yang sudah-sudah pasien COVID-19 swab sekali hasilnya negatif itu kemudian jadi positif,” kata Risma di Balai Kota Surabaya seperti dilansir dari surabaya.go.id (25/06/2020).

Pola Penentuan Sembuh Baru

Meskipun demikian, Risma sedang menyiapkan pola dan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) agar pasien COVID-19 bisa dilakukan satu kali swab sebelum dipulangkan dari isolasi. Di samping ia juga harus memikirkan bagaimana menghindari dampak risiko yang ditimbulkan. “Nanti yang [pasien] satu kali negatif swab kita kumpulin kita pisah. Mungkin kalau di Hotel Asrama Haji kita bisa pakai pola-pola itu, mungkin satu kali begitu bisa,” kata dia.

Bahkan, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengungkapkan, sekitar 190 pasien COVID-19 yang menjalani isolasi di Hotel Asrama Haji, hasil pemeriksaan swab pertama telah dinyatakan negatif. Namun, ia mengaku khawatir jika pasien tersebut hanya dilakukan sekali swab sebelum dipulangkan dari isolasi. “Kalau cuma satu kali sudah banyak kita yang sembuh. Cuma aku ndak berani, aku masih diskusi, katanya juknisnya dalam proses,” ungkap dia.

[Baca Juga: Pelantikan Kepsek Surabaya Diduga Turut Dihadiri Orang dengan COVID-19]

Risma berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Saat itu ada pasien yang dinyatakan positif berdasarkan hasil swab yang kemudian menjalani isolasi di Hotel Asrama Haji. Nah, setelah menjalani isolasi di Hotel Asrama Haji, hasil swab kedua pasien itu dinyatakan negatif, namun swab selanjutnya dia positif. “Karena kita tidak tahu kan, memang ada yang swab negatif, tapi ada juga yang kembali positif,” paparnya.

Untuk itu, ia mengaku sedang menyiapkan pola-pola agar pasien COVID-19 yang menjalani satu kali swab negatif itu tidak kembali positif. Salah satunya yakni dengan memisahkan pasien isolasi di Hotel Asrama Haji yang sudah dinyatakan negatif satu kali hasil swab dengan positif. “Jadi nanti yang sudah negatif kita kumpulkan dengan yang sudah negatif. Tapi ya kalau mau tak keluarin (pulangkan) risikonya terlalu tinggi. Tapi kan ada saatnya nanti keluar orang itu [negatif] jadi confirm. Tapi jangan sampai swab-nya itu lebih dari 14 hari,” jelas dia.

[Baca Juga: Tanggap COVID-19, Pemkot Surabaya Kembali Sebar Belasan Ribu Masker]

Akan tetapi, ia menyatakan, sebelum 14 hari menjalani masa isolasi, pasien tersebut harus dilakukan swab. Tujuannya, agar pasien yang telah dilakukan dua kali swab itu bisa segera pulang pada hari ke-15. “Jadi sebelum 14 hari kita harus lakukan swab. Supaya nanti kalau dia pas hari ke 15 itu bisa pulang. Jadi waktunya yang tak pakai tetap 15 hari,” pungkas dia.

Untuk diketahui, sebelumnya organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menerbitkan pedoman baru tentang kriteria pasien sembuh COVID-19. Menurut WHO, pasien yang telah sembuh tak perlu memerlukan dua kali tes swab dengan hasil negatif untuk dapat dikeluarkan dari ruang isolasi. Hal ini berbeda dari rekomendasi WHO di awal yang mengharuskan pasien memiliki dua hasil tes swab negatif.

Read More

Artikel Lainnya

Toko Roti Masion Weiner Sudah 83 Tahun di Kwitang, Jakarta Pusat

Kuliner

Toko Roti Maison Weiner Sudah 83 Tahun di Kwitang, Jakarta Pusat

03 July 2020, 18:00

Pertama didirikan tahun 1936, toko kue dan roti Maison Weiner masih terus menjual roti dan kue hingga sekarang. Produksinya ditangani oleh generasi ke-3, Heru Laksana.

Pemprov Jabar Sudah Ambil Puluhan Ribu Sampel Swab Test COVID-19.jpg

Kesehatan

Pemprov Jabar Sudah Ambil Puluhan Ribu Sampel Swab Test COVID-19

03 July 2020, 17:00

Pemprov Jabar mengumumkan sudah mengambil lebih dari 70.000 sampel swab test COVID-19 dalam usaha mengejar standar minimal WHO.

Indonesia-dan-WHO-Kerja-Sama-Studi-COVID-19.jpg

Kesehatan

Sinergi Indonesia dan WHO Untuk Lakukan Studi COVID-19

03 July 2020, 15:00

Berpartisipasi dalam studi internasional ini adalah cara untuk mendapatkan lebih banyak informasi mengenai COVID-19.

Jadi Alumni ILVP, Ini yang Dibawa Dahlan Iskan ke Indonesia.jpg

Pendidikan

Jadi Alumni ILVP, Ini yang Dibawa Dahlan Iskan ke Indonesia

03 July 2020, 14:00

Ternyata aspek modernisasi di media pada era Orde Baru didorong Dahlan Iskan usai ia mengikuti program ILVI ke Amerika Serikat.


Comments


Please Login to leave a comment.