Pemkot Surabaya Angkat Bicara Terkait Polemik Gambar di Program GURUku .jpg

Pendidikan

Pemkot Surabaya Angkat Bicara Terkait Polemik Gambar di Program GURUku

Program GURUKu merupakan program yang dibentuk atas kerjasama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan SBO TV yang ditujukan untuk membantu para pelajar di Kota Pahlawan dalam pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19. Bahkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pernah menjadi salah satu guru tamu di program GURUku. Tak ayal, program ini sangat membantu murid-murid untuk tetap dapat belajar dengan panduan guru. Namun sayangnya, GURUku pada pekan ini terlibat dalam polemik yang memicu kontroversi.

Polemik ini muncul pada program GURUku edisi Kelas 1 yang ditayangkan pada 8 September 2020. Di mana saat itu yang sedang mengajar adalah Guru SDN Tembok Dukuh IV/86 Surabaya Afita Nurul Aini. Ketika ia tengah mengajar mengenai pancasila, lambang sila keempat yang muncul adalah logo banteng moncong putih milik Partai PDIP. Tentu saja hal in menjadi polemik dan menjadi viral di media sosial.

Pemkot Surabaya Angkat Bicara Terkait Polemik Gambar di Program GURUku.jpg

“Sejak kapan Pancasila sila ke-4 lambangnya diubah jadi kepala kebo kek gitu @sbotv,” cuit salah satu warganet dengan akun Twitter @_KingPurwa,” sebagaimana dilansir dari urbanasia.com (9/9/2020).

Pihak Pemkot Surabaya pun angkat bicara atas polemik ini dengan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo yang meminta maaf kepada publik atas kejadan ini yang disebut sebagai human error. “Saya mohon maaf atas nama Dispendik, karena kemarin ada salah satu guru kami waktu mengajar terjadi kesalahan input gambar,” tuturnya, sebagaimana dikutip dari surabaya.go.id (9/9/2020).

[Baca Juga: Wali Kota Risma Jadi Salah Satu Pengajar di Program GURUku]

Supomo melanjutkan, semua guru yang dihadirkan di program GURUku merupakan orang-orang yang terpilih dan sosok pengajar terbaik di Kota Surabaya. Bahkan Afita sendiri sudah mengajar sebanyak empat kali dengan tiga sesi sebelumnya berjalan baik dan tidak pernah ada masalah. “Jadi ini murni human error, karena bagaimana pun juga manusia adalah tempatnya salah sehingga tidak ada tendensi apapun dan tidak berkaitan dengan siapapun dan apapun,” sambung mantan Kepala Dinas Sosial Kota Pahlawan itu.

Anita juga turut angkat bicara terkait polemik tersebut. Ia menjelaskan, dirinya sebenarnya berperan sebagai guru pengganti pada program GURUku Selasa lalu. Namun karena terlalu terburu-buru dan kurang teliti, ia tak sengaja memasukkan materi pelajaran yang tak sesuai dengan konteks. Oleh karena itulah banteng di lambang Pancasila pun tertukar dengan banteng Partai PDIP.

[Baca Juga: Di Tengah Lonjakan Kasus Positif, Wali Kota Surabaya Dapat 2 Kejutan]

Nah, kesalahan saya adalah saya melengkapi semua materi itu di hari Senin, dan di hari Senin itu saya kurang konsentrasi dan kurang teliti, sehingga gambar yang saya masukkan kurang tepat atau salah. Jadi, itu tidak ada unsur kesengajaan sama sekali atau motif apapun dari saya. Ini murni benar-benar ketidaksengajaan dan kurangnya konsentrasi dari saya, jadi saya mohon maaf sebesar-besarnya,” tambahnya.

Read More

Artikel Lainnya

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.

Di Bawah Rp500 Ribuan, Amazfit Neo Siap Diluncurkan .jpg

Bisnis

Di Bawah Rp500.000-an, Amazfit Neo Siap Diluncurkan

25 September 2020, 18:43

Perusahaan Huami siap meramaikan pasar jam tangan pintar di Indonesia dengan produk Amazfit Neo yang memiliki harga tak sampai Rp500 ribuan.

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

Kecantikan dan Fashion

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

25 September 2020, 16:06

Ternyata algoritma matematika bisa menghasilkan corak batik. Begini cara membuat batik frctal dengan apliksi yang diciptakan anak bangsa.

Aplikasi Si Ondel Permudah Warga DKI Jakarta Bayar Pajak Kendaraan.jpg

Berita Kawasan

Aplikasi Si Ondel Permudah Warga DKI Jakarta Bayar Pajak Kendaraan

25 September 2020, 13:28

Baru-baru ini Polda Metro Jaya dan Bank DKI berkolaborasi dalam memudahkan pembayaran pajak kendaraan melalui aplikasi bernama Si Ondel.


Comments


Please Login to leave a comment.