Pemprov DKI dan DPRD Belum Putuskan Tarif LRT dan MRT Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Pemprov DKI dan DPRD Belum Putuskan Tarif LRT dan MRT Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masih belum menetapkan besaran tarif untuk tiket light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT), meskipun kedua moda transportasi berbasis rel itu sudah dilakukan uji coba publik.

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Santoso mangatakan, pembahasan soal tarif LRT Jakarta dan tarif MRT Jakarta masih dilakukan. Pasalnya, hal itu menyangkut subsidi yang akan diberikan Pemprov DKI Jakarta pada LRT Jakarta dan MRT Jakarta agar tarif yang ditetapkan tidak membenai masyarakat.

[Baca Juga: Lima Stasiun MRT Bakal Ada Lokasi UMKM]

“Pembahasan juga menyangkut subsidi yang akan diberikan pemprov. Kami ingin tarif tidak membebani masyarakat, sehingga mereka mau menggunakan transportasi massal,” katanya mengutip Berita Jakarta (6/3/2019).

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta M. Abas memaparkan, Pemprov DKI mengusulkan tarif Rp10.000 untuk MRT Jakarta fase satu rute Lebak Bulus-Bunderan Hotel Indonesia (HI). Sedangkan untuk LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome, tarif yang diusulkan Rp6.000.

Untuk penerapan besaran tarif, Abas menjelaskan, pemprov harus menggelontarkan subsidi dari APBD untuk MRT Jakarta sebesar Rp21.659 per penumpang, sedangkan untuk LRT Jakarta yakni Rp35.655 per penumpang.

[Baca Juga: MRT Jakarta Tawarkan Pengalaman Baru Bertansportasi]

“Estimasi jumlah penumpang pada 2019 untuk MRT Jakarta yakni Rp65.000 perhari dan untuk LRT Jakarta Rp14.255 per penumpang per hari,” katanya.

Terkait subsidi dan besaran tarif yang diusulkan pemprov ini, Komisi C DPRD akan mendalami terlebih dahulu dan membahasnya secara internal dengan Komisi B. Dengan begitu, pihaknya belum bisa memutuskan langsung.

“Kami upayakan hasilnya akan final sekitar pertengahan Maret 2019 sebelum operasional LRT Jakarta dan MRT Jakarta,” sambung Santoso.

Perbedaan Tarif LRT dan MRT Jakarta

Perbedaan Tarif

Seperti diberitakan sebelumnya, pengamat transportasi Darmaningtyas mengatakan, besaran tarif LRT Jakarta dan MRT Jakarta sudah tepat. Kedua moda transprtasi massal tersebut sudah semestinya berbeda tarif, karena MRT Jakarta banyak menyasar pengguna kendaraan pribadi jenis roda empat.

Sedangkan besaran tarif LRT Jakarta lebih kecil, karena menyasar semua kelas sosial masyarakat. Hal ini menurutnya rute LRT Jakarta jaraknya masih pendek, sehingga dengan tarif Rp6.000 juga sudah besar.

Dirinya juga menyebutkan, tarif LRT Jakarta dan MRT Jakarta tidak bicara layak atau tidak layak. Namun bagimana keterjangkauan tarif bagi masyarakat luas. Terlebih, biaya operasional kedua moda transportasi massal itu sangat besar.

[Baca Juga: Tidak Lama Lagi, Warga Cibubur Bisa Naik LRT]

“Ini semua keputusan politik yang diambil oleh Pemprov DKI, karena tujuannya agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan kembali menggunakan angkutan umum,” terang Darma.

Darma juga menegaskan, idealnya penggunaan kartu terintegrasi untuk semua moda transportasi massal di Jakarta berupa satu kartu. Kemudahan tersebut salah satunya bisa diterapkan dengan sistem berbayar bulanan.

“Sistem bulanan cukup simpel, pengguna kan bisa menggunakan moda apa saja. Tugas pemprov hanya distribusikan ke semua pengelola moda,” ucapnya.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.