Ancol_Kawasan_Pemprov DKI Jakarta Berencana Batasi Pemakaian Detergen_Yakob 2.jpg

Bisnis

Pemprov DKI Jakarta Berencana Batasi Pemakaian Detergen

Detergen ditemukan dalam berbagai macam produk pembersih rumah tangga. Bahkan industri rumahan dan bisnis skala kecil hingga besar pun menggunakan produk ini sebagai bagian dari penjualan jasa mereka. Misalnya bisnis cuci mobil dan binatu. Karena penggunaannya yang berlebihan dan belum adanya peraturan yang ketat untuk pengolahan limbah, dampak dari penggunaan detergen tersebut mulai mengkhawatirkan. Oleh sebab itulah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membatasi pemakaian detergen.

Dilansir dari BeritaJakarta.id (10/1/2019), menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penggunaan detergen bubuk yang bisa mencemari lingkungan adalah masalah yang ada di seluruh Indonesia. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta berencana untuk mengatur penggunaan detergen untuk warga Jakarta.

[Baca Juga: Mengurangi Polusi Suara dengan Gunakan Swara Sunyi]

Pemprov DKI Jakarta berencana untuk mengatur penggunaan detergen yang biasa digunakan jasa pencucian pakaian dan pencucian mobil. Disinyalir, kegiatan usaha ini menyumbang polusi detergen yang cukup tinggi dan mencemari sungai-sungai di Jakarta.

Detergen juga digunakan dalam bisnis cuci mobil

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji, berbicara bahwa tipikal penggunaan detergen di Indonesia memiliki kadar yang keras. Tak heran jika masyarakat Indonesia selalu menghasilkan limbah detergen yang berbentuk busa.

“Bahkan dalam aturan SNI 4594 tahun 2010 ada aturan terkait pengaturan pemakaian detergen bubuk. Hal yang harus diperhatikan mulai dari pH larutan 1,0 persen itu antara 9,5 hingga 11. Kemudian tidak larut dalam air maksimal 10 persen, ada kadar surfaktan minimial 14 persen, biodegradasi surfaktan minimal 80 persen dan adanya kandungan phospat maksimal 15 persen,” ujarnya.

Bisnis Laundry menentang pembatasan detergen

Penolakan Warga

Terkait dengan rencana Pemprov DKI yang berencana batasi pemakaian detergen, sejumlah pengusaha laundry merasa keberatan. Salah satunya ialah pemilik Lucky Laundry Lucky Firmansyah. Ia mengaku tak setuju dengan kebijakan tersebut.

“Jelas tak setuju, karena selama ini detergen ialah salah satu bagian dari produksi jasa kami,” ujar Lucky kepada PingPoint.co.id melalui aplikasi pesan singkat (6/1/2019). Intinya, Lucky tak ingin kualitas pelayanan jasa laundry yang sudah ditekuninya harus menurun karena faktor detergen.

[Baca Juga: 5 Tempat Laundry Sepatu di Sekitar Gandaria City]

Lucky mengaku takaran yang diperlukan untuk mencuci pakaian sudah diperhitungkan dengan matang agar pakaian bisa bersih. “Yang saya takutkan adalah pakaian kurang bersih saat proses pembersihannya," tutur Lucky. Lucky berharap, Pemprov DKI Jakarta bisa mengambil langkah yang tak merugikan pihak-pihak tertentu untuk membersihkan limbah detergen di sungai-sungai Jakarta.


Read More

Artikel Lainnya

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

Berita Kawasan

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

27 September 2021, 22:08

Lomba film pendek yang tak bisa dilewatkan begitu saja.

BNS 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Potret Pasar Malam yang Dimodernisasi Batu Night Spectacular

27 September 2021, 21:09

Desain-desain modern yang ditemukan di Jatim Park Grup kini bisa ditemukan di berbagai tempat wisata di Kota Batu.

Henju-2

Kecantikan dan Fashion

Henju By Gracy, Aksesori Jogja Sukses Taklukkan Pasar Dunia

27 September 2021, 20:08

Sampai saat ini Henju sudah tersebar di pasar-pasar aksesoris di berbagai negara. Konsumen terbesarnya berasal dari Amerika, Perancis , Inggris dan beberapa negara Eropa.

Penduduk Lansia Pada Masa Pandemi, Antara Meningkatnya Harapan Hidup dan Masuk Dalam Kelompok Rentan

Kesehatan

Lansia Kala Pandemi, Harapan Meningkat tapi Masih Kelompok Rentan

27 September 2021, 19:07

Lansia di Kota Semarang terus bertambah dengan semakin meningkatnya harapan hidup, di sisi lain mereka masuk kelompok rentan. Pelayanan kesehatan pada kelompok lansia pun terus ditingkatkan.


Comments


Please Login to leave a comment.