ads
Pemprov DKI Terus Sosialisasikan P3SRS yang Wajib Dimiliki Rusunami.jpg

Properti dan Solusi

Pemprov DKI Terus Sosialisasikan P3SRS yang Wajib Dimiliki Rusunami

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewajibkan seluruh rumah susun milik (rusnami), termasuk apartemen di DKI memiliki Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto mengatakan, kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 132 Tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik. "Sosialisasi sudah kami lakukan baik kepada pengembang maupun pengelola rusunami atau apartemen dan penghuninya sejak Desember 2018," ujarnya seperti dikutip dari beritajakarta.id (20/2/2019).

Kepala Dinas PRKP DKI Jakarta Kelik Indriyanto

Kelik menjelaskan, setidaknya para pengembang harus sudah menunjukkan perkembangan dalam proses penyelesaian masalah P3SRS sampai batas waktu akhir Maret 2019. "Kami minta tahapan-tahapan dilakukan sebaik mungkin, mulai dari pembentukan panitia musyawarah hingga rapat umum anggota," terangnya.

[Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Diketahui dari Rumah Susun Kemayoran]

Sementara, Kepala Bidang Pembinaan, Penertiban, dan Peran Serta Masyarakat Dinas PRKP DKI Jakarta, Meli Budiastuti meminta, para pengembang memfasilitasi warga dalam pembentukan P3SRS sebagaimana tercantum pada Pasal 9 Ayat 1 dalam Pergub Nomor 132 Tahun 2018. "Begitu sudah melaksanakan mereka harus melapor kepada Kepala Dinas PRKP. Pengurus P3SRS nantinya akan disahkan dengan Surat Keputusan atau SK Kepala Dinas," terangnya.

Meli menambahkan, apabila hingga akhir Maret 2019 pengembang dan pengelola tidak melaksanakan Pergub tersebut, maka akan diberikan sanksi mulai dari surat teguran sampai pencabutan badan hukum. "Kami berharap semua dapat menaati aturan tersebut agar tidak terkena sanksi," tandasnya.

Gubernur Ikut Sosialisasi

Dalam kunjungannya ke Apartemen The Lavande Residences di Jl Prof Dr Soepomo, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyosialisasikan Pergub 132 Tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik.

Anies mengatakan, Pergub tersebut diterbitkan untuk menjamin pengelolaan rusun di Jakarta agar tetap baik dan memenuhi rasa keadilan. "Kita sudah mengatur pengelolaan rusun, detailnya ada di situ," ujarnya masih dari sumber yang sama.

[Baca Juga: Warga Kalibata City Apartment Aktifkan Kembali Posyandu]

Anies meminta, agar baik pengelola maupun penghuni rusun dapat menjadikan Pergub tersebut sebagai rujukan karena sudah menjadi dasar hukum pengelolaan rusun di Ibukota. "Saya minta kepada semuanya untuk melaksanakan Pergub 132 Tahun 2018 secara konsisten," tandasnya.

Turut mendampingi Anies dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kelik Indriyanto. Mereka akan terus melakukan sosialisasi agar semua rusunami bisa memiliki P3SRS.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

Kuliner

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

22 March 2019, 11:00  |  10 Views

Menurut pencerita kuliner Ade Putri Paramadita mi yang enak bergantung pada empat hal. Simak penjelasannya berikut ini.

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

Kesehatan

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

22 March 2019, 12:00  |  4 Views

Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa penduduk dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengalami obesitas sebesar 21,8 persen dan meningkat dari tahun 2013.

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia

Berita Kawasan

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia, Bukan untuk Jual Beli

22 March 2019, 10:00  |  25 Views

Penjual hewan biasanya ikut komunitas hobi untuk bisa lebih dekat dengan konsumen. Tidak demikian di Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia yang melarang jual-beli.

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

Kesehatan

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

22 March 2019, 14:00  |  5 Views

Mencegah demensia sejak awal adalah langkah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk melindungi kesehatan otak. Tidak perlu menunggu hingga usia 65 tahun.


Comments


Please Login to leave a comment.

ads