Penataan Suryakencana Taman Topi dan Naturalisasi Ciliwung Jadi Prioritas Utama.jpg

Berita Kawasan

Penataan Suryakencana, Taman Topi dan Naturalisasi Ciliwung Jadi Prioritas Utama

Pemerintah Kota Bogor mulai memprioritaskan penataan kawasan. Terdapat tiga titik yang akan dijadikan fokus penataan dal am lima tahun ke depan. Ketiga titik tersebut terdiri dari Suryakencana, Taman Topi, hingga naturalisasi Ciliwung.

Rencananya, Wali Kota Bogor Bima Arya, akan menggeber tiga program tersebut dengan tenggat waktu tiga tahun.

“Semoga dalam tiga tahun sudah mulai terlihat bentuknya. Untuk program prioritas lainnya tetap berjalan di masing-masing wilayah,” ujarnya di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Bogor di Agrocinema, Komplek BBSDLP, Bogor.

[Baca Juga: Mengintip Program Sekolah Ibu di Kota Bogor]

Seperti yang dilansir dari Kotabogor.go.id (11/3/2019), Bima akan merombak total wajah kawasan Suryakencana dan sekitarnya. Ia menginginkan bangunan Bogor Plaza yang masa sewanya sudah habis bakal direnovasi menjadi ruang terbuka hijau yang terintegrasi dengan fasilitas park and ride, pedestrian dan underpass menuju Kebun Raya Bogor.

Bima menambahkan, pemerintah akan membangun pusat UMKM di sekitar underpass. “Penataan kawasan surken sudah dilakukan secara bertahap dengan merevitalisasi pedestrian dan merelokasi PKL yang biasa berjualan di atas trotoar. Untuk penataan kawasan Suryakencana dan sekitarnya secara menyeluruh akan dilakukan mulai 2020,” tutur pria yang hobi olahraga lari itu.

[Baca Juga: Ribuan Pengisi Acara Meriahkan Bogor Katumbiri Lighting Festival]

Penganggaran untuk membenahi ketiga kawasan tersebut tak hanya fokus pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor, namun pemerintah Bogor mendapatkan sumber pendanaan lainnya dari pemerintah pusat, provinsi, bahkan dana dari luar negeri.

“Anggarannya sebagian dari APBD Kota Bogor, Pak Gubernur juga siap mendukung program ini dengan membuka peluang pendanaan lainnya, seperti CSR swasta, hibah luar negeri, dana umat, kredit infrastruktur daerah Bank BJB dan lain sebagainya,” tutur Bima.

[Baca Juga: Pemanfaatan Sungai Ciliwung Sebagai Lahan Pertanian]

Perihal program naturalisasi Ciliwung, Bima mengatakan bahwa Ciliwung akan menjadi program unggulan. “Kami ingin menjadikan sungai jadi perkarangan depan kota seperti di Korea. Fokus kami nanti pada sebelum dan sesudah naturalisasi, semua anggaran juga diarahkan ke Ciliwung,” ucapnya.

Guna menata Ciliwung, Pemerintah Kota Bogor berhasil mendapatkan alokasi dana hibah dari Kementerian PUPR sebesar Rp5,5 miliar untuk membenahi Ciliwung. Pemerintah Kota Bogor juga sedang mengincar dana dari lembaga donor internasional sebesar Rp18,5 miliar.

Khusus untuk kawasan Taman Topi dan sekitarnya, Bima akan menata kawasan tersebut menjadi lebih ciamik lantaran akan terintegrasi dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor. “Rencana penataan Taman Topi didukung Pemerintah Provinsi dengan memberikan bantuan anggaran sebesar Rp15 Miliar,” ucapnya.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.