Cegah Stunting dengan Protein Hewani 1.jpg

Kesehatan

Pencegah Stunting dengan Konsumsi Protein Hewani

Pencegahan stunting bisa dilakukan setelah anak lahir. Menurut dokter spesialis anak, meskipun bayi lahir prematur atau lebih cepat dari usia kehamilan normal, dan bahkan pada bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang tepat.

“Stunting adalah perawakan pendek yang disebabkan karena asupan nutrisi yang kurang adekuat, atau kondisi kesehatan yang kurang baik,” tegas Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI/RSCM Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K), seperti dilansir dari akun Facebook Page Forum Ngobras. Forum ini merupakan komunitas jurnalis peduli pada isu-isu kesehatan dan psikologi yang mengangkat isu terkini.

Stunting menjadi isu yang diangkat forum tersebut karena kejadian balita stunting (pendek) merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dipublikasikan di situs resmi Kementerian Kesehatan, selama tiga tahun terakhir, stunting memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan dengan masalah gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk. Prevalensi balita stunting mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5 persen menjadi 29,6 persen pada tahun 2017.

Stunting adalah persoalan gagal tumbuh. Anak tidak tumbuh optimal seperti seharusnya karena kekurangan gizi. “Angka stunting lebih dari 20 persen di seluruh provinsi, termasuk DKI Jakarta. Ini menyebabkan Indonesia menempati peringkat lima stunting terbanyak di dunia, tambah dr. Damayanti.

Cegah Stunting dengan Protein Hewani di Forum Ngobras

Asupan Protein Hewani

Dokter anak ini menegaskan, sejak awal bayi harus mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) yang mengandung protein hewani. “Bukannya puree nabati. Protein hewanilah yang akan mencegah stunting,” ujar dr. Damayanti.

Ia menambahkan, di India digalakkan revolusi putih, yakni anjuran minum susu untuk mencegah stunting. Berdasarkan penelitian, tingkat konsumsi susu berbanding terbalik dengan angka stunting. Di ASEAN misalnya, Singapura dengan konsumsi susu tertinggi, angka stuntingnya paling rendah. Namun di Indonesia, susu jarang disebut, bahkan sekarang tak ada lagi anjuran minum susu.

[Baca Juga: Ini Sumber Kalsium dan Vitamin D Alternatif Selain Susu Sapi]

“Susu jangan dikonotasikan macam-macam. Semua boleh minum susu, asal secukupnya, jangan berlebiham juga,” ungkap dr. Damayanti. Ia melanjutkan, makanlah makanan dari sumber di sekitar. Bila jauh dari laut, ada ikan sungai yang kandungan proteinnya tak kalah bagus. Juga telur, unggas, atau daging merah. Menurutnya, tempe saja tidak bisa mencegah stunting, kecuali bila dikombinasi dengan sumber protein hewani.

Ia juga juga menekankan, jangan terlalu berlebihan sampai tidak memberikan garam dan gula sama sekali. Tanpa gula dan garam, makanan tidak enak sehingga anak tidak mau makan. “Makanan Indonesia itu enak. Kenalkanlah pada anak-anak. Kita yang membuat itu jadi sehat,” ujarnya.

Peran Asam Amino Esesnsial

Dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), menu anak yang disarankan lebih banyak berbasis nabati. Bukannya salah, tapi zat yang krusial dibutuhkan anak untuk pencegahan stunting adalah asam amino esensial. Dan, asam amino esensial lengkap hanya terdapat pada protein hewani. Protein nabati seperti kacang kedelai juga memang mengandung asam amino esensial, tapi tidak lengkap.

Pentingnya protein hewani dalam tumbuh kembang anak sudah dibuktikan dalam berbagai penelitian. Misalnya pada penelitian yang dilakukan di Papua New Guinea. Di sana, makanan utama berupa umbi-umbian. Ketika asupan makanan mereka ditambah margarin atau sumber lemak lain, tinggi badan tidak bertambah. Ketika asupan karbohidrat yang ditambah, tinggi naik sedikit tapi kadar lemak ikut naik. “Begitu asupan makanan ditambahkan susu, tinggi badan naik, sebaliknya kadar lemak turun,” jelas dr. Damayanti.

[Baca Juga: Kenali dan Atasi Dampak Stunting di Kemudian Hari]

Adapun penelitian dr. Damayanti menemukan, dari 300 batita, 76 persen di antaranya mengasup protein hewani kurang dari 75 gr. Penelitian yang membandingkan asupan nutrisi anak stunting dan nonstunting di sekitar RSCM juga menemukan, asupan protein hewani non susu berbeda secara bermakna pada anak yang stunting dan nonstunting.

Asupan protein tidak bisa berdiri sendiri. Pada dasarnya, asupan anak harus lengkap dan seimbang. Tidak hanya protein tapi juga energi dari karbohidrat. Ditegaskannya, stunting bisa dicegah dengan protein yang berkualitas dan dalam jumlah yang cukup. Dianjurkan mulai memberi protein hewani pada anak sejak usia 6 bulan, dengan asupan 1,1 gr per kg berat badan. Jangan juga sampai berlebihan.

Read More

Artikel Lainnya

JILF 2020 Menuju Lanskap Sastra yang Mudah Diakses, Beragam, dan Setara

Pendidikan

JILF 2021 Menuju Lanskap Sastra yang Mudah Diakses, Beragam, dan Setara

05 December 2020, 15:02

Berangkat dari keinginan untuk mendengarkan narasi dari suara-suara yang lama diredam, Road to JILF 2021 mengusung tema “Heroes: (Re)making History”.

Shell Eco-marathon Memacu Generasi Muda Siap Mencapai Mobilitas Berkelanjutan

Bisnis

Shell Eco-marathon Memacu Generasi Muda Siap Mencapai Mobilitas Berkelanjutan

05 December 2020, 09:05

Dalam perjalanan 10 tahun partisipasi Indonesia di SEM, ada peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat yaitu sebanyak lebih dari 200 persen.

Sebelum Vaksinasi Nasional Dilakukan, Wali Kota Bogor Tekankan Tiga Hal Ini

Kesehatan

Sebelum Vaksinasi Nasional Dilakukan, Wali Kota Bogor Tekankan Tiga Hal Ini

04 December 2020, 15:33

Bima Arya membagi tiga kategori warga yang enggan diberi vaksin, yakni ada warga yang tidak ingin diberi vaksin karena tidak percaya bahwa COVID-19 itu ada dan nyata, ada juga karena alasan keagamaan dan ada juga karena takut.

Lantik Pengurus PCI 2020-2024, Koni Kabupaten Bogor Optimistis Majukan Cricket

Berita Kawasan

Lantik Pengurus PCI 2020-2024, Koni Kabupaten Bogor Optimistis Majukan Cricket

04 December 2020, 14:37

Ketua Koni Kabupaten Bogor Junadi Syamsudin mengatakan, di kukuhkannya kepengurusan PCI periode 2020-2024. Dapat menjalankan berbagai program kegiatan dengan inovatif sehingga Cabor Cricket bisa lebih maju.


Comments


Please Login to leave a comment.