PENDIDIKAN MEDIA LITERASI KRITIS UNTUK REMAJA DI TEBET JAKARTA

Pendidikan

Pendidikan Media Literasi Kritis untuk Remaja di Tebet Jakarta

Sejak awal berdiri, Yayasan Anak Akar Indonesia (YAAI) menaruh perhatian pada pendidikan anak-anak yang terpinggirkan di kawasan Jakarta Timur. Akhir tahun lalu, bersamaan dengan ulang tahun ke-23 YAAI, Sang Akar Institute (SAI) diluncurkan. SAI merupakan bentuk pendidikan media literasi kritis untuk remaja di kawasan Tebet Jakarta.

Pendirian SAI, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid. Seperti dilansir sinarharapan.net, Hilmar Farid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa hormatnya atas pencapaian YAAI saat ini dan berpesan agar Sanggar Anak Akar seperti namanya tetap dapat mengakar dan senantiasa kembali ke akar.

Rektor SAI, Ibe Karyanto menuturkan, di usia yang sudah 23 tahun, Sanggar Anak Akar kini mulai memasuki “wilayah” remaja dan kawula muda. “Kalau dulu kami masih berorientasi pada gerakan lewat pendidikan anak, sekarang ini kami meningkat. Yang kami masuki sekarang adalah wilayah remaja dan kawula muda,” kata Ibe Karyanto masih dari sumber artikel yang sama.

Untuk itu, Sanggar Anak Akar menurutnya kini berani mendirikan lagi sebuah institusi pendidikan kreatif, yakni SAI. Menurut Ibe SAI merupakan sebuah lembaga pendidikan alternatif untuk kaum muda. SAI bergerak di bidang pelatihan, riset, dan pendidikan kritis dengan menggunakan media film, fotografi, musik, dan penulisan kreatif.

Filosofi Akar

Ibe dalam sambutannya mengatakan, karya apa pun yang dilakukan, SAI ingin tetap rendah hati sesuai filosofi akar. “Jadi kami ingin, setinggi apa pun, sebesar apa pun, seluas apa pun yang kami lakukan, kami tetap ingin di bawah, kami tetap ingin tidak kelihatan, kami tetap ingin menjadi rendah hati. Tetapi kami ingin yang kami lakukan itu dapat menentukan perubahan kehidupan di atasnya. Itu kurang lebih filosofi akar,” Ibe Karyanto menambahkan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Anak Akar Indonesia (YAAI) Susilo Adinegoro dalam sambutannya mengatakan, gagasan pembentukan SAI muncul sejak tahun 2015 dalam sebuah focus group discussion (FGD). Pada 2016, YAAI mencoba mengkristalkan gagasan tersebut. Dan setahun kemudian, pada tahun ini, menurut aktivis tersebut, ada dua orang kawan yang berani berjibaku untuk mewujudkan SAI.

Kelas Reguler

SAI merupakan kelanjutan model pendidikan sekolah otonom Sanggar Anak Akar sekaligus sebagai simpul penguatan gerakan budaya humanis yang berbasis pada komunitas-komunitas generasi remaja yang memiliki kepedulian pada studi media literasi kritis. Dengan visi menjadi inspirasi gerakan pendidikan kaum muda profesional yang kritis, kreatif membangun budaya humanis, SAI membuka beberapa kelas regular.

PENDIDIKAN MEDIA LITERASI KRITIS UNTUK REMAJA DI TEBET JAKARTA

Beberapa misi SAI terangkum dalam tiga poin, yaitu:

  1. Terseleggaranya secara intensif dan profesional model pendidikan media literasi kritis, kreatif bagi kaum muda.
  2. Membangun sikap mandiri kaum muda dengan meningkatkan profesionalisme dan kemampuan kualitas kerja di bidang media dan jasa kreatif.
  3. Mengembangkan jaringan kerja dan kemitraan profesional dengan lembaga atau organisasi yang memiliki kesamaan visi dan tujuan

Dewan Akademi SAI terdiri dari nama-nama besar Prof. Melani Budianta, MA, Phd, Dr. Seno Gumira Ajidarma, Dr. Setyo Wibowo, SJ, Tita Rubi, Abduh Aziz, Edy Purnomo, dan Petrus Briyanto Adi. Pengajar SAI terdiri dari profesional dan akademisi yang sudah diakui di bidangnya. Beberapa di antaranya yaitu Agustiya Herdwiyanto, Ardilles Akyuwen, Edi Purnomo, Ibe Karyanto, Nestor Rico Tambunan, Nur “Monodzky” Hidayat, Panji Wibowo, Rasdian A. Vadin, Totot Indrarto, dan Tomy W. Taslim.

Kelas regular yang ada di SAI yaitu:

  1. Kelas Fotografi

    Program Studi Fotografi adalah sebuah proses pendidikan kritis kreatif yang mempelajari seni fotografi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan baik kepada masyarakat, memperkuat sikap keberpihakan dan kemandirian.
  2. Kelas Musik

    Program Studi Musik adalah sebuah proses pendidikan kritis kreatif yang mempelajari seni musik sebagai sarana untuk menyampaikan pesan baik kepada masyarakat, memperkuat sikap keberpihakan dan kemandirian.
  3. Kelas Film

    Program Studi Film adalah sebuah proses pendidikan kritis kreatif yang mempelajari seni film sebagai sarana untuk menyampaikan pesan baik kepada masyarakat, memperkuat sikap keberpihakan dan kemandirian.
  4. Kelas Penulisan

    Program Studi Penulisan adalah sebuah proses pendidikan kritis kreatif yang mempelajari seni penulisan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan baik kepada masyarakat, memperkuat sikap keberpihakan dan kemandirian.

Bila tertarik mengikuti pendidikan media literasi kritis untuk remaja di kawasan Tebet Jakarta ini, silakan kunjungi situ resmi Sangakar.id atau kunjungi SAI yang beralamat di Jalan Tebet Dalam I No. 22 Jakarta Selatan 12810. Selain SAI di lokasi tersebut juga ada Studio Kopi Sang Akar yang menyediakan berbagai pilihan kopi yang langsung berasal dari petani-petani kopi di Indonesia, dan Sinema Sang Akar, bioskop mini yang menampilkan berbagai film baik dalam dan luar negeri. Menarik kan!


Read More

Artikel Lainnya

carro_1.jpg

Bisnis

Gerai CARRO di PRJ Suguhkan Pengalaman Menarik Beli Mobil Bekas

06 July 2022, 17:00

CARRO memiliki harapan untuk dapat semakin menjangkau masyarakat luas melalui layanan pembelian mobil bekas yang berkualitas.

Kedai Ini Hadirkan Sajian Kopi Butter di Pasar Kranggan Yogyakarta.jpg

Kuliner

Kedai Ini Hadirkan Sajian Kopi Butter di Pasar Kranggan Yogyakarta

05 July 2022, 17:48

Kedai Terang Bintang di Pasar Kranggan Yogyakarta memiliki menu yang bisa dikatakan masih jarang ditemukan di kedai kopi lainnya di Kota Gudeg, yakni kopi butter.

Tak Sampai 1,5 Juta, realme Kembali Hadirkan Smartphone yang Ramah di Kantung.jpg

Bisnis

Tak Sampai 1,5 Juta, realme Kembali Hadirkan Smartphone Ramah Kantong

05 July 2022, 13:47

Perusahaan realme terus menggandeng para konsumennya yang menginginkan ponsel pintar dengan harga terjangkau dan kali ini hal itu direalisasikan melalui produk realme C30.

Tiga Mahasiswi ITB Menangi L’Oréal Brandstorm 2022 Global Tech Track

Pendidikan

3 Mahasiswi ITB Ini Berhasil Sabet Juara L’Oreal Brandstorm 2022 'Tech Track'

05 July 2022, 11:44

Para mahasiswi ITB berhasil membanggakan almamaternya usai meraih gelar juara di salah satu kategori kompetisi tingkat global L’Oreal Brandstorm 2022.


Comments


Please Login to leave a comment.