Melihat Risiko Penyakit Berdasarkan Golongan Darah

Kesehatan

Peneliti China Ungkap Hubungan Golongan Darah A & O dengan COVID-19

Pandemi COVID-19 yang belum usai membuat banyak dokter dan ahli di bidang medis meneliti lebih lanjut mengenai penyakit ini. Penelitian di China baru-baru ini menunjukkan hal yang mungkin tak terpikirkan bagi orang kebanyakan, yaitu hubungan golongan darah dengan rentannya terinfeksi Virus Corona baru atau SARS-CoV-2.

Diteliti oleh para dokter, ahli medis dan statistika, objek penelitian ini mencakup 2.173 pasien COVID-19 yang tersebar di tiga rumah sakit yaitu Rumah Sakit Jinyintan (Wuhan), Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, dan Rumah Sakit Shenzhen Third People.

Berdasarkan jurnal ilmiah yang menerangkan penelitian tersebut, pasien COVID-19 bergolongan darah A di ketiga rumah sakit itu berjumlah paling banyak. Bahkan, 206 kasus kematian di Rumah Sakit Jinyintan juga disumbang paling banyak oleh pasien bergolongan darah A, yaitu 41,26 persen.

Mengenal Kepribadian Berdasarkan Golongan Darah

Hal sebaliknya terjadi pada golongan darah O. Jumlah pasien COVID-19 bergolongan darah O adalah yang paling rendah di ketiga rumah sakit itu. Contohnya saja persentase terkecil pasien COVID-19 di Rumah Sakit Shenzhen Third People adalah orang bergolongan darah O, yaitu sebesar 28,42 persen.

Singkatnya, kesimpulan yang ingin disampaikan para peneliti adalah orang-orang bergolongan darah A punya risiko lebih tinggi terinfeksi SARS-CoV-2, sedangkan orang-orang bergolongan darah O lebih rendah.

Meski sudah dipublikasikan, mengutip South China Morning Post (19/03/2020), para peneliti yang melakoni penelitian ini mengakui bahwa studi tentang golongan darah dan hubungannya dengan COVID-19 masihlah baru. Mereka menekankan perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mendalami dan menyempurnakannya.

[Baca Juga: Ilmuwan Dunia Berlomba-lomba Temukan Vaksin COVID-19]

Hanya saja, mereka ingin menyampaikan bahwa pemerintah perlu mempertimbangankan golongan darah pasien COVID-19 untuk menindak pengobatan bagi mereka.

“Orang-orang dengan golongan darah A butuh perlindungan diri yang lebih kuat untuk mengurangi risiko terinfeksi,” tulis para peneliti dalam jurnal tersebut.

Dijelaskan pula bahwa pemilik golongan darah A yang sudah terinfeksi SARS-CoV-2 perlu pengawasan ekstra dan agresif dibandingkan pemilik golongan darah lainnya. Hal yang ingin ditekankan adalah mungkin terdapat manfaat apabila dalam menangani pengobatan, baik pasien maupun tenaga medis yang terlibat tahu golongan darah pasien COVID-19. Hal ini dapat menentukan bagaimana penanganan selanjutnya bagi pasien tersebut dan risiko yang mungkin diterima.

Kekurangan Penelitian

Sebelum datang dari pihak luar, penelitian ini pun diakui lebih dulu kekurangannya oleh para penelitinya sendiri. Mereka menuturkan bahwa publikasi ilmiah ini belum ditinjau lebih lanjut oleh peneliti sejawat. Tak menyangkal mereka jika mungkin berisiko bila menjadikan penelitian tersebut sebagai panduan.

Pihak yang tak terlibat dalam penelitian, yaitu Gong Yingdai, peneliti asal Tianjin memberikan kritiknya. Ia mengatakan jika jumlah sampel penelitian perlu diperbanyak. Yingdai menerangkan bahwa 2.000 objek pasien bukanlah jumlah yang sedikit, tetapi itu tidak dapat mewakili pasien COVID-19 yang saat ini ada di seluruh dunia.

[Baca Juga: Bisakah Seseorang Terinfeksi COVID-19 Lebih dari Sekali?]

Yingdai berpendapat bahwa studi ini bermanfaat bagi para profesional medis, tapi masyarakat tidak perlu menjadi khawatir karena ini.

“Jika Anda bergolongan darah A, tidak perlu panik. Bukan berarti Anda akan terinfeksi seratus persen,” jelas Yingdai.

“Kalau Anda bergolongan darah O pun, jangan merasa pasti aman [dari infeksi virus]. Anda tetap harus mencuci tangan dan mengikuti pedoman yang dikeluarkan pihak berwenang,” tandasnya.

Pointers dapat memetik pelajaran dari penelitian ini untuk terus menjaga kesehatan dan meningkatkan imun tubuh. Jangan abaikan makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, teratur mencuci tangan, dan penting pula untuk menghindari kerumunan.


Read More

Artikel Lainnya

Karedok Jadi Metode Penguatan Literasi untuk Anak Sekolah di Jakarta Utar a.jpg

Pendidikan

Karedok Jadi Metode Penguatan Literasi untuk Anak Sekolah di Jakarta Utara

09 December 2022, 15:51

Pemkot Jakarta Utara memiliki program bernama Karedok yang pada dasarnya menggabungkan kegiatan edukatif seru untuk menguatkan literasi bagi anak-anak sekolah di wilayahnya.

Suasana Kemeriahan Natal 2022 Terlihat di Kota Sol o.jpg

Berita Kawasan

Suasana Kemeriahan Natal 2022 Terlihat di Kota Solo

09 December 2022, 13:49

Sejak awal Desember 2022, suasana perayaan Natal sudah bisa dilihat di Kota Solo dengan lampu-lampu yang menghiasi jalan bahkan dibentuk ala pohon Natal.

Mulai Dijual Hari Ini, Infinix Note 12 2023 Dibanderol dari Rp2,6 Jutaa n.jpg

Bisnis

Mulai Dijual Hari Ini, Infinix Note 12 2023 Dibanderol dari Rp2,6 Jutaan

09 December 2022, 11:46

Infinix Indonesia pada pekan ini secara resmi meluncurkan Note 12 2023 dan sudah bisa dibeli dalam momen first sale pada hari ini 9 Desember 2022.

Cianjur Berduka, Tim Fakultas Keperawatan Unpad Berikan Layanan untuk Korban Gem pa.jpg

Kesehatan

Cianjur Berduka, Tim Fakultas Keperawatan Unpad Berikan Layanan untuk Korban Gempa

08 December 2022, 15:41

Selama tiga hari, relawan dari Fakultas Keperawatan Unpad berada di lokasi posko korban gempa Cianjur untuk memberikan layanan kesehatan fisik dan mental bagi para korban.


Comments


Please Login to leave a comment.