Peneliti Uji Vaksin TBC untuk Menanggulangi COVID-19

Kesehatan

Peneliti Uji Vaksin TBC untuk Menanggulangi COVID-19

Saat ini banyak peneliti dari berbagai negara sedang mengembangkan Vaksin COVID-19. Di samping berusaha membuat vaksin baru yang spesifik mengatasi penyakit tersebut, peneliti juga mencoba alternatif menggunakan vaksin penyakit lain untuk mengatasinya, yaitu vaksin Tuberkulosis atau TBC.

Vaksin TBC ini bernama Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Mengutip situs resmi WHO (26/03/2020) vaksin ini telah ada selama 80 tahun dan merupakan salah satu vaksin yang sering digunakan.

Melansir sciencemag.org (26/03/2020), negara yang berencana mengujinya adalah Belanda, Australia, Inggris, dan Jerman.

[Baca Juga: Ilmuwan Dunia Berlomba-lomba Temukan Vaksin COVID-19]

Untuk kasus di Belanda, penelitian akan dilakukan Mihai Netea, seorang spesialis penyakit menular di Radboud University Medical Center bersama Marc Bonten dari UMC Utrecht. Vaksin BCG akan diuji kepada 1.000 tenaga medis di delapan rumah sakit Belanda minggu ini. Namun, dari 1.000 orang tersebut, tidak semua diberi vaksin, melainkan ada pula yang diberi plasebo.

Plasebo adalah obat kosong yang digunakan untuk menguji efektivitas sebuah obat, dalam kasus ini vaksin BCG. Dengan plasebo peneliti akan terbantu dalam mengetahui apakah vaksin ini efektif atau penerima vaksin yang tersugesti merasa lebih baik karena mereka tahu telah diberikan vaksin.

Netea mengatakan jawaban dari uji vaksin ini mungkin akan terlihat dalam beberapa bulan.

Peneliti Uji Vaksin TBC untuk Menanggulangi COVID-19

Uji vaksin di Australia akan dilakukan oleh tim peneliti di University of Melbourne, sedangkan di Inggris oleh tim peneliti di University of Exeter. Keduanya menggunakan protokol yang sama seperti di Belanda. Hanya saja, uji vaksin di Inggris ditujukan kepada orang tua. Sementara di Jerman, uji ditujukan pada orang tua dan pekerja kesehatan menggunakan vpm1002, versi BCG yang dimodifikasi secara genetika dan belum disetujui untuk melawan bakteri penyebab TBC.

Lebih lanjut dijelaskan, BCG adalah vaksin yang mengandung bakteri aktif yang sudah dilemahkan bernama Mycobacterium bovis. Bakteri tersebut berasal dari keluarga sama dengan bakteri penyebab TBC, yaitu Mycobacterium tuberculosis. Vaksin ini diberi nama dari penemunya, yaitu Ahli Mikrobiologi Prancis Albert Calmette dan Camille Guerin. Mereka mengembangkan BCG di awal abad 20. Pada waktu itu, vaksin mereka berikan kepada anak-anak yang belum mencapai usia satu tahun di sebagian besar negara di dunia. Vaksin ini 60persen mencegah penyakit TBC pada anak-anak.

Melawan Berbagai Patogen

BCG dipilih diuji coba untuk COVID-19 karena alasan tertentu. Satu vaksin pada umumnya melawan patogen yang spesifik. Namun, temuan menunjukkan bahwa BCG mampu meningkatkan sistem imun manusia untuk melawan berbagai patogen selain bakteri penyebab TBC. Temuan ini berdasarkan studi klinis dan pengamatan yang dipublikasikan selama beberapa dekade oleh peneliti Denmark Peter Aaby dan Christine Stabell Ben.

Mereka berdua menyimpulkan kalau vaksin BCG mencegah 30 perseninfeksi berbagai patogen termasuk virus.

Pada tahun 2014, WHO melakukan peninjauan terhadap vaksin ini dan menyimpulkan bila BCG menurunkan angka kematian secara keseluruhan pada anak-anak, tetapi keyakinan terhadap simpulan ini masih rendah.

[Baca Juga: Kini Inggris Ikut Unjuk Kemajuan Produksi Vaksin COVID-19]

Pada tahun 2016, ada pula tinjauan positif terhadap BCG bahwa vaksin tersebut mampu mengurangi angka kematian, tetapi tetap dibutuhkan uji coba secara acak terhadap vaksin itu. Pada tahun 2018, terdapat penelitian yang menunjukkan BGC melindungi manusia dari infeksi virus penyebab demam kuning, dan kini BCG juga menjadi vaksin untuk penyakit tersebut.

Berdasarkan pemberitaan dalam theprint.in (26/03/2020), selain empat negara tersebut, India juga akan melakukan uji vaksin BCG.

Terkait uji vaksin ini untuk COVID-19, Ahli imunologi dari University of Toronto Eleanor Fish mengatakan, vaksin BCG kemungkinan tidak menghilangkan infeksi SARS-CoV-2 sepenuhnya, tetapi akan mengurangi dampaknya pada penderita.


Read More

Artikel Lainnya

Konser 36 Tahun Kahitna Sukses Hadirkan 2 Tema yang Pukau Penonto n.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser 36 Tahun Kahitna Sukses Hadirkan 2 Tema yang Pukau Penonton

09 August 2022, 18:22

Dengan menghadirkan dua tema yang berbeda dalam konsernya yang dibagi menjadi dua sesi, fans Kahitna berhasil dipukau pada akhir pekan kemarin.

Pakar RSND Sebut ASI Merupakan Investasi untuk Bayi.jpg

Kesehatan

Pakar RSND Sebut ASI Merupakan Investasi untuk Bayi

09 August 2022, 15:20

Dokter spesialis anak di RSND Kota Semarang memaparkan mengapa pemberian ASI eksklusif dapat menjadi investasi bagi bayi Anda.

Jelang 17 Agustus, Ini Cara Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Sura baya.jpg

Berita Kawasan

Jelang 17 Agustus, Ini Cara Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Surabaya

09 August 2022, 11:18

Walau perayaan HUT Kemerdekaan RI masih satu pekan lagi tapi suasana 17 Agustusan sudah mulai terlihat di Kota Surabaya dengan beberapa kegiatan.

Musisi Jalan Digandeng Melalui Beranda Kreatif Medan.jpg

Hobi dan Hiburan

Musisi Jalan Digandeng Melalui Beranda Kreatif Medan

08 August 2022, 17:15

Tak hanya para seniman serta band konvensional atau yang sudah memiliki nama saja yang diundang Pemko Medan ke Beranda Kreatif Medan, ternyata musisi jalanan juga turut digandeng.


Comments


Please Login to leave a comment.