Penerima Bantuan JPS Warga Kota Batu Masih Minim

Berita Kawasan

Penerima Bantuan JPS Warga Kota Batu Masih Minim

Data jumlah penerima Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kota Batu masih terbilang minim. Dari data yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebanyak 8.307 sedangkan data jumlah penerima yang sudah mendapatkan JPS baru 933 orang.

Penerima bantuan sebesar Rp1 juta itu merupakan warga yang sudah terdata dalam DTKS tahun 2015. Mereka belum mendapat bantuan dari program reguler tahunan seperti sembako, lansia, atau bantuan langsung tunai (BLT). Data ini terungkap dalam rapat evaluasi Dinsos dan DPRD Kota Batu.

Penerima Bantuan JPS Warga Kota Batu Masih Minim

Selain 933 DTKS, sebanyak 7.374 belum menerima top up uang non tunai. Rencananya bantuan ini didistribusikan Mei ini. Sedangkan bantuan non DTKS atau calon penerima terdata Pemerintah Desa atau RT/RW sebanyak 19.991 orang masih diverifikasi Pemerintah Kota.

Melansir laman malang-post.com (06/04/2020), Ketua Tim Monitoring COVID-19 Kota Batu Nurochman mengatakan, evaluasi bertujuan agar bantuan bisa tepat sasaran. Warga yang sudah didata desa melalui RT/RW harus mendapat prioritas.

[Baca Juga: Siap PSBB, Kota Batu Bakal Tutup Akses Jalan Dewi Sartika]

"Kami menargetkan sisa pembayaran tahap 1 dan tahap 2 selesai hingga Mei minggu kedua. Kami usul harus diprioritaskan pemberian bantuan dari data Non DTKS," ujarnya.

Ia menjelaskan, data tersebut merupakan hasil kerja keras RT, RW, Kelurahan, dan Desa di Kota Batu. Sebanyak 19.991 non-DTKS masih terdapat 4.957 orang dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) wajib diberikan bantuan.

Kesalahan penyaluran JPS tahap pertama karena Dinsos tidak melakukan update data. Dinsos hanya melakukan pendataan dan berhenti pada 2015.

[Baca Juga: Dunia Usaha dan Pariwisata di Kota Batu, Bantu Cegah COVID-19]

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Batu Ririck Mashuri mengungkapkan, bantuan tahap pertama atau April telah diserahkan Pemkot Batu kepada 933 warga. Dari jumlah itu, 124 warga belum mengambil sehingga diminta segera mengambil ke Kantor Dinsos hingga 6 Mei 2020.

"Insya Allah, Mei bantuan tahap pertama tersisa dan tahap kedua diserahkan secara nontunai. Khusus non-DTKS, kami masih verifikasi terlebih dahulu agar bantuan bisa dipertanggungjawabkan semua pihak," terangnya.

Penyerahan bantuan nontunai wajib dampingi pihak desa dan OPD yang telah di tugaskan tiap desa. Penerima wajib membawa KTP.


Read More

Artikel Lainnya

Walau Banyak Bisnis Penyewaan Buku Punah, Pitimoss Fun Library Mampu Tetap Eksis.jpg

Pendidikan

Walau Banyak Bisnis Penyewaan Buku Punah, Pitimoss Fun Library Mampu Tetap Eksis

31 January 2023, 12:38

Di tengah hantaman digitalisasi yang membuat akses membaca buku novel serta komik mudah, Pitimoss Fun Library tetap mampu bertahan hingga hampir 20 tahun terakhir.

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromat erapi.jpg

Bisnis

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromaterapi

30 January 2023, 15:01

Bank sampah ternyata tak hanya bisa mendapatkan cuan dari pemilahan sampah semata, karena bank sampah satu ini menunjukan bahwa mereka juga mampu membuat produk yang bernilai ekonomi.

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi.jpg

Berita Kawasan

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi

30 January 2023, 12:58

Pada akhir pekan kemarin, Presiden Jokowi terlihat hadir bersama Pj Gubernur DKI Jakarta dalam momen perayaan Imlek Nasional yang digelar di Taman Banteng

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.


Comments


Please Login to leave a comment.