Pengaruh Musik Metal Terhadap Kegalauan

Kesehatan

Pengaruh Musik Metal Terhadap Kegalauan

Musik metal kerap dikenal sebagai aliran musik paling keras. Lantunan nada kencang dengan distorsi yang berat seakan memprovokasi andrenalin untuk terus terpacu. Dentuman beat drum yang bertubi-tubi hingga lengking senar gitar yang di bending habis-habisan memberikan ruang bagi sang vokalis untuk meneriakkan lirik dengan emosional.

Genre musik metal memiliki karakteristik yang cukup berbeda dari genre musik lainnya. Layaknya hip-hop, musik metal terbilang cukup segmented. Contoh, penikmat musik jazz biasanya bisa menikmati musik pop atau folk, sedangkan penikmat musik jazz terkadang tidak bisa menikmati musik metal dan sebaliknya. Karakteristik musik metal sendiri dapat memberikan dampak psikologis pada setiap pendengarnya.

Pengaruh Musik Metal Terhadap Kegalauan

Uniknya, baik musisi atau pun para penikmat musik metal biasanya identik dengan suasana gelap seperti hitam. Mulai dari gaya berpakaian, barang-barang pribadi hingga make up yang mereka kenakan memiliki nuansa yang gelap. Karena hal tersebut, Musik metal sering dianggap sebagai musik dengan konotasi yang negatif, sedangkan untuk aliran musik lainnya seperti jazz, pop, klasik hingga folk umumnya dianggap musik yang baik dan menyenangkan. Meski demikian, musik metal ternyata cukup efektif untuk mengatasi rasa galau.

[Baca Juga: Mendengarkan Musik Jadi Lebih Asik dengan Spotify Station]

Melansir dari laman cognitiontoday.com (10/10/2019), dampak musik metal terhadap psikologi manusia cukup tinggi. Dampak yang dimaksud di sini adalah dampak musik metal terhadap kondisi galau seseorang.

Dampak musik metal terhadap manusia yang pertama adalah secara tidak langsung musik metal dapat memberikan energi positif pada setiap pendengarnya. Seseorang yang memiliki sifat atau dalam kondisi agresif dan pemarah dapat mengeluarkan semua amarahnya ketika mendengar musik metal.

Secara musikal, karakteristik musik metal yang berat, keras dan membara sangat efektif untuk meningkatkan emosi dan meluapkannya. Jika Anda sering melihat konser metal, secara masih para penonton akan melakukan aksi-aksi yang menguras tenaga seperti bernyanyi sambil mengepalkan tangan diatas, berteriak, headbanging hingga moshing. Secara tidak sadar, orang yang mendengarkan musik metal akan sejenak melupakan keadaan yang sedang terjadi.

[Baca Juga: Inilah Referensi Musik Meditasi Terbaik]

Secara psikologis, lantunan nada keras dari musik metal efektif menaikkan adrenalin sehingga dapat meningkatkan semangat . Dilansir dari popsci.com, dari beberapa hasil studi menyatakan bahwa, Seseorang yang mendengarkan lagu metal dalam kondisi galau (terutama akibat sedih), secara emosional akan terangkat kembali dan mendapatkan energi positif.

Lirik lagu yang offensive serta penyampaian lirik secara emosional memberikan dampak positif kepada orang yang sedang dalam kondisi galau.

Read More

Artikel Lainnya

4 Pilihan Sabun Natural Lokal yang Cantik dan Instagrammable

Kecantikan dan Fashion

4 Pilihan Sabun Natural Lokal yang Cantik dan Instagrammable

15 November 2019, 16:00

Jika Anda memiliki kulit yang sensitif, menggunakan produk yang berbahan dasar natural tentu lebih aman. Ini pilihan yang bisa Anda coba.

Metode Bank Sampah Kumala Jadi Percontohan Negara Filipina

Berita Kawasan

Metode Bank Sampah Kumala Jadi Percontohan Negara Filipina

15 November 2019, 14:00

Perwakilan dari negara Filipina berkunjung ke Bank Sampah Kumala untuk melihat metode pemberdayaan yang diterapkan di sini.

Kiat Makan di Restoran AYCE Agar Bisa Coba Semua Menunya

Kuliner

Kiat Makan di Restoran AYCE Agar Bisa Coba Semua Menunya

15 November 2019, 12:00

Makan di restoran AYCE bisa lebih maksimal jika Anda bisa memanfaatkannya dengan baik dengan cara berikut ini.

Aplikasi Alpukat Mudahkan Warga Urus Dokumen Kependudukan

Berita Kawasan

Aplikasi Alpukat Mudahkan Warga Urus Dokumen Kependudukan

15 November 2019, 11:00

Aplikasi Alpukat mudahkan warga agar selalu sadar mengurus dokumen kependudukan, seperti pembuatan Akta Lahir, Kartu Indentitas Anak (KIA), dan konsultasi tentang kependudukan


Comments


Please Login to leave a comment.