Layang-layang.jpg

Bisnis

Penjual Layang-Layang Keluhkan Pembeli Sepi Pasca COVID-19

Wabah COVID-19 yang saat ini masih melanda di Indonesia terutama di Sumatera Utara, memberikan dampak bagi penjual layang-layang. Pembelian terhadap layang-layang mengalami penurunan drastis, akibat anjuran pemerintah terkait jaga jarak sosial dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Contohnya penjual layang-layang musiman yang berlokasi di Jalan Sultan Serdang, Batangkuis, Deliserdang. Salah satu pedagang, Indah mengaku, omzet penjualan layang-layang miliknya menurun karena minat masyarakat bermain layang-layang sangat berkurang karena pandemi COVID-19.

penjual-layang-layang.jpg

Perempuan berusia 44 tahun ini menyebut, untuk menjual satu layang-layang saat ini sudah berat. Bahkan dia mengaku, pernah dalam satu hari layang-layang miliknya tidak laku sama sekali.

“Saat pandemi ini, dagangan nyaris tidak ada yang beli. Omzet yang biasa didapat sebelum pandemi mencapai Rp350.000 per hari bahkan bisa mencapai lebih. Sekarang hanya Rp100.000 per hari, bahkan kadang tidak laku sama sekali,” jelas Indah kepada PingPoint.co.id, (7/4/2021).

[Baca Juga: Hadang, Sebutan Lain Permainan Tradisional Gobak Sodor]

Indah mengatakan, semua layang-layang yang dijualnya merupakan hasil buatan dari suaminya sendiri. Dan berjualan layang-layang ini merupakan sumber kelangsungan hidup dia bersama keluarganya sehari-hari.

Untuk harga sendiri, dia menyebut harganya berbeda-beda tergantung dari besar ukuran, kerumitan desain layang-layang tersebut. Harga satu layang-layangan mencapai Rp15.000 hingga Rp50.000-an.

“Di tahun-tahun sebelumnya kami cuma jualan dua bulan, dimulai dari bulan dua sampai empat. Tahun ini yang terlama sampai bulan sembilan karena modalnya saja belum kembali,” tandas Indah.

contoh-layang-layang.jpg

Dia mengatakan, saat ini layang-layangan miliknya hanya cukup untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. "Sebenarnya pengen saya pamerkan layangan karakter layangan ini di tempat wisata, tapi kondisinya masih pandemi," pungkasnya.


Read More

Artikel Lainnya

UTBK di ITB Capai 23.705 Orang 3.jpg

Pendidikan

Sebanyak 23.705 Orang Ikuti UTBK di Institut Teknologi Bandung

15 April 2021, 09:00

Pelaksanaan UTBK di ITB terdapat di beberapa lokasi, yakni di Kampus ITB dan di sejumlah sekolah menengah

pusdai3.jpg

Berita Kawasan

Kasus Terkonfirmasi COVID-19 Menurun, Masjid Pusdai Bandung Gelar Salat Tarawih Berjamaah

15 April 2021, 08:30

Kota Bandung menunjukan grafik menurun, sehingga beberapa Masjid besar di Kota Bandung sudah diizinkan untuk melakukan salat tarawih berjamaah.

Vaksinasi UPi 3.jpg

Kesehatan

Universitas Pendidikan Indonesia Lakukan Vaksinasi untuk Ribuan Dosen dan Tenaga Kependidikan

15 April 2021, 08:00

Sebanyak 2.000 Dosen dan Tenaga Kependidikan melakukan vaksinasi di Gymnasium UPI pada 5-7 April kemarin. Vaksinasi kali ini mayoritas diperuntukan bagi dosen dan tenaga pendidikan UPI yang berusia di bawah 60 tahun.

Dekan Psikologi Undip

Pendidikan

Prof. Dian Ratna Sawitri, Sosok di Balik Prodi Terfavorit UNDIP

14 April 2021, 06:30

Prodi paling Favorit yang banyak diminati calon mahasiswa pada SBMPTN tahun 2021 di Universitas Diponegoro adalah Prodi Psikologi. Prodi ini memiliki peminat mencapai 3.538 orang.


Comments


Please Login to leave a comment.