Pentas Tunggal 25 Tahun Berkarya Teater Kinasih.jpg

Hobi dan Hiburan

Pentas Tunggal 25 Tahun Berkarya Teater Kinasih

Ada yang sudah tahu tentang Teater Kinasih? Bagi yang belum tahu tentang Teater Kinasih, teater ini adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari sebuah perguruan tinggi di bilangan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yaitu Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP).

Dalam rangka 25 tahun berkarya di bidang seni pertunjukan teater, Teater Kinasih telah mempersiapkan sebuah pertunjukan tunggal yang berjudul Don’t Let Me Down. Naskah Don’t Let Me Down ditulis serta disutradarai alumni dari IISIP Jakarta Ahmad Alfian yang masih aktif di Teater Kinasih.

Alfian menjelaskan melalui aplikasi pesan singkat (15/2/2019), awalnya saat pengajuan pementasan tunggal ini mengalami kesulitan dalam hal perizinan dari pihak kampus dan sempat diberikan surat pembekuan untuk Teater Kinasih.

“Karena naskah Don’t Let Me Down ini sebuah naskah yang cukup sensitif dengan mengangkat isu LGBT, jadi awalnya sangat amat kontroversi antara Teater Kinasih dan pihak kampus sendiri,” jelas Alfian.

[Baca Juga: Ronggeng Kulawu, Kisah Jugun Ianfu di Galeri Indonesia Kaya]

Namun, pihak kampus IISIP akhirnya menyetujui dan mendukung penuh untuk pementasan tunggal Teater Kinasih yang digelar tanggal 17 Maret 2019. Alfian mengatakan pihak kampus bersedia untuk berbincang dua arah dengan para tim produksi sehingga menemukan titik kebenaran naskah Don’t Let Me Down dan akhirnya mendukung pementasan ini.

Pertunjukan teater memang melibatkan banyak seni, termasuk seni peran, seni tari dan seni musik. Dalam pementasan tunggal yang memasuki usia perak ini,Teater Kinasih berkolaborasi di keaktoran dengan teater dari Universitas Pakuan Bogor dan Teater Alit seperti yang diutarakan Alfian. Selain itu, pementasan ini juga bekerjasama dengan Kenari (UKM Tari IISIP) dan Retum (UKM Musik IISIP). Sedangkan aktor utama dalam pertunjukan Don’t Let Me Down ini para anggota Teater Kinasih yang mayoritas mahasiswa dan alumni IISIP.

Alfian menyampaikan melalui personal message di Whatsapp pada PingPoint (15/2/2019), dia membuat karya ini untuk menjadi karya yang bermanfaat dengan pesan yang bisa di ambil dari banyak sudut pandang karena naskahnya ditulis dengan sangat amat berhati-hati. Dengan mengangkat isu LGBT yang cukup sensitif di mata masyarakat, dia tidak bisa menjawab saat dikatakan pesan apa yang ingin disampaikan melalui Don’t Let Me Down.

“Kalau ngomongin pesan, aku tak bisa menjawab. Biarkan mereka yang menyaksikan mengambil apa yang mungkin bisa diambil”, ujarnya.

[Baca Juga: Rumah Kami yang Tidak Bungkam di Galeri Cemara Menteng]

Pementasan teater Don’t Let Me Down akan diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) pukul 19.30. Harga tiket untuk menonton Pentas Tunggal 25 Tahun Teater Kinasih mulai dari Rp. 50.000 untuk Balkon, Reguler Rp. 125.000 dan VIP seharga Rp. 200.000.

Bagi Anda yang tertarik dan merasa penasaran dengan karya yang ditulis dengan tema yang menjadi isu besar diangkat ke dalam pertunjukan teater oleh Teater Kinasih, Anda bisa memesan tiket terlebih dahulu dengan mengunjungi akun Instagram Teater Kinasih @teaterkinasih. Pementasan ini akan dipenuhi dengan tata cahaya dan musik yang menghidupkan cerita dalam naskah Don’t Let Me Down yang tentunya sayang untuk dilewatkan.

Read More

Artikel Lainnya

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

Bisnis

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

29 October 2020, 18:06

Ideafest yang diselenggarakan secara virtual pada 5-15 November 2020 ini dapat memantik ide, kreativitas, dan inovasi pelaku usaha pada masa pandemi.

3 Film Indonesia Meraih Penghargaan Asian Academy Creative Awards 2020

Hobi dan Hiburan

3 Film Indonesia Meraih Penghargaan Asian Academy Creative Awards 2020

29 October 2020, 15:05

Dari ketiga film tersebut, Viu mendapatkan 14 gelar Juara Nasional dari 40 kategori, sehingga berhak mengikuti babak internasional pada bulan Desember .

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

Pendidikan

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

29 October 2020, 10:55

Universitas Multimedia Nusantara mengembangkan prototipe aplikasi koreksi penulisan dalam bahasa Indonesia bernama U-Tapis.

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

Hobi dan Hiburan

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

28 October 2020, 16:31

Melalui pameran itu, tidak hanya ketokohannya karya-karya Affandi yang luar biasa juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak seniman.


Comments


Please Login to leave a comment.